{"id":391229,"date":"2026-02-17T10:30:58","date_gmt":"2026-02-17T03:30:58","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=391229"},"modified":"2026-02-17T10:30:58","modified_gmt":"2026-02-17T03:30:58","slug":"imlek-2026-kenangan-simbah-menysukuri-dodol-sebagai-rezeki","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/imlek-2026-kenangan-simbah-menysukuri-dodol-sebagai-rezeki\/","title":{"rendered":"Imlek 2026 Menjadi Kenangan Manis akan Usaha Simbah Menurunkan Kasta Dodol sebagai Upaya Berterima Kasih kepada Rezeki"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hari ini Imlek 2026. Saya membayangkan banyak keluarga keturunan Tionghoa yang saat ini sedang berkumpul. Mereka duduk satu meja, makan bersama, lalu saling berbagi <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/minta-angpao-ke-teman-keturunan-tionghoa-emang-ada-faedahnya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">angpao<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Vibes Imlek 2026 tidak hanya terasa di rumah-rumah keturunan Tionghoa. Tapi, merembes sampai ke ruang-ruang publik. Pusat perbelanjaan mendadak penuh ornamen merah dan emas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kebetulan, semalam saya lewat di dekat Klenteng Tek Hay Kiong Kota Tegal. Klenteng ini konon katanya klenteng tertua di kota ini. Dan kalian tahu? Sepanjang jalan menuju kawasan itu, hiasan merah menyala mendominasi, lengkap dengan lampion-lampion yang tergantung rapi. Cantik sekali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya memang tidak merayakan Imlek 2026, tapi setidaknya, berkat hari raya ini, pagi saya jadi lebih santai. Saya bisa jogging dulu, drakoran, trus lanjut ngetik sambil ngopi. Aihh, nikmat sekali.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Coba ada dodol yang menemani, pasti lebih afdal. Setelah diingat-ingat lagi, sudah lama betul saya tidak makan dodol. Padahal dulu, setiap imlek, makanan manis yang satu ini tidak pernah absen di rumah.<\/span><\/p>\n<p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/7-makanan-khas-imlek-yang-punya-makna-dan-harapan-baik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">7 Makanan Khas Imlek yang Punya Makna dan Harapan Baik<\/a><\/p>\n<h2><b>Imlek 2026 dan kisah camilan bernama dodol<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak ada dodol di Imlek 2026 kali ini. Kalau saya ingat lagi, sudah lama kami tidak makan camilan manis ini. Dulu, keluarga saya bisa makan dodol tiap Imlek bukan karena punya tetangga <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Tionghoa-Jawa\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">keturunan Tionghoa<\/a>.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tetangga kami asli Jawa semua. Bukan pula sengaja membeli karena sedang momennya. Gila aja. Keluarga kami tidak sekaya itu sampai gabut beli dodol buat camilan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cuma, dulu itu bos ibu saya seorang keturunan Tionghoa. Itu sebabnya, setiap momen Imlek, ibu saya dapat jatah dodol dari bosnya. Tapi, jangan membayangkan ibu saya bekerja di perusahaan gede, ya, yang setiap pagi rapi jali trus pakai lanyard ala-ala mbak SCBD. Nggak. Ibu saya kerja di toko baju, kok.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di Imlek 2026 kali ini, kalau saya ingat lagi, dodol pemberian bos ibu saya bukan yang murahan. Kelihatan kok dari kemasan dan rasanya yang eksklusif. Kelihatan banget mahalnya. Masalahnya, di rumah kami, makanan mahal belum tentu cocok di lidah. Ndeso pancen.<\/span><\/p>\n<h2><b>Dodol yang tidak laku\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya jadi ingat kali pertama makan burger. Sekitar tahun 90-an, salah satu teman mentraktir saya burger.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kawan saya ini orang berada. Di hari ulang tahunnya, dia mentraktir kawan-kawannya makan burger. Alih-alih menghabiskannya sampai suapan terakhir, saya malah berhenti di suapan pertama.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lidah saya menolak. Kombinasi roti, ketemu daging sama asin-asin keju sungguh tak masuk di lidah saya. \u201cMakanan apa ini?\u201d Batin saya memberontak kala itu. Kalau sekarang sih, sudah lain cerita. Sudah suka.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Balik soal dodol. Kalian tahu? Dodol itu seringnya berakhir nahas. Ya, kami memang memakannya, tapi cimit-cimit. Gimana, ya? Camilan ini <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jenang-kudus-dan-dodol-garut-serupa-tapi-tak-sama\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">terlalu manis<\/a>, terlalu eksklusif, dan berat bagi lidah kami yang terbiasa dengan bongkrek, gembus, dan boled ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sampai akhirnya, masuklah simbah saya sebagai pahlawan utama dalam drama ini. Di Imlek 2026 kali ini saya jadi mengenang kebiasaan unik itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, simbah akan mengiris dodol itu tipis memanjang. Lalu, simbah menaburkan parutan kelapa dengan tambahan garam. Terakhir, simbah mengukus \u201cadonan\u201d itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau ada kasta camilan, dodol ala simbah saya ini akan turun kasta paling bawah. Bukan lagi camilan mewah, tapi dodol dengan cita rasa kearifan lokal. Anehnya, setelah diperlakukan tidak lazim, si dodol malah jadi rebutan. Itulah yang malah saya kenang di Imlek 2026 kali ini.<\/span><\/p>\n<p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/mojok.co\/pojokan\/persahabatan-aneh-cina-dan-jawa-di-atas-seporsi-pecel-lele\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Persahabatan Aneh dengan Anak Cina Membawa Saya ke Pecel Lele di Bawah Jembatan Janti yang Menjadi \u201cPelarian\u201d bagi Orang Jawa<\/a><\/p>\n<h2><b>Dari manis jadi gurih-asin<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sampai Imlek 2026 sekarang, saya nggak habis pikir. Dari mana simbah punya ide itu. Mungkin, itu cara simbah mensyukuri rezeki yang datang. Kalau nggak habis dimakan, kan mubazir.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka, apakah ini semua karena insting atau pengalaman? Atau memang generasi dulu punya kreativitas yang lahir dari keterbatasan? Entahlah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang jelas, lucu juga kalau di Imlek 2026 kali ini saya mengingat lagi. Manisnya dodol yang oleh etnis Tionghoa mencerminkan harapan akan kehidupan yang manis. Nah, di tangan simbah saya, justru rasanya jadi gurih-gurih asin. Seolah, simbah ini pengin bilang kalau, \u201cHidup itu jangan cuma manis. Nanti eneg.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, menulis untuk Imlek 2026 begini kok tiba-tiba bikin saya jadi mikir, ya. Apakah garis hidup saya yang tidak selalu manis ini ada kaitannya dengan laku simbah mencampur dodol dengan parutan kelapa asin?\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Buktinya, hidup saya tidak melulu manis, tapi ada gurih-asinnya. Ada momen bahagia karena dapat rezeki tidak terduga, tapi ada juga momen di mana obat sakit kepala jadi teman cerita.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan andai dulu simbah tidak pernah mencampur dodol dengan parutan kelapa asin, mungkinkah hidup saya saat ini jadi full manis, semanis dodol?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hahaha\u2026 Canda dodol~<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-hal-yang-saya-nikmati-sebagai-seorang-muslim-saat-tahun-baru-imlek\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">5 Hal yang Saya Nikmati sebagai Seorang Muslim Saat Tahun Baru Imlek<\/a><br \/>\n<\/b><\/p>\n<p class=\"p1\"><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>\u00a0ini\u00a0<\/i><\/a><i>ya.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di Imlek 2026 kali ini saya mengingat lagi usaha simbah untuk mensyukuri rezeki bernama dodol. Dari mana ide itu datang ya?<\/p>\n","protected":false},"author":613,"featured_media":391232,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[13078],"tags":[8026,32463,32462,10642,32461],"class_list":["post-391229","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gaya-hidup","tag-dodol","tag-dodol-imlek","tag-dodol-jenang","tag-imlek","tag-imlek-2026"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/391229","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/613"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=391229"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/391229\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":391233,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/391229\/revisions\/391233"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/391232"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=391229"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=391229"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=391229"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}