{"id":396094,"date":"2026-03-24T13:00:51","date_gmt":"2026-03-24T06:00:51","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=396094"},"modified":"2026-03-24T13:01:49","modified_gmt":"2026-03-24T06:01:49","slug":"tolong-kendalikan-hewan-peliharaan-anda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tolong-kendalikan-hewan-peliharaan-anda\/","title":{"rendered":"Tetangga yang Nggak Niat Mengurus Hewan Peliharaan Wujud Kehidupan Tanpa Adab: Kalau Nggak Niat Pelihara, Mending Nggak Usah"},"content":{"rendered":"<p><em><span style=\"font-weight: 400;\">Adab bertetangga tidak hanya mengendalikan mulut dan perilaku tapi juga hewan peliharaan.<\/span><\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam perjalanan pulang dari silaturahmi Lebaran kali ini, ada satu hal menarik yang saya jumpai saat melewati Dusun Kayupuring, Kecamatan Grabag, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tinggal-di-kabupaten-magelang-dekat-borobudur-tapi-terasa-jauh\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kabupaten Magelang<\/a>.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di beberapa titik strategis, terpasang banner kuning menyala dengan tulisan merah mencolok yang sangat mudah dibaca. Kurang lebih bunyinya: \u201cHewan peliharaan harap dikandangkan, jika tidak maka hewan tersebut menjadi milik umum.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dugaan saya, pemasangan banner tersebut pastilah dilatarbelakangi kejadian tidak mengenakkan. Kemudian, kompromi dan musyawarah yang bisa jadi tidak mudah sudah terlewati.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi banyak warga wilayah lain, pemasangan banner mungkin jadi hal aneh, lucu, atau ora umum. Tapi bagi saya, keputusan memasang tulisan itu patut mendapat pujian dan banyak daerah harus mencontohnya. Terutama oleh dusun saya. Mengapa?<\/span><\/p>\n<h2><b>Korban hewan peliharaan yang tak diurus<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keluarga saya adalah satu dari beberapa korban dari hewan peliharaan. Khususnya oleh tetangga yang abai dan tidak mengurusnya dengan baik. Mereka membiarkan hewan peliharaan berkeliaran di dusun.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada masanya, anak atau suami saya tiap pagi harus ngomel-ngomel mengepel lantai teras yang kotor oleh <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/penderitaan-tinggal-di-rumah-yang-dekat-dengan-kandang-ayam-potong\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">tahi ayam<\/a>. Di waktu yang sama, ada tetangga yang hampir tiap hari bertanya di grup WhatsApp RT dengan lampiran foto. \u201cSiapa yang memiliki ayam yang petangkringan di atap rumah?\u201d\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak hanya bertahi, ayam-ayam itu sampai bertelur dan telurnya jatuh mengenai lantai rumahnya. Tak jauh dari rumah warga yang yang kerap mengirim pesan di grup, tetangga lain pernah sambat ada ayam yang suka masuk rumahnya, nelek di mobil bahkan masuk kamar anaknya karena jendelanya sangat rendah. Dia sampai berujar, biar disembelih saja ayamnya!<\/span><\/p>\n<h2><b>Kucing yang bikin emosi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rumah kami agak jauh dari dua warga yang mengeluh itu. Pemilik hewan peliharaan yang tingkahnya sama itu tentu saja berbeda. Untungnya, soal ayam itu sudah berlalu. Teras kami sesekali masih kena telek. Tapi tidak separah dan sesering dulu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lepas dari ayam, sekarang rumah kami tidak aman dari hewan peliharaan orang lain bernama <a href=\"https:\/\/www.idntimes.com\/science\/discovery\/kenapa-kucing-suka-merusak-barang-c1c2-01-4f4q3-f1mjpw\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kucing<\/a> yang suka nyelonong masuk ke rumah lewat jendela. Sebenarnya, kejadian dengan kucing dulu sekali sudah pernah terjadi. Sering malahan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama, kami pernah sambat sering bau tahi kucing di dalam rumah padahal tidak punya hewan peliharaan kucing. Kedua, ikan di meja makan pernah hilang. Gongnya adalah, ada tahi kucing di atas kasur!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Katahuan, ternyata ada kucing yang bersembunyi di bawah bufet rumah. Kucing itu keluar ketika rumah sepi. Setelah ketahuan, kucing tidak pernah kembali ke rumah. Aman.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kejadian ketiga, di waktu yang jaraknya jauh. Ketika membuka lemari paling bawah, anak saya kaget karena menemukan beberapa ekor bayi kucing. Induk kucing bisa masuk ke rumah lewat jendela yang terbuka. Kejadian itu sudah berlalu lama.<\/span><\/p>\n<h2><b>Terulang kembali<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, kejadian menjengkelkan tadi terulang kembali. Tetangga dekat rumah punya hewan peliharaan kucing.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pulang kerja, kami sering mendapati meja makan berantakan. Lauk sudah berada di bawah meja, atau bahkan berkurang dan raib.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cari aman, kami menutup jendela sebelum berangkat kerja. Tapi, apa iya kami terus-terusan menutup jendela rumah. Dan, yang kami khawatirkan terulang ketika Lebaran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, kami meninggalkan rumah dengan jendela terbuka. Tidak ada pikiran bakal ada hewan peliharaan kucing masuk dan mengacaukan meja makan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menu di atas meja hanya nasi, kerupuk, sayur bening, dan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tips-membuat-tempe-mendoan-enak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">tempe mendoan<\/a>. Tidak ada bau ikan dan makanan amis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pulang silaturahmi dan masuk ruang makan, kami syok dengan beling-beling berserakan di bawah meja dengan sepotong tempe tersisa. Air menggenang di antara pecahan beling. Kucingnya tidak hanya menabrak atau menyenggol atau mendorong, atau apalah, membuat piring terjun bebas tapi juga sebuah teko kaca berisi penuh air putih ikut hancur.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Nggak usah punya hewan peliharaan kalau tidak bisa merawat<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya yakin sekali segala kekacauan itu terjadi karena hewan peliharaan kucing. Bukan tikus, apalagi cicak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelumnya, saya beberapa kali mendapati kucing yang menjadi hewan peliharaan tetangga, sudah naik meja makan dan kaki depannya berusaha membuka tudung saji.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu sebabnya, saya sangat setuju kalau semua dusun mencontoh banner seperti di Dusun Kayupuring. Adab bertetangga, saya rasa tidak hanya mengendalikan mulut dan perilaku tapi juga mengendalikan hewan peliharaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Sayekti Ardiyani<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/catatan\/memelihara-kucing-adalah-patah-hati-yang-direncanakan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya<\/a><br \/>\n<\/b><\/p>\n<p class=\"p1\"><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>\u00a0ini\u00a0<\/i><\/a><i>ya.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Adab bertetangga, saya rasa tidak hanya mengendalikan mulut dan perilaku tapi juga mengendalikan hewan peliharaan.<\/p>\n","protected":false},"author":2498,"featured_media":396131,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[13078],"tags":[32946,6275,3769,9939,32947,337],"class_list":["post-396094","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gaya-hidup","tag-adab-bertetangga","tag-ayam","tag-hewan-peliharaan","tag-kabupaten-magelang","tag-kecamatan-grabag","tag-kucing"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/396094","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2498"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=396094"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/396094\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":396133,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/396094\/revisions\/396133"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/396131"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=396094"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=396094"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=396094"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}