{"id":394418,"date":"2026-03-07T14:13:20","date_gmt":"2026-03-07T07:13:20","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=394418"},"modified":"2026-03-07T14:13:20","modified_gmt":"2026-03-07T07:13:20","slug":"warga-malang-tidak-perlu-marah-kalau-matos-diejek","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/warga-malang-tidak-perlu-marah-kalau-matos-diejek\/","title":{"rendered":"Sebaiknya Warga Malang Tidak Terlalu Marah kalau Matos Disebut sebagai Mall Terkecil, Masih Banyak Urusan Lain yang Lebih Penting"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belakangan tengah ramai menjadi perbincangan di linimasa media sosial saya, seorang perempuan sekaligus pegiat media sosial muda, yang mengaku dari Surabaya, tengah mengabadikan momennya saat berkunjung ke Malang Town Square (Matos).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan kesaksiannya, seorang influencer yang tidak terkenal tersebut, menyebut jika Matos adalah mall terkecil di dunia. Tak tanggung-tanggung, dengan nada dan ekspresi nyinyir yang fasih, influencer itu menyatakan jika dirinya kesulitan mencari makanan enak selama di sana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, yang tak kalah membuat banyak warga Malang geram adalah, perempuan itu melabeli Malang, sebagai \u201cDesa Malang\u201d. Barangkali, menurut penilaiannya, dengan keadaan mall sekaliber Matos, Malang belum sah untuk menyandang gelar kotamadya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Tidak bisa dimungkiri kalau pernyataannya memang menyebalkan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai warga Malang tulen, menonton klip singkat dari video tersebut, memang berhasil membuat saya merinding. Terlebih, ekspresi perempuan itu, seolah memang sengaja untuk memantik siapa pun agar lekas-lekas meninggalkan umpatan di kolom komentar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebab, dalam bahasa Jawa Timuran, sikap yang ditunjukkan perempuan itu, benar-benar \u201ckemenyek\u201d, alias, terlalu sok dan menyebalkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalaupun saya mencoba berprasangka baik dan menganggap semua pernyataan yang dilayangkan influencer itu adalah bentuk guyonan semata, kok rasa-rasanya tidak pas juga, ya. Selain tidak lucu, majas hiperbola yang digunakan juga tidak ditempatkan dengan skala baik. Jadinya ya itu tadi, kesan yang ditangkap oleh orang yang mendengar kalimatnya, bukannya tertawa akan tetapi malah sebal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika saya dibebaskan untuk menduga, penampilan dan ekspresi perempuan itu memang memegang peranan besar sebagai faktor yang menyulut amarah warga Malang. Soalnya, jika benar Matos seburuk itu, sejauh ini saya belum pernah melihat cece-cece yang tinggal di Jalan Dempo, Malang, membuat video yang serupa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal, menurut keyakinan saya, influencer tadi, kalau dilihat secara sekilas dari penampilannya saja, justru memiliki kecenderungan untuk lebih sering berkunjung ke Ramayana Bungurasih ketimbang Pakuwon Mall.<\/span><\/p>\n<h2><b>Tapi, baiknya warga Malang tidak terlalu tersulut emosi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mulanya, saya memang menikmati setiap ujaran kebencian yang ramai-ramai dikirimkan oleh warga Malang kepada perempuan itu. Saya sampai agak keheranan, lantaran banyak dari umpatan itu, seolah selalu menemukan celah baru dari diri influencer tadi, untuk menjadi sumber komedi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, sikap saya ini kemudian berubah total. Tak lama setelah banyak komentar yang tidak lagi menanggapi pernyataan tersebut dengan nada lucu-lucuan. Sebaliknya, beberapa orang justru bangga ketika berhasil menemukan nama lengkap, asal kampus, bahkan sampai alamat asli si pembuat video.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Buat saya, ini sih, sudah kelewatan dan tidak setimpal. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Soalnya, menghina satu mall dan daerah tertentu, tidak bisa menjadi pembenaran untuk tindakan doxing. Sebab, mau disebut seperti apa saja, keadaan di Kota Malang, khususnya Matos, ya tidak akan berubah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan hanya karena ada mbak-mbak iseng yang nyinyir dan bilang kalo Matos adalah mall terkecil di dunia, terus tiba-tiba ukuran Matos beneran menyusut sampai seukuran <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/depotkayutangan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Depot Kayutangan<\/a>, kan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Atau, saya kira juga mustahil sekali, hanya karena influencer itu menganggap Malang lebih cocok disebut sebagai \u201cdesa\u201d, apakah terus kemudian tiba-tiba Kemendagri bakal mengadakan rapat besar-besaran buat mengkaji ulang status Malang sebagai sebuah kota? Kan tidak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makanya, kalo gitu, kenapa kita mesti sampai \u201cmenelanjangi\u201d influencer yang dosanya nggak ngaruh-ngaruh amat ini coba?<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-alasan-malang-nggak-perlu-bangun-mall-baru\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>BACA JUGA: 4 Alasan Malang Nggak Perlu Bangun Mall Baru<\/strong><\/a><\/p>\n<h2><b>Masih banyak urusan penting yang perlu mendapat atensi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Suka tidak suka, kita semua masih memegang status kewarganegaraan WNI, loh. Artinya, masih terlalu banyak problem, yang jauh lebih penting untuk kita awasi dan kalau perlu kita sumpah serapahi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebut saja Reformasi Polri yang masih belum pernah diseriusi. Sampai-sampai masih banyak nyawa melayang sia-sia karena oknum yang terlalu banyak itu. Atau proyek MBG dan Koperasi Merah Putih yang minim transparansi serta berpotensi besar untuk berjalan menjauh dari tujuan asli mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah ini. Ini yang menurut saya jauh lebih penting buat mendapat atensi kita semua.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Okelah, kalau kalian adalah seorang konten kreator juga. Yang mana, menanggapi video hinaan tersebut, berkemungkinan besar akan mengundang angka engagement yang begitu tinggi. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, kalau kalian adalah warga sipil biasa, yang cuma cape dan nggak dapet apa-apa tiap habis marah-marah, ya sudah. Tidak ada untungnya untuk marah berlebihan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya kira, akan jauh lebih baik kalau kita melihat ini sebagai fenomena lucu-lucuan berupa aksi konyol dari orang yang tidak tahu sopan santun di daerah orang saja\u2014yang mana, tidak akan berpengaruh pada martabat warga Malang sendiri. Tidak lebih.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Ahmad Fahrizal Ilham<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/urban\/alasan-orang-surabaya-suka-ke-malang-meski-punya-mal-mewah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Malang Dihina \u201cDesa\u201d, padahal Tempat Pelarian Terbaik bagi Orang Kota Surabaya yang Stres meski Punya Mal Mewah<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mau disebut seperti apa saja, keadaan di Kota Malang, khususnya Matos, ya tidak akan berubah. Hinaan tidak akan mengubah apa-apa.<\/p>\n","protected":false},"author":2542,"featured_media":394619,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[1800,10740,32729,3503],"class_list":["post-394418","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-influencer","tag-kota-malang","tag-malang-town-square","tag-matos"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/394418","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2542"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=394418"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/394418\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":394620,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/394418\/revisions\/394620"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/394619"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=394418"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=394418"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=394418"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}