{"id":393782,"date":"2026-03-01T08:48:03","date_gmt":"2026-03-01T01:48:03","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=393782"},"modified":"2026-02-28T22:49:13","modified_gmt":"2026-02-28T15:49:13","slug":"pemkab-bangkalan-madura-diisi-oleh-pejabat-lebay","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pemkab-bangkalan-madura-diisi-oleh-pejabat-lebay\/","title":{"rendered":"Pemkab Bangkalan Madura Diisi oleh Pejabat Lebay, Banyak Ritual Cuma Pengen Dapat Pujian!"},"content":{"rendered":"<p><em>Pejabat Pemkab Bangkalan kenapa sih?<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sudah sejak awal, hubungan rakyat dan pejabat pemerintah itu ibarat majikan dan pelayannya. Rakyat sebagai majikan, pejabat pemerintah sebagai pelayan. Mereka melayani rakyat dengan baik, kami pun menggaji mereka dengan baik melalui pajak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wes, cukup itu saja transaksi antara keduanya. Nggak ada yang lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, Gaes, untuk kasus pejabat pemerintah di kabupaten saya, Bangkalan Madura, beda lagi. Pejabat di sini itu sudah digaji, masih juga pengen dipuji. Kebayang tidak, kalian di rumah punya pembantu, sudah digaji dengan baik, tapi kelakuannya hanya caper aja ke kalian. Bukannya kagum, kalian pasti melihatnya malah cringe, aneh, bin nggak jelas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, itulah yang saya rasakan melihat kelakukan pejabat di Kabupaten Bangkalan. Saking ingin dipujinya, kinerja mereka terlihat lebay.<\/span><\/p>\n<h2><b>Bikin pasar murah, tapi yang datang cuma pejabat daerah Bangkalan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kelakuan caper pertama yang baru saja terjadi, bisa dibilang juga mengundang emosi, yakni program pasar murah. Minggu lalu, Pemkab Bangkalan sempat mengadakan Gerakan Pasar Murah. Entah, program ini sudah dikaji atau sekedar ritual bulan Ramadan saja, saya tidak tau sih. Tapi hasilnya nol, pasar murahnya sepi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak hanya sampai di situ, Pemkab Bangkalan akhirnya mengeluarkan strategi baru.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Minggu ini pasar murah ini diadakan lagi. Bedanya, pemkab membuat<\/span><a href=\"https:\/\/www.koranmadura.com\/2026\/02\/dprd-bangkalan-soroti-imbauan-opd-hadiri-pasar-pangan-murah\/\"> <span style=\"font-weight: 400;\">surat edaran<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> agar semua pejabat di Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) Bangkalan menghadiri acara tersebut. Jelas, ini supaya keliatan ramai aja, sebab minggu sebelumnya pasar murahnya gagal. Kalau kita renungkan, ini adalah keputusan yang tidak bijak. Penguasa malah terlihat memanfaatkan wewenangnya hanya untuk menyembunyikan kegagalan program mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Haduh, de\u2019emma pak\/bu? Makanya, Pak, kalau nggak penting nggak usah diadain. Kaji dulu programnya! Jangan seremonial mulu.<\/span><\/p>\n<h2><b>Apa fungsi ngucapin selamat 1 tahun kepemimpinan?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal lebay berikutnya yang bikin saya mual adalah ucapan selamat untuk 1 tahun kepemimpinan. FYI, kepemimpinan Bupati Bangkalan dimulai 20 Februari tahun lalu. Nah, memasuki satu tahun kepemimpinannya kemarin, banyak akun resmi OPD di Bangkalan yang ngucapin selamat dan sukses atas 1 tahun kepemimpinannya!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mohon maaf, tapi tolong jelasin, ini urgensinya bagi kemajuan kabupaten kita apa sih. Alay banget!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang berhak mengapresiasi dan memuji kinerja pejabat pemerintah itu cuma satu, yakni rakyat. Berhasil nggaknya pemkab itu rakyat yang berhak menilai. Kalian-kalian ini tugasnya pun hanya satu, yakni fokus kerja saja. Tidak perlu disibukkan dengan bikin pamflet ucapan 1 tahun kepemimpinan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini kaya, kalian kerja sendiri, saking nggak ada yang muji, kalian akhirnya muji-muji sendiri. Kasian sekali!<br \/>\n<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bangkalan-madura-nggak-bisa-kasih-7-hal-ini-kepada-warga\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>BACA JUGA: 7 Hal Biasa tapi Pemkab Bangkalan Madura Nggak Bisa Kasih buat Warga, Bukti kalau Kabupaten Ini Nggak Punya Apa-apa<\/strong><\/a><\/p>\n<h2><b>Kurangi drama, tingkatkan kinerja<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terakhir, saya katakan, kalian harus tahu bahwa akun media sosial pemkab itu adalah akun instansi bukan akun pribadi. Jadi, kurang pas jika<\/span><a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/kabupaten_bangkalan\/?hl=en\"> <span style=\"font-weight: 400;\">akun media sosial<\/span><\/a> <span style=\"font-weight: 400;\">pemkab dibuat untuk bikin laporan kalau bupati dan wakil bupatinya lagi darusan. Apa untungnya coba, apakah dengan postingan tersebut warga kita akan tobat, angka kriminal akan turun, curanmor hilang dari bumi Bangkalan? Tidak semudah itu, Ferguso.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semua kekacauan yang ada di kabupaten ini tidak akan hilang cuma dengan postingan instagram, tapi dari kinerja pejabat pemerintahnya yang bisa diandalakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya, sekali lagi, daripada bapak\/ibu pejabat ini sibuk cari perhatian tapi nggak ada manfaatnya, malah ujung-ujungnya terlihat lebay, mending fokus saja perbaiki kinerja kalian. Rakyat Bangkalan tetap gini-gini saja ini bukan karena apa, ya karena pejabat pemerintahnya belum serius kerjanya. Dosa loh, pak\/bu. Intinya, kurang-kurangi deh kelakuan-kelakuan sok pengen dipuji itu! Percuma!<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Abdur Rohman<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bangkalan-madura-gambaran-nyata-kawasan-metropolitan-paling-gagal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bangkalan Madura, Gambaran Nyata Kawasan Metropolitan Paling Gagal, Bukannya Berkembang Malah Makin Timpang<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Yang saya rasakan saat melihat kelakukan pejabat di Kabupaten Bangkalan itu begini: saking ingin dipujinya, kinerja mereka terlihat lebay.<\/p>\n","protected":false},"author":2507,"featured_media":335874,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[32640,22434,27485,32639,32638],"class_list":["post-393782","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-1-tahun-kepemimpinan-bupati-bangkalan","tag-bangkalan-madura","tag-bupati-bangkalan","tag-pasar-murah-bangkalan","tag-pemkab-bangkalan"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/393782","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2507"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=393782"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/393782\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":393853,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/393782\/revisions\/393853"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/335874"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=393782"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=393782"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=393782"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}