{"id":394785,"date":"2026-03-09T12:51:51","date_gmt":"2026-03-09T05:51:51","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=394785"},"modified":"2026-03-09T12:51:51","modified_gmt":"2026-03-09T05:51:51","slug":"kursi-berhadapan-kereta-ekonomi-lenyap-hal-hal-ini-akan-hilang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kursi-berhadapan-kereta-ekonomi-lenyap-hal-hal-ini-akan-hilang\/","title":{"rendered":"4 Hal yang Bakal Hilang kalau Kursi Berhadapan Kereta Ekonomi Lenyap"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bulan Ramadan sudah memasuki pekan kedua. Artinya, sebentar lagi kita akan menyambut <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/harian\/kumpul-keluarga-saat-lebaran-terasa-beda-usai-nenek-tiada\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Idulfitri<\/a>. Bagaimana, tiket mudik sudah di tangan, belum?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ngomong-omong soal mudik atau pulang kampung, topik mengenai moda transportasi pasti nggak akan bisa dihindari. Ada banyak pilihan yang bisa kita akses untuk mengunjungi orang tua dan sanak saudara di kampung halaman. Mulai dari kendaraan pribadi, seperti motor dan mobil, lalu kendaraan massal, seperti pesawat, bus, kapal, dan kereta api bisa kita pilih yang sesuai dengan budget dan keperluan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kereta api termasuk moda transportasi yang paling banyak dipilih masyarakat. Buktinya, penjualan tiket untuk pulang kampung saja langsung sold out. Dari banyaknya rangkaian kereta api milik PT KAI, rangkaian kereta ekonomi menjadi yang paling laris. Ia memiliki ciri khusus kursi berhadapan dengan konfigurasi 3-2. Harga tiketnya sangat ramah di kantong para perantau. Jangkauannya pun ada di seluruh pulau Jawa, mulai dari barat ke timur hingga utara ke selatan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kereta api ekonomi akan diperbarui<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, tahukah kamu bahwa kereta api ekonomi ini<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">akan diperbarui<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">? Rangkaian baru ini disebut dengan nama <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/reel\/DVXcGMBCbAd\/?igsh=MThrajJkbWRmdmx5cA%3D%3D\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Rangkaian Kerakyatan<\/a>. Pembaruan gerbong yang dilakukan oleh Balai Yasa Manggarai akan mengubah kapasitas tempat duduk yang awalnya berjumlah 106 buah menjadi 93 tempat duduk.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jumlah tempat duduk yang berkurang itu disebabkan karena nggak akan ada lagi kursi yang berhadapan. Dampaknya, duduk adu dengkul atau duduk mundur yang khas di kereta ekonomi juga akan ikut menghilang. Leg room pun jadi lebih luas. Perubahan lainnya adalah kursinya juga nggak lagi berwarna cokelat nude, tapi diganti dengan warna turkuois. Tapi, konfigurasinya tetap 3-2, ya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Banyak hal yang akan berubah<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika nantinya Rangkaian Kerakyatan resmi beroperasi, akan terasa sekali banyak perubahannya. Bukan hanya soal desain maupun tata letak kursi di dalam gerbong yang akan berubah. Budaya di kereta ekonomi yang autentik dan melekat di benak masyarakat pengguna jasa PT KAI juga akan menghilang.<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Ruang sosial spontan hilang<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di rangkaian lama kereta ekonomi, kita mau nggak mau harus duduk berhadapan dengan penumpang lain yang benar-benar asing buat kita. Ketika duduk berhadapan, paling nggak interaksi kita adalah memberi salam melalui senyum. Kursi yang berhadapan ini juga membuat kita saling lihat dengan penumpang lain. Bahkan nggak menutup kemungkinan juga kita malah jadi ngobrol dengan mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kursi kereta secara seragam menghadap ke depan, interaksi dengan penumpang lain jadi minim. Kita memang masih bisa berinteraksi dengan penumpang di sebelah, tapi intensitasnya tentu nggak sama seperti ketika duduk di kursi berhadapan.<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Konflik di kereta ekonomi akan menipis<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Duduk berhadapan dengan penumpang lain dengan situasi lutut ketemu lutut tentunya sangat rawan menimbulkan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/harian\/naik-kereta-api-ekonomi-dapat-pelajaran-hidup-dan-kehangatan-batin\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">konflik<\/a>. Sudahlah ruang yang kita kuasai kecil, suasana sesak, dan perjalanan lama bisa membuat siapapun tiba-tiba jadi sensi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di ruang kecil dengan akses terbatas untuk kaki ini jugalah kita belajar berdiplomasi. Misalnya, ketika kaki penumpang di seberang \u201cmelanggar batas\u201d, kita belajar untuk mengingatkan. Ketika penumpang di samping kebanyakan gerak atau ngobrol sampai membuat kita terganggu, kita juga berlatih untuk menegur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan kursi yang semua menghadap ke depan dan \u201ctetangga\u201d kita cuma penumpang di sebelah, ruang yang kita kuasai jadi relatif lebih lega (sedikit). Akibatnya perjalanan jadi lebih nyaman dan konflik pun nggak akan sebanyak dulu.<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Pengalaman naik kereta ekonomi akan sama seperti kelas kereta lain<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain kereta ekonomi ini, semua tempat duduk kereta api dari <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/saatnya-kai-menyediakan-gerbong-khusus-kerja-lebih-berguna\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">PT KAI<\/a> menghadap searah laju kereta. Ketika kereta Rangkaian Kerakyatan juga ikutan menghadap ke depan, maka cerita unik dari kursi hadap-hadapan kereta ekonomi bakalan menghilang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa orang mungkin merasa pusing karena duduk mundur, tapi selama delapan jam penuh harus bertahan demi bisa mencapai kota tujuan. Atau mungkin ketika dapat kursi yang menghadap ke belakang, pemandangan di luar jendela juga ikutan datang dari belakang. Nah, ini kan cerita-cerita yang unik.<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 Bagi-bagi makanan nggak akan seramai dulu<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kereta ekonomi itu sarat akan masyarakat yang kolektif. Apalagi jika kita nggak sengaja satu area tempat duduk dengan rombongan ibu-ibu. Mustahil kita akan dibiarkan kelaparan selama perjalanan. Minimal banget mereka akan menawarkan makanan ringan kepada kita. Nggak menutup kemungkinan mereka malah ngasih nasi lengkap dengan lauk pauknya dan mengajak kita makan bersama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi ketika tempat duduk nggak lagi berhadapan, sensasi makan bersama penumpang lain tentu akan hilang. Kita nggak akan lagi makan sambil menonton ekspresi bahagia ibu-ibu ketika berbagi makanan dengan kita. Kini yang bisa kita tatap hanyalah sisi belakang kursi kereta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rangkaian kereta ekonomi lama memang menghadirkan hal yang khas, yang membuat kaki pegal dan \u201cmemaksa\u201d kita berkenalan dengan orang asing.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kereta api Rangkaian Kerakyatan ini merupakan rangkaian tambahan untuk rute Lempuyangan-Pasar Senen (PP) mulai 11 Maret sampai 1 April 2026. Iya, ia masih bersifat tambahan dan belum menjadi rangkaian yang resmi digunakan di seluruh rute. Tapi kalau kamu penasaran dengan kereta ini, penjualan tiket untuk kereta tambahan Lempuyangan-Pasar Senen ini<\/span><a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/DVKq9-CCRHH\/?img_index=3&amp;igsh=MTh0OWZ1Njk3dnlkbw==\"> <span style=\"font-weight: 400;\">sudah dibuka<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> sejak 25 Februari 2026.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau Rangkaian Kerakyatan benar-benar direalisasikan untuk semua kereta api dengan berbagai rute, maka hal-hal yang tadi saya sebutkan mungkin benar-benar akan berubah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: <\/span>Noor Annisa Falachul Firdausi<br \/>\n<span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ka-sri-tanjung-kereta-ekonomi-tempatnya-penumpang-aneh\/\"><b><i>KA Sri Tanjung, Kereta Ekonomi Tempatnya Penumpang-penumpang \u201cAneh\u201d<\/i><\/b><\/a><b><i>.<\/i><\/b><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a> <i><span style=\"font-weight: 400;\">ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kursi berhadapan kereta ekonomi kerap jadi momok penumpang, tapi kalau kursi ini tidak ada, banyak hal akan ikut lenyap. <\/p>\n","protected":false},"author":1077,"featured_media":394852,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[12903],"tags":[19369,22902,214,1154,17870,32757],"class_list":["post-394785","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-otomotif","tag-ka-ekonomi","tag-kai","tag-kereta","tag-kereta-api","tag-kereta-ekonomi","tag-kereta-kerakyatan"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/394785","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1077"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=394785"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/394785\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":394817,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/394785\/revisions\/394817"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/394852"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=394785"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=394785"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=394785"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}