{"id":392829,"date":"2026-02-26T12:42:59","date_gmt":"2026-02-26T05:42:59","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=392829"},"modified":"2026-02-26T12:42:59","modified_gmt":"2026-02-26T05:42:59","slug":"banyuwangi-sibuk-meniru-bali-tapi-lupa-kalau-terendam-banjir","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/banyuwangi-sibuk-meniru-bali-tapi-lupa-kalau-terendam-banjir\/","title":{"rendered":"Ironi Pembangunan Banyuwangi: Sukses Meniru Bali dalam Pengelolaan Wisata, tapi Gagal Menangani Banjir di Pusat Kota"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Musim hujan yang ganas begini adalah masa-masa paling tidak menyenangkan untuk hidup di Banyuwangi. Sederhana saja, sebab Bumi Blambangan ini akan diserbu banjir, terutama di pusat kotanya. Wilayah-wilayah seperti Kelurahan Mandar, Kelurahan Kebalenan, Kelurahan Karangrejo, Kelurahan Kertosari hingga Kelurahan Tukangkayu tak luput dari ancaman ini. Bahkan rata-rata sudah di fase biasa menghadapi bencana banjir.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Termasuk<\/span><a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/DU-ZYNdEkDE\/\"> <span style=\"font-weight: 400;\">banjir<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> yang merendam di Jalan Gajah Mada, Mojopanggung, Giri, Banyuwangi pada Jumat (20\/02) sore. Kalau kalian melintas daerah tersebut di musim hujan, siap-siap saja kendaraan kalian terendam air. Entah apa yang ada di pikiran Pemda, meski banjir jadi rutinitas tahunan, langkah pencegahan sepertinya nyaris tidak ada.<\/span><\/p>\n<h2><b>Banjir Banyuwangi salah siapa?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak ada asap jika tidak ada api. Banjir di Banyuwangi Kota bukan hal yang tiba-tiba dan tanpa\u00a0 sebab. Dan menurut saya, salah satu penyebabnya adalah pembukaan lahan besar-besaran di wilayah kaki Gunung Ijen.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya yang sempat melintas di sana pun agak kaget. Kondisi jalur di sekitaran Dusun Gantasan, Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Banyuwangi yang kini sudah berubah, tidak lagi ditanami tanaman berbatang keras. Belum lagi di sekitar Rest Area Jambu yang dulu asri dengan pepohonan cengkeh. kini berubah menjadi tanaman hortikultura. Dampak perubahan ini membuat air hujan di area kaki Gunung Ijen langsung meluncur ke wilayah kota hingga menyebabkan banjir.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemda, nyaris tanpa solusi untuk mengatasi ini, dan cenderung membiarkan.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/banyuwangi-kota-yang-tak-pernah-ramah-bagi-pekerja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>BACA JUGA: Banyuwangi Kota yang Tak Pernah Ramah bagi Pekerja, Gajinya Rata dengan Tanah!<\/strong><\/a><\/p>\n<h2><b>Sibuk menata wisata, lupa hal-hal lainnya<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya akui, saat ini, pandangan orang mengenai Banyuwangi sangat berbeda. Tidak sedikit teman dan kolega yang saya temui di luar kota selalu menyanjung Banyuwangi dengan perkembangannya yang semakin baik, utamanya dalam hal pengelolaan wisata. Bahkan pengelolaannya digadang-gadang sudah setara dengan pola yang dilakukan oleh Pemda Bali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun sebagai warga asli, saya tidak setuju itu sama sekali. Sebab Pemda hanya sibuk memoles wisata Banyuwangi, tapi di sektor lain abai. Hal ini justru membuat daerah ini dikenal baik di luar, tapi rapuh di dalam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebut saja kue pariwisata di Banyuwangi yang hanya berapa persen dinikmati oleh masyarakatnya. Sisanya ya memanfaatkan dari berbagai sektor. Mulai pertanian, perkebunan hingga perairan tangkap. Tapi entah lupa atau bagaimana, Pemda hanya memberikan atensi lebih ke destinasi wisata dan mengabaikan yang lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal upaya itu sangat tidak adil bagi warga asli Banyuwangi. Ujungnya bisa ditebak: jangankan pemeratan ekonomi, ngatasin banjir aja nggak bisa<\/span><\/p>\n<h2><b>Solusi ideal yang bisa dilakukan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengatasi masalah banjir di Banyuwangi itu bukan tidak mungkin. Amat mungkin malah. Dan caranya sebenarnya klise, karena memang saking jelasnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya, perbaiki resapan air di daerah-daerah vital. Misal, perbaiki drainase dan serapan air di Kota Banyuwangi. Pembangunan dengan metode betonisasi itu ibarat menembak kaki sendiri kalau tidak memikirkan serapan air.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, jangan asal buka lahan demi profit. Salah satu penyebab banjir di Banyuwangi adalah pembukaan lahan di Gunung Ijen. Belajar dari situ aja harusnya bisa lho.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu saja beragam solusi yang ditawarkan tidak akan berdampak jika tetap diabaikan. Semua kembali ke Pemda, mau tetap begini atau mencoba sendiri mengatasi permasalahan banjir yang selalu menjadi masalah akamsi.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Ferika Sandra<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/aib-banyuwangi-yang-masih-menghantui\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Aib Banyuwangi: Wisata Jeglong Sewu hingga Masalah Sampah yang Tak Ada Habisnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mengatasi masalah banjir di Banyuwangi itu bukan tidak mungkin. Amat mungkin malah. Dan caranya sebenarnya klise.<\/p>\n","protected":false},"author":1810,"featured_media":393577,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[32602,6216,32603,30349],"class_list":["post-392829","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-banjir-di-banyuwangi","tag-banyuwangi","tag-pembangunan-di-banyuwangi","tag-pusat-kota-banyuwangi"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/392829","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1810"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=392829"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/392829\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":393578,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/392829\/revisions\/393578"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/393577"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=392829"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=392829"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=392829"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}