{"id":394261,"date":"2026-03-04T09:56:37","date_gmt":"2026-03-04T02:56:37","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=394261"},"modified":"2026-03-04T09:56:37","modified_gmt":"2026-03-04T02:56:37","slug":"rukun-islam-paling-sulit-dilakukan-bukan-naik-haji-tapi-syahadat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/rukun-islam-paling-sulit-dilakukan-bukan-naik-haji-tapi-syahadat\/","title":{"rendered":"Setelah Melewati Banyak Derita, Saya Yakin Rukun Islam yang Paling Sulit Dilakukan itu Bukan Naik Haji, tapi Mendirikan Syahadat"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dulu, saya belajar rukun Islam dari Pak Ustaz dan guru agama di sekolah. Saya hafal, bahkan di luar kepala. Maklum, rukun Islam ini jadi langganan soal ujian.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau sekarang, masih ingat nggak? Harusnya sih masih, ya. Minimal, <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Rukun_Islam\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ingat kelima-limanya<\/a> meski harus mikir dikit untuk urutan. Atau, jangan-jangan sudah berada di luar kepala yang sesungguhnya? Alias, lupa? Hahaha\u2026 Begitulah. Apa yang pernah ada di kepala memang bisa semudah itu untuk terlupa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Baiklah, mari kita ingat lagi. Rukun islam itu ada 5: bersyahadat, mendirikan salat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadan, dan pergi haji bagi yang mampu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sepintas, dari kelima ini, pergi haji menjadi rukun Islam yang paling sulit. Dan apakah itu salah? Nggak juga. Dulu saya juga mikirnya begitu. Tepatnya, sebelum saya melewati banyak sekali peristiwa jatuh dan bangun karena dunia.<\/span><\/p>\n<h2><b>Pergi haji memang sulit, tapi bukanlah yang tersulit\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika seorang muslim mau menunaikan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ibadah-haji-dan-waiting-list-yang-semakin-panjang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ibadah haji<\/a>, kita harus menyiapkan banyak hal. Pertama, jelas soal biaya. Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2026, rata-rata, Rp87,4 juta per jemaah, dengan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang dibayar langsung oleh jemaah sekitar Rp54,19 juta. Duit gede itu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nggak semua orang cukup bersin saja untuk dapat duit segitu. Ada yang sampai harus jual sawah, atau menabung hingga berdarah-darah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masalahnya, punya duit pun, belum tentu bisa langsung menunaikan rukun Islam ini. Calon jemaah haji harus berhadapan dulu dengan antrean keberangkatan yang saking panjangnya, kadang calon jemaah sudah keburu dipanggil Sang Kuasa. Definisi mampu, tapi belum terpanggil.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara fisik juga, haji itu luar biasa berat. Harus tawaf di tengah lautan manusia, wukuf di bawah terik matahari yang menyengat, hingga melontar jumrah yang menguras energi. Belum tentu semua orang punya fisik yang tangguh untuk menjalani itu semua. Jadi, ya, wajar kalau kita sering merasa bahwa haji adalah rukun Islam yang paling berat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi lagi-lagi, semakin dewasa, saya semakin menyadari bahwa pergi haji itu sulit, tapi ia bukanlah yang paling sulit. Karena rukun Islam yang paling sulit, sejatinya adalah yang menjadi akar dari segala-galanya. Yaitu, syahadat.<\/span><\/p>\n<h2><b>Syahadat bukan semata simbol login<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalian mungkin bertanya-tanya. Kok bisa mengucapkan syahadat yang \u201ccuma\u201d Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna muhammadarrasulullah itu sulit? Kan cuma modal mangap doang. Nggak butuh duit, ngapain harus bikin visa, tak perlu juga aktivitas fisik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hmm, modal mangap doang katanya. Iya, sih. Mengucapkan syahadat sebagai salah satu rukun Islam memang hanya butuh waktu beberapa detik. Tapi menghidupkannya?\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya Allah, itu benar-benar perjuangan seumur hidup. Berbeda dengan naik haji yang diberi tanda bintang kecil \u201cBagi yang mampu\u201d, syahadat menjadi rukun Islam yang harus diamalkan setiap detik, tanpa jeda, hingga nafas terakhir tiba.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Syahadat ini bukan semata soal <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/rae-lil-black-sudah-masuk-islam-kalian-kapan-tobat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">login<\/a> ke Islam, ya. Tapi, syahadat adalah soal keyakinan mutlak di dalam hati bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan dan bahwa Nabi Muhammad adalah rasul utusannya. Nah, yang bikin sulit adalah, hati manusia ini seringkali seperti air: mudah sekali beriak, mudah sekali dibolak-balikkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Bukti syahadat itu menjadi rukun Islam paling sulit<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya jadi ingat saya pernah mewek gara-gara duit ilang. Marah karena merasa dicurangi juga pernah. Dan sering pula kepala ini migrain karena mikir tentang masa depan. Bagaimana kalau begini dan bagaimana kalau begitu, dan seterusnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pokoknya, hati sama pikiran isinya cuma kecemasan-kecemasan duniawi saja. Termasuk, ketika masalah menimpa bertubi-tubi. Bisa-bisanya diri ini dengan entengnya mengeluh, &#8220;Kenapa harus aku ya, Rabb? Kenapa?\u201d\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kan aneh, ya? Di mana syahadat saya saat itu? Kalaulah syahadat itu benar-benar tertanam di hati, seharusnya saya tidak perlu cemas dengan badai yang terjadi, sehebat apapun itu. Dan kalaulah syahadat itu benar sudah tertanam di hati, seharusnya tak ada lagi ruang untuk mempertanyakan kehendak-Nya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nyatanya? Ya begitulah. Susah banget mau istiqamah mewujudkan rukun Islam ini. Di situlah saya merasa sangat gagal. Syahadat saya ternyata belum meresap ke hati. Ini jadi bukti bahwa syahadat adalah rukun Islam yang paling sulit.<\/span><\/p>\n<h2><b>Tentang syahadat rasul<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu baru poin syahadat tauhid (Asyhadu an laa ilaaha illallaahu), ya. Belum soal syahadat rasul (Wa asyhadu anna muhammadarrasulullah).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi gini. Saya haqqul yaqin, Nabi sebagai sosok mulia, nggak pernah ngrasani orang lain. Nabi juga pasti betah berlama-lama membaca Al-Quran. Dan saya yakin pula, Nabi nggak pernah ngarep pujian untuk hal baik yang sudah dilakukan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lha saya? Kalau ada teman yang kasih pembukaan, \u201cEh, tahu nggak, sih?\u201d saya langsung menggeser kursi biar makin afdal. Trus kalau baca Al-Quran, baru berapa halaman sudah ngantuk. Giliran nonton drakor, bisa berjam-jam. Trus kalau berbuat sesuatu, ngarep banget supaya mendapat pujian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau sudah begitu, lantas, apa arti syahadat rasul yang selama ini terucap ketika salat? Apakah hanya sebatas teles-teles lambe alias formalitas saja? Bukankah seharusnya, syahadat rasul itu mampu membawa diri ini untuk meneladani sifat-sifat Nabi? Nyatanya? Ya, gitu deh. Kadang ingat, seringnya nggak. Menyedihkan sekali memang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akkkk. Pengin nangis sumpah. Sesusah itu ternyata menjaga syahadat.<\/span><\/p>\n<h2><b>Setiap hari adalah peperangan untuk menjaga syahadat sebagai rukun Islam<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada akhirnya, saya benar-benar yakin bahwa syahadat adalah rukun Islam yang paling sulit. Secara tidak langsung, setiap detik, setiap tarikan nafas adalah peperangan untuk menjaga sejauh mana kita mampu menjaga syahadat kita.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat saya memilih untuk berbohong demi keuntungan kecil, ketika merasa iri dengan nikmat orang lain, dan khususnya ketika terlalu cemas dengan masa depan, di situ sebenarnya syahadat saya sedang mendapat ujian.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pantas saja jika syahadat ditempatkan di nomor satu. Karena sejatinya, syahadat adalah kunci dari rukun-rukun yang lain. Ketika rukun Islam yang pertama mampu kita jaga, maka pintu-pintu rukun yang lain akan terbuka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semoga kita selalu dimudahkan untuk menjaga syahadat kita dimanapun kita berada ya. Bumi sudah semakin tua, dan bisa apa kita tanpa perlindungan-Nya?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/rukun-iman-ada-6-wajib-dipelajari-umat-muslim\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Rukun Iman Ada 6, Wajib Dipelajari Umat Muslim<\/a><br \/>\n<\/b><\/p>\n<p class=\"p1\"><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>\u00a0ini\u00a0<\/i><\/a><i>ya.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Setelah semua kesulitan dalam hidup, pada akhirnya, saya benar-benar yakin bahwa syahadat adalah rukun Islam yang paling sulit.<\/p>\n","protected":false},"author":613,"featured_media":394262,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[13080],"tags":[32693,32697,32694,32695,32696,32699,32700,32698,32691,32692,32701],"class_list":["post-394261","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-personality","tag-5-rukun-islam","tag-berpuasa-di-bulan-ramadan","tag-bersyahadat","tag-mendirikan-salat","tag-menunaikan-zakat","tag-naik-haji","tag-pergi-haji","tag-pergi-haji-bagi-yang-mampu","tag-rukun-islam","tag-rukun-islam-ada-berapa","tag-syahadat-rasul"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/394261","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/613"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=394261"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/394261\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":394264,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/394261\/revisions\/394264"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/394262"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=394261"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=394261"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=394261"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}