{"id":393703,"date":"2026-02-28T08:01:58","date_gmt":"2026-02-28T01:01:58","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=393703"},"modified":"2026-02-27T23:23:59","modified_gmt":"2026-02-27T16:23:59","slug":"bayar-parkir-liar-di-malang-nggak-dijagain-tapi-sungkan-kalau-nggak-dibayar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bayar-parkir-liar-di-malang-nggak-dijagain-tapi-sungkan-kalau-nggak-dibayar\/","title":{"rendered":"Bayar Parkir Liar di Malang: Nggak Dijagain, tapi Sungkan kalau Nggak Dibayar"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai orang asli Malang dan sering wira-wiri di Malang, bayar parkir liar menjadi kebiasaan yang sudah membudaya dan sudah dianggap sangat biasa. Ketika keluar rumah, uang Rp2.000 atau dua ribu perak jadi sangat krusial, itu berfungsi sebagai &#8216;jimat keselamatan&#8217; yang wajib diselipkan di saku celana tiap kali keluar rumah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menyiapkan uang paling nggak sebesar dua ribu perak untuk bayar parkir liar itu sudah seperti menjadi kewajiban ketika keluar rumah. Itu sudah terhitung sebagai ongkos yang harus ditanggung ketika keluar rumah.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kaget kok ada yang protes pungutan parkir liar<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di media sosial belakangan ini, kita sudah nggak asing dengan konten-konten yang mempermasalahkan pungutan parkir liar ini. Apalagi ketika bayar parkir liar, lalu di karcis atau di tiang ada tulisan &#8220;kehilangan barang bukan tanggung jawab kami&#8221;, yang semakin membuat orang makin geram dan mempermasalahkan bayar parkir liar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya termasuk orang yang sempat kaget ketika melihat media sosial yang menganggap <a href=\"https:\/\/www.hukumonline.com\/klinik\/a\/bayar-parkir-di-depan-rumah-sendiri--lt5099bc1c0972e\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">bayar parkir liar itu sebagai hal yang salah<\/a>. Saking kagetnya, saya sampai membatin: &#8220;Lho, di daerah lain ternyata bayar parkir bisa jadi masalah.&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal itu biasa terjadi karena kebiasaan bayar parkir liar di Malang sudah sangat mengakar. Dan di Malang bahkan ada eranya ketika bayar parkir liar lalu mendapat karcis bertuliskan &#8220;kehilangan barang bukan tanggung jawab kami&#8221;.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kayutangan-malang-nggak-pernah-berubah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>BACA JUGA: Kayutangan Ternyata Nggak (Pernah) Berubah: Macet dan Parkir Masih Jadi Masalah Pelik meski Berkali-kali Dikritik<\/strong><\/a><\/p>\n<h2><b>Bayar parkir liar di Malang itu demi kerukunan bersama<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya melihat bahwa kebiasaan bayar parkir liar di Malang ini seperti sudah menjadi budaya. Bahkan akan terasa sedikit aneh bagi orang Malang jika terdapat tempat parkir gratis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, kadang-kadang ada juru parkir (jukir) liar yang hanya menunggu di depan pintu keluar parkir dan nggak blak-blakan minta uang untuk bayar parkir. Dari situ sebenarnya bisa saja kita tancap gas dan kabur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi ya gitulah, rasa sungkan khas orang Malang itu sialnya muncul tiba-tiba dan tetap saja pengendara bayar parkir liar. Walaupun tahu kadang ketika keluar parkir pun nggak dibantu oleh jukir itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ditambah kadang juga ada jukir yang jutek jika pengendara mengabaikan keberadaannya. Walaupun jukir itu sendiri nggak bilang apa-apa dan tetap diam saja berharap pengendara bayar parkirnya dengan ngode-ngode. Sudah kayak orang pacaran aja, suka ngode-ngode.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika pengendara nggak membawa uang lebih untuk bayar parkir, biasanya pengendara akan menghindari berkunjung ke tempat yang ada jukir liar. Misal jika ingin pergi ke supermarket membeli sesuatu, tapi nggak ada uang lebih untuk bayar parkir liar, pergi ke supermarket itu bisa ditunda nanti hingga ada uang kecil untuk bayar parkir liar.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tukang-parkir-kafe-di-malang-layak-dihargai-mahal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>BACA JUGA: Tukang Parkir Kafe di Malang Layak Dihargai Mahal, Tukang Parkir Daerah Lain Harus Belajar dari Mereka!<\/strong><\/a><\/p>\n<h2><b>Kebiasaan yang sudah kelamaan dibiarkan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keberadaan konten-konten di media sosial yang mempermasalahkan bayar parkir liar ini mungkin aneh bagi orang Malang karena mereka sudah sangat terbiasa dengan itu. Tapi itu juga bisa menjadi bahan untuk mempertanyakan kebiasaan bayar parkir di Malang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau dipikir-pikir, kebiasaan bayar parkir liar ini terdengar lucu. Kita bayar parkir liar kadang-kadang lebih karena ada jukir yang cuma berdiri menunggu, tanpa inisiatif membantu kita seperti membantu mengeluarkan sepeda motor misalnya. Saya melihatnya bayar parkir liar ini lebih tepat disebut &#8220;biaya kerukunan&#8221;, karena menjaga agar jukirnya nggak jutek ke kita dan kita juga terhindar dari rasa bersalah karena budaya sungkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan bagi saya, kekagetan orang Malang ketika bayar parkir liar ini dipermasalahkan terutama di media sosial ini perlu. Ini biar kita nggak terus-terusan menganggap hal yang membudaya sebagai sesuatu yang otomatis benar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi gimana? Apakah uang dua ribu perak untuk bayar parkir liar itu worth it?<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Farhan Madinanta Adyatma<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/malang-kota-wisata-parkir-tiap-sudut-kota-kini-dikuasai-tukang-parkir\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Malang Kota Wisata Parkir: Tiap Sudut Kota Kini Dikuasai Tukang Parkir, Semakin Nggak Nyaman<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebagai orang asli Malang dan sering wira-wiri di Malang, bayar parkir liar menjadi kebiasaan yang sudah membudaya dan sudah dianggap sangat biasa.<\/p>\n","protected":false},"author":3174,"featured_media":293434,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[32627,985,32625,32626],"class_list":["post-393703","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-hukum-parkir-liar","tag-malang","tag-parkir-liar-di-malang","tag-tempat-bebas-parkir-liar-di-malang"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/393703","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3174"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=393703"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/393703\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":393739,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/393703\/revisions\/393739"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/293434"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=393703"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=393703"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=393703"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}