{"id":3960,"date":"2019-06-18T10:00:57","date_gmt":"2019-06-18T03:00:57","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=3960"},"modified":"2022-01-14T13:21:11","modified_gmt":"2022-01-14T06:21:11","slug":"main-bareng-anak-serasa-jadi-orang-tua-kurang-kerjaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/main-bareng-anak-serasa-jadi-orang-tua-kurang-kerjaan\/","title":{"rendered":"Main Bareng Anak, Serasa Jadi Orang Tua Kurang Kerjaan"},"content":{"rendered":"<p align=\"left\"><span lang=\"en-US\">Salah satu tugas penting orangtua zaman sekarang adalah nemenin anak main. Sepertinya, emang kurang kerjaan banget orangtua zaman ini.<\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span lang=\"en-US\">Biar sesibuk apapun orangtua mereka, akan disempat-sempatin (meski sebentar) untuk bermain bersama anaknya (gitu nggak ya?). Cukup berbeda dibanding waktu saya kecil dulu.<\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span lang=\"en-US\">Meski orangtua kerjanya dirumah, anak zaman dulu biasa main sendiri. Paling banter main sama anak tetangga. Sangat jarang orangtua saya nemenin main. Selalu ada sesuatu yang mereka kerjakan.<\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span lang=\"en-US\">Saya sendiri suka kalau nemenin anak main. Dengan melakukan hal itu, saya bisa terbebas dari pekerjaan rumah lainnya seperti nyapu, ngepel, nyuci piring, dan njemurin baju. Karena \u201cpekerjaan\u201d nemenin anak main, memiliki skor tertinggi di rumah saya.<\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span lang=\"en-US\">Hal itu mungkin karena anak saya tergolong aktif dan mintanya main yang aneh-aneh. Jadi terkadang ibunya terlalu berat untuk menandingi semangat anak-anak.<\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span lang=\"en-US\">Anak saya suka main panjat-panjatan, dan yang di panjat adalah orangtua mereka. Dibanding waktu saya kecil, lingkungan memang sudah beda jauh. Dulu saya biasa manjat banyak pohon di sekitar rumah dan tetangga. <\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span lang=\"en-US\">Mulai dari pohon jambu biji, rambutan, mangga, hingga pohon nangka. Zaman ini sudah beda, adanya tiang listrik sama tiang telepon, mau saya suruh manjat itu, kok ya rasanya nggak tega. Akhirnya ya manjat seadanya saja.<\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span lang=\"en-US\">Menjadi orangtua yang menemani anak main, kadang-kadang dituntut harus serba bisa. Orang yang tadinya tidak pernah nyanyi, akhirnya jadi suka <\/span><span lang=\"en-US\"><i>nembang<\/i><\/span><span lang=\"en-US\"> (bernyanyi). Yang tadinya nggak bisa nggambar, tiba-tiba jadi pelukis.<\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span lang=\"en-US\">Yang paling tenang itu kalau anak cuma minta nonton film kartun. <\/span><span lang=\"en-US\"><i>Yes<\/i><\/span><span lang=\"en-US\"> !! Bisa disambil ngantuk, terus ketiduran deh. Akhirnya anak-anak nonton sendiri.<\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span lang=\"en-US\">Tapi ternyata tidak semudah itu, apalagi filmnya baru. Anak saya, kalau lagi nonton, sama seperti ibunya. Meskipun nonton bareng, film yang sama. Tapi brisiknya minta ampun, selalu tanya dan komentar.<\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span lang=\"en-US\">Makanya, dari pacaran sampai punya anak, saya nggak mau ngajakin istri saya nonton bioskop. Meskipun begitu, saya pernah kok ngajakin istri nonton kuda lumping, dan aman-terkendali! Biarpun brisik, nggak bakal kedengeran kalau ngomong apapun juga. <\/span><span lang=\"en-US\"><i>Hehehe<\/i><\/span><span lang=\"en-US\">.<\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span lang=\"en-US\">Karena terlalu sering nemenin anak main, saya jadi tahu, kalau anak zaman sekarang punya banyak tontonan. Beda banget sama anak jaman <\/span><span lang=\"en-US\"><i>jebot <\/i><\/span><span lang=\"en-US\">(dulu)<\/span><span lang=\"en-US\"><i>, <\/i><\/span><span lang=\"en-US\">yang tontonnya jarang, terbatas, dan itu-itu saja. <\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span lang=\"en-US\">Terlebih lagi kalau nonton film seri harus nunggu semingu biar dapat lanjutannya. Udah ditunggu, eh ternyata ada Liputan Khusus : acara Bapak Presiden Soeharto lagi mancing, rasanya sedih banget anak zaman dulu. <\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span lang=\"en-US\">Tontonan yang paling disukai adalah Pink Fong yang biasanya isinya nanyi-nyanyi. Lagu paling sering diputar untuk adalah Baby Shark. Meskipun saluran lain juga punya lagu yang sama, tapi yang dari Pink Fong tetap terbaik.<\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span lang=\"en-US\">Anak-anak bisa memilih berbagai <\/span><span lang=\"en-US\"><i>genre<\/i><\/span><span lang=\"en-US\"><em> Baby Shark<\/em> dari disko sampai musik oriental bergaya Jepang. Sungguh, pemilik saluran sangat kreatif dan mengerti kesukaan anak-anak.<\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span lang=\"en-US\">Melihat gerakan Fink Fong dan teman-tamannya mengikuti lagu, saya jadi teringat ibu-ibu yang suka senam aerobik di sebelah rumah setiap hari Sabtu. Coba pakai lagu-lagunya Pink Fong, pasti senamnya bakal lebih seru.<\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span lang=\"en-US\">Abis itu, anak-anaknya <a href=\"https:\/\/mojok.co\/yms\/ulasan\/pojokan\/senam-artistik-di-mrt-itu-sudah-betul-kok-malah-di-bully\/\">malah mau ikutan senam<\/a>. Terus acara senam rutin bakal berubah jadi acara <\/span><span lang=\"en-US\"><i>momong<\/i><\/span><span lang=\"en-US\"> anak bareng-bareng. <\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span lang=\"en-US\">Nggak mau ketinggalan, bakul jajan dan mainan anak akan segera mengepung mereka. Dan akhirnya, bakul jilbab, perabot, dan pakaian dalam ikut-ikutan. Acara senam rutin akan berubah jadi pasar <\/span><span lang=\"en-US\"><i>tiban<\/i><\/span><span lang=\"en-US\"> (dadakan) dalam sekejap.<\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span lang=\"en-US\">Tontonan anak yang nggak kalah seru adalah Rainbow Ruby. Dan ini adalah salah satu acara yang paling disukai anak laki-laki saya dibandingkan dengan yang perempuan.<\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span lang=\"en-US\">Film seri ini menceritaka anak perempuan bernama Ruby yang memiliki imajinasi super hebat. Dengan imajinasinya ia bisa menciptakan sebuah desa yang berasal dari mainan di dalam kamarnya. Namanya Desa Pelangi.<\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span lang=\"en-US\">Tapi kalau dipikir lagi, Ruby tidak punya teman sebaya manusia satupun. Setelah saya nonton banyak episode, ternyata dia hanya cuma berkawan dengan teman imajiner dari Desa Pelangi. Sungguh kasihan Ruby ternyata.<\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span lang=\"en-US\">Pantas saja anak saya bisa <\/span><span lang=\"en-US\"><i>klop<\/i><\/span><span lang=\"en-US\"> sama film ini. Karena anak laki-laki saya sangat ramah pada semua hal. Dari sapi, kambing, kucing, sampai pohon kadang dia ajak ngobrol. <\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span lang=\"en-US\">Tidak hanya itu, beberapa kali saya perhatikan anak saya berbicara pada sesuatu yang nggak bisa saya lihat. Itu membuktikan kalau imajinasinya luar biasa. Mungkin inilah yang membuat anak laki-laki saya cocok dengan Ruby.<\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span lang=\"en-US\">Film anak lain yang jadi unggulan adalah <a href=\"http:\/\/peppapig.com\/\">Peppa Pig<\/a>. Kalau film ini, kegemaran anak perempuan saya. Film ini mengulas tentang keseharian keluarga Peppa yang punya adik bernama George, ayahnya Deddy Pig, dan ibunya Mommy Pig.<\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span lang=\"en-US\">Yang paling seru adalah, meskipun berada di dunia hewan, tapi tetap ada hewan yang jadi binatang peliharaan. Peliharaan yang paling sering masuk dalam film ini adalah Niddle si kura-kura yang hobinya manjat pohon, dan <\/span><span lang=\"en-US\"><i>ducks <\/i><\/span><span lang=\"en-US\">para bebek yang suka berenang di kolam.<\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span lang=\"en-US\">Keluarga Peppa memiliki satu hobi yang sama, yaitu <\/span><span lang=\"en-US\"><i>jumping in the muddy paddle <\/i><\/span><span lang=\"en-US\">(berkubang di lumpur). Mungkin ini bakal susah ditiru orangtua zaman ini. Ngliat anak-anak pegang rumput aja biasanya udah langsung disuruh berdiri terus di lap sama tissue basah.<\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span lang=\"en-US\">Selain bercerita mengenai keluarga Peppa, film ini juga masih bisa menonjolkan karakter lainnya. Salah satunya adalah <\/span><span lang=\"en-US\"><i>Miss<\/i><\/span><span lang=\"en-US\"> Rabbit sosok <\/span><span lang=\"en-US\"><i>independent women<\/i><\/span><span lang=\"en-US\"> yang <\/span><span lang=\"en-US\"><i>single, very happy and very bussy<\/i><\/span><span lang=\"en-US\">.<\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span lang=\"en-US\">Pekerjaan yang dimiliki sangat banyak, dari mulai pemadam kebakaran, sopir helikopter, operator mesin daur ulang, penjaga toko, buka stan di pasar malam, penjual es krim, dan banyak kerjaan lainnya. <\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span lang=\"en-US\">Hebatnya, meski banyak kerjaan yang diambil sama <\/span><span lang=\"en-US\"><i>Miss<\/i><\/span><span lang=\"en-US\"> Rabbit, tapi karakter lain juga masih kebagian dapat kerja. Di film ini, kayaknya memang nggak ada yang jadi penganguran. Betapa indahnya hidup di dalam film itu.<\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span lang=\"en-US\">Meski cukup menarik, film ini mungkin tidak akan laku kalau diputar di TV Indonesia. Alasannya, karena tokoh utamanya adalah <\/span><span lang=\"en-US\"><i>pig<\/i><\/span><span lang=\"en-US\"> (babi). Coba kalau binatang lain seperti undur-undur misalnya, pasti akan lebih diterima.<\/span><\/p>\n<p align=\"left\"><span lang=\"en-US\">Main bareng anak, ternyata memang cukup seru. Dan katanya, bisa membantun tumbuh kembang anak loh. Atau mungkin itu alasan saya aja, biar bisa main dan santai. Atau jangan-jangan emang saya yang kurang kerjaan.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Salah satu tugas penting orangtua zaman sekarang adalah nemenin anak main. Sepertinya, emang kurang kerjaan banget orangtua zaman ini.<\/p>\n","protected":false},"author":49,"featured_media":4066,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13080],"tags":[1044,764,954],"class_list":["post-3960","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-personality","tag-main-bareng-anak","tag-orangtua","tag-parenting"],"modified_by":"Ibil S Widodo","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3960","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/49"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3960"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3960\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4066"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3960"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3960"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3960"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}