{"id":393649,"date":"2026-02-28T17:54:47","date_gmt":"2026-02-28T10:54:47","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=393649"},"modified":"2026-02-28T17:56:09","modified_gmt":"2026-02-28T10:56:09","slug":"dosa-penjual-tongseng-kambing-yang-merusak-rasa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/dosa-penjual-tongseng-kambing-yang-merusak-rasa\/","title":{"rendered":"Dosa Penjual Tongseng Kambing yang Merusak Rasa dan Mengecewakan Pembeli"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berasal dari Yogyakarta membuat saya tahu betul mana olahan daging kambing yang enak dan biasa aja. Maklum, selain Solo, Jogja terkenal akan <\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/jbt\/jogja-gila-kambing\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">olahan daging kambingnya<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> yang menggoda. Salah satu yang paling banyak digemari adalah tongseng kambing.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi yang belum tahu, tongseng adalah makanan semacam gulai daging dengan bumbu yang kuat. Daging yang digunakan sebenarnya bisa daging sapi, domba, kerbau, tapi yang paling umum dan terkenal adalah daging kambing.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hidup di Jogja membuat saya tahu kekurangan atau kesalahan yang kerap dilakukan penjual tongseng kambing. Kesalahan yang biasanya sepele, tapi bisa merusak rasa. Entah kesalahan itu murni ketidaktahuan atau disengaja demi mempertebal margin keuntungan, pembeli sebaiknya lebih waspada akan \u201cdosa\u201d para penjual tongseng kambing ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Daging kambing terlalu keras atau lembek<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tekstur daging kambing yang terlalu keras atau <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-cara-bikin-daging-empuk-tanpa-presto-cocok-buat-anak-kos\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">alot<\/a> menjadi kesalahan yang paling sering terjadi. Selain daging tua, kesalahan cara memasak juga bisa merusak tekstur daging. Itu mengapa, selain pandai memilih daging, penjual seharusnya mahir juga dalam mengolah kambing.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dua kemampuan itu harus berjalan berdampingan. Jangan sampai tongseng kambing yang tersaji di meja pembeli alot dan sulit dikunyah. Seenak apapun rasanya, tongseng jadi terasa kurang nikmat gara-gara teksturnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Membiarkan sayuran pada tongseng kambing layu<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tongseng kambing yang nikmat itu isinya tidak hanya daging dan kuah. Di dalamnya ada sayur kol yang berguna menambah tekstur dan rasa segar agar hidangan tidak monoton. Jadi, jelas ya, sayur kol punya fungsi, bukan sekadar hiasan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu mengapa, hendaknya sayur kol masih dalam keadaan segar ketika dihidangkan. Jangan sampai sayur lembek, layu, dan hambar agar tidak merusak keseimbangan rasa. Lidah pembeli ingin gigit kol segar sebagai kontras daging dan kuah, bukan tekstur soggy tanpa rasa.<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Rasa daging lenyap karena bumbu terlalu kuat<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bisa dibilang<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">tongseng itu makanan yang tricky. Daging kambing mesti diolah sedemikian rupa agar <a href=\"https:\/\/www.bbc.com\/indonesia\/articles\/c5yq0dpqwx9o\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">bau prengus hilang<\/a>. Salah satunya menggunakan banyak bumbu agar bumbunya tersalurkan. Jadi, penjual harus meracik bumbu untuk menciptakan rasa gurih, asing, dan manis yang pas. Di sisi lain, racikan bumbu itu juga tidak boleh terlalu kuat agar tidak menghilangkan rasa daging kambing.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ribet kan? Tapi itulah seninya mengolah daging kambing.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 Kuah tongseng kambing terlalu encer seperti sup<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain daging, kuah adalah elemen penting lain dalam seporsi tongseng kambing. Kuah tidak boleh terlalu encer seperti sup. Kuah mesti sedikit kental agar bisa berpadu dengan baik dengan daging kambing dan sayuran.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tongseng kambing juga tidak cocok disajikan dengan kuah yang terlalu kental. Kuah seperti ini biasanya terlalu banyak kecap atau santan sehingga menyelamurkan rasa dagingnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain tekstur kuah, hal yang tidak kalah penting lainnya adalah perbandingan antara porsi kuah dan daging dalam sepiring tongseng kambing. Jangan sampai dagingnya terlalu sedikit karena bisa dianggap tongseng overprice. Jangan pula kuahnya terlalu sedikit karena bisa mengurangi tekstur dan rasa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Satu hal lain yang nggak kalah penting, sajikan tongseng kambing selagi kuahnya hangat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah, 4 dosa para penjual tongseng kambing yang mengecawakan pembeli. Ingat, bagi <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/kuliner\/menjajal-tiga-kuliner-kambing-khas-jogja-bumbu-sederhana-yang-bersaing-dengan-solo\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">penggemar olahan kambing<\/a>, seporsi tongseng kambing itu karya seni. Itu mengapa, penjual sebaiknya perhatikan baik-baik seporsi tongseng yang disajikan agar tidak kena hujat dan kehilangan pembeli.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Fransisca Tiara Dwi Sherlitawati<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><b>\u00a0<\/b><\/p>\n<p><b>\u00a0BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/pojokan\/dosa-pedagang-sate-kambing-yang-sulit-dimaafkan-pembeli\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">5 Dosa Besar Pedagang Sate Kambing yang Merugikan Pembeli dan Sulit Dimaafkan<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banyak &#8220;dosa&#8221; yang biasa dilakukan penjual tongseng kambing seperti daging alot, bumbu terlalu kuat, hingga kuah terlalu encer atau kental. <\/p>\n","protected":false},"author":3194,"featured_media":393823,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[12909],"tags":[2452,115,2229,32634,32633,32632],"class_list":["post-393649","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kuliner","tag-daging-kambing","tag-jogja","tag-kambing","tag-olahan-daging-kambing","tag-tongseng","tag-tongseng-kambing"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/393649","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3194"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=393649"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/393649\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":393824,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/393649\/revisions\/393824"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/393823"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=393649"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=393649"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=393649"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}