{"id":393197,"date":"2026-02-24T15:18:24","date_gmt":"2026-02-24T08:18:24","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=393197"},"modified":"2026-02-24T15:18:24","modified_gmt":"2026-02-24T08:18:24","slug":"unnes-semarang-kampus-elit-parkiran-sulit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/unnes-semarang-kampus-elit-parkiran-sulit\/","title":{"rendered":"UNNES Semarang Rajin Menambah Mahasiswa, tapi Lupa Menyediakan Parkiran yang Cukup"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejak resmi menyandang status mahasiswa UNNES Semarang, saya baru sadar bahwa perjuangan akademik ternyata punya bab tambahan yang tidak tertulis di buku panduan, yaitu soal parkiran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kampus boleh bangga dengan peningkatan kuota mahasiswa baru tiap tahun, lengkap dengan spanduk penerimaan yang makin keren desainnya. Tapi ada satu arena yang pertumbuhannya terasa stagnan yaitu lahan untuk sekadar menaruh motor dengan tenang. Di UNNES Semarang, datang lebih awal sering kali bukan bentuk ambisi akademik, melainkan strategi bertahan hidup.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tulisan ini bukan sedang mempersoalkan semangat kampus berkembang. Melainkan mencatat ironi sederhana ketika mahasiswa terus bertambah, parkiran tetap setia pada luasnya yang dulu, dan kami yang muter-muter inilah yang paling paham rasanya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Datang lebih pagi demi parkir, bukan demi prestasi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya pernah datang ke kampus 1 jam lebih awal, bukan karena ingin mengejar masa depan, tapi karena ingin mengejar lahan kosong. Di UNNES Semarang, niat jadi mahasiswa rajin sering kalah oleh trauma muter parkiran tiga kali tanpa hasil. Datang mepet itu bukan soal telat presensi, tapi soal siap-siap jadi atlet putar balik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lucunya, rasa bahagia menemukan satu slot kosong itu lebih nyata daripada dapat nilai A. Motor berdiri rapi, hati tenang, hidup terasa plong. Padahal baru jam sembilan pagi dan energi sudah terkuras setengah mati. Belum masuk kelas, tapi sudah merasa memenangkan olimpiade parkir tingkat fakultas.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-keanehan-unnes-semarang-yang-nggak-ada-di-kampus-lain\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>BACA JUGA: Kampus bak Kebun Binatang hingga \u201cJalur Gaza\u201d, Hal-hal Seputar UNNES Semarang yang Nggak Lumrah di Kampus Lain<\/strong><\/a><\/p>\n<h2><b>Parkiran UNNES Semarang penuh, kreativitas mahasiswa ikut tumbuh<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika parkiran sudah penuh, mahasiswa mendadak jadi arsitek improvisasi. Sela sempit yang tadinya mustahil tiba-tiba terlihat seperti peluang emas. Motor bisa miring sedikit, geser sedikit, yang penting masuk dulu urusan aman belakangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya pernah parkir di posisi yang kalau dilihat lagi rasanya seperti menantang takdir. Tapi di UNNES, khususnya <a href=\"https:\/\/unnes.ac.id\/fisip\/id\/beranda\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">FISIP,<\/a> keberanian kadang lahir dari kepepet. Kami belajar satu hal penting yaitu kreativitas bukan cuma lahir dari tugas presentasi, tapi juga dari rasa panik yang konsisten.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ironisnya, Setiap tahun kampus dengan bangga mengumumkan peningkatan kuota mahasiswa baru. Saya ikut senang, tanda kampus makin diminati. Hanya saja, parkiran tampaknya tidak ikut rapat evaluasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mahasiswa bertambah drastis, tapi luas lahan tetap setia pada ukuran lamanya, kalaupun ditambah, tetap masih tidak mencukupi. Rasanya seperti mengundang satu angkatan penuh ke kos tanpa beli tikar tambahan. Yang akhirnya terjadi bukan kehangatan, tapi himpit-himpitan yang penuh kepasrahan.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-hal-yang-wajar-di-unnes-tapi-nggak-lumrah-di-kampus-lain\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>BACA JUGA: Ketemu Monyet hingga Kuliner Pinggir Jurang, Hal-hal yang Wajar di UNNES Semarang, tapi Nggak Lumrah di Kampus Lain<\/strong><\/a><\/p>\n<h2><b>Kampus berkembang, kenyamanan masih tertinggal<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mencari parkir di jam sibuk itu seperti ikut permainan strategi tanpa tutorial. Mata harus cepat menangkap motor yang hendak keluar. Begitu ada satu orang mengarah ke motor yang diparkirkan, kami siaga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kadang saya merasa perjuangan lolos seleksi masuk UNNES lebih manusiawi daripada perjuangan parkir hari Senin-Kamis. Minimal waktu tes, saya tahu kapan selesai. Kalau parkir, tidak ada kepastian selain muter dan berharap ada yang keluar duluan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">UNNES terus berkembang, itu tidak bisa dimungkiri. Gedung makin banyak, mahasiswa makin ramai, spanduk penerimaan makin mentereng. Tapi yang konsisten ya parkiran. Tiap tahun ya segitu-segitu aja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kami paham kampus punya banyak prioritas besar. Tapi setiap kali muter sambil menahan emosi, rasanya sulit tidak berpikir sederhana. Sebab sebelum bicara soal visi internasional dan akreditasi unggul, mahasiswa cuma ingin satu hal realistis yaitu datang kuliah tanpa harus merasa seperti ikut gladi resik rebutan lahan.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Ramanda Bima Prayuda<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/unnes-semarang-nama-kota-letak-di-desa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">UNNES Semarang: Ada Semarang dalam Namanya, tapi Ternyata Jauh dari Pusat Kota Semarang<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kadang saya merasa perjuangan lolos seleksi masuk UNNES Semarang lebih manusiawi daripada perjuangan parkir hari Senin-Kamis.<\/p>\n","protected":false},"author":3035,"featured_media":350684,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[13089],"tags":[32567,32566,4652,28125],"class_list":["post-393197","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kampus","tag-kampus-unnes-semarang","tag-parkiran-unnes-semarang","tag-semarang","tag-unnes-semarang"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/393197","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3035"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=393197"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/393197\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":393354,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/393197\/revisions\/393354"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/350684"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=393197"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=393197"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=393197"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}