{"id":390474,"date":"2026-02-11T12:12:27","date_gmt":"2026-02-11T05:12:27","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=390474"},"modified":"2026-02-11T12:12:27","modified_gmt":"2026-02-11T05:12:27","slug":"5-hal-tak-terduga-yang-bikin-bahagia-di-kantor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-hal-tak-terduga-yang-bikin-bahagia-di-kantor\/","title":{"rendered":"5 Hal Tak Terduga yang Bikin Bahagia di Kantor"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Punya pekerjaan itu, mau bagaimana pun keadaannya, nggak bikin kamu jadi <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tips-menjadi-pengangguran-yang-baik-dan-benar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pengangguran<\/a>, tetap sebuah berkah. Memang sih kantor itu tidak selalu berisi cerita indah. Akan selalu ada hari yang melelahkan, hari di mana kita bertanya-tanya, \u201cMau sampai kapan ya seperti ini?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentang berbagai hal yang membuat kita tetap bertahan di tempat kerja, tentu alasannya beragam. Bukan semata butuh duit, ya. Teman yang baik, lingkungan kerja yang asik juga bisa jadi alasan untuk tetap bertahan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya jadi ingat pernah ada kawan saya yang mengunggah video kelakuan absurd teman kantor. Dalam captionnya, dia bilang kalau punya rekan kerja yang kocak adalah hal yang bisa bikin bahagia di tempat kerja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ngomong-ngomong soal bahagia di tempat kerja, hal-hal tak terduga berikut juga nggak kalah bikin bahagia.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/ragam\/ex-pegawai-bumn-resign-karena-nggak-kuat-tinggal-di-jakarta\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Baca juga Nekat Resign usai 8 Tahun Kerja di BUMN, Nggak Betah Hidup di Jakarta dan Baru Sadar Bawa Trauma Keluarga Terlalu Lama<\/a><\/p>\n<h2><b>#1 Nggak jadi rapat kantor<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya, saat ada informasi nggak jadi rapat kantor. Wow, rasanya, beban berat di pundak seperti terangkat. Apalagi, rapat yang di-cancel adalah rapat yang biasanya bakal panjang, penuh slide, adu argumen, dan berpotensi membuat waktu pulang jadi molor.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu sebabnya, begitu ada pengumuman rapat batal, hati jadi lega. Bukan karena benci rapat, ya. Tapi, karena kita tahu, satu rapat kantor yang batal berarti satu energi bisa disimpan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terutama, kalau dalam rapat tersebut kita hanya berperan jadi tim hore. Kan eman-eman, ya. Waktu yang sebenarnya bisa untuk mengerjakan hal lain, malah (terasa) terbuang sia-sia hanya untuk mendengarkan orang adu argumen.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Boleh nggak ikut outing kantor<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan cuma pengumuman batal rapat saja. Hal tak terduga lain di kantor yang juga bikin bahagia adalah ketika ada informasi bahwa outing itu tidak wajib. Ikut boleh, nggak juga nggak papa. Aaakk!! Saya suka saya suka.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan gimana-gimana, ya. Di satu sisi, outing kantor itu seru. Konon katanya, bisa bikin makin kompak. Bisa juga jadi momen untuk lebih mengenal juga satu sama lain. Kan katanya work hard play hard ya. Cuma, di sisi lain, outing kantor itu melelahkan secara sosial. Terutama, bagi mereka yang <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/percayalah-kami-introvert-juga-ingin-berteman\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">baterai sosialnya gampang lemah<\/a>.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, ketika ada kebijakan, \u201cYang nggak ikut nggak apa-apa,\u201d rasanya seperti mendapat kebebasan memilih kebahagiaan versi masing-masing. Yang mau ikut happy-happy, monggo. Yang lebih memilih untuk glosoran di kamar sambil Netflix-an juga nggak dilarang. Huhuhu, berasa kek dihargai aja gitu sebagai manusia yang berbeda.<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Boleh bawa anak ke acara kantor<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ah, iya. Jangan lupakan juga momen ketika kantor mengizinkan karyawan bawa anak ke acara kantor. Beuh, ini juga termasuk kejutan kecil yang efeknya lumayan besar buat hati para orang tua. Rasanya, dunia kerja yang biasanya kaku dan penuh target mendadak jadi lebih manusiawi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Soalnya begini, acara kantor itu sering datang di waktu yang serba salah: di luar jam kerja atau bahkan hari libur. Padahal, bagi banyak orang tua, pulang kerja dan hari libur adalah satu-satunya kesempatan buat benar-benar kumpul sama anak.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, hari libur sering juga jadi hari libur si mbak yang biasa mengasuh anak. Lha, kalau acara kantor pas hari libur, nanti anak-anak gimana, dong? Mau ninggalin, rasanya nggak tega. Mau absen, juga nggak selalu memungkinkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di titik itulah kebijakan boleh membawa anak ke acara kantor terasa sangat menolong. Setidaknya, anak-anak bisa tetap terpantau. Orang tua pun bisa hadir tanpa rasa waswas berlebihan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahagianya~\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 Bos nggak ngantor<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini agak sensitif, tapi jujur saja, suasana kantor entah kenapa jadi terasa lebih menyenangkan ketika si bos nggak masuk kantor. Hahaha, bukan karena bosnya jahat, ya. Nggak. Bosnya baik pun, rasanya tetap ada yang berbeda ketika dia tidak ada.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya memang, tanpa kehadiran bos kerja tetap jalan seperti biasa. Aktivitas pun sama seperti hari sebelumnya. Tapi, napasnya lebih lega. Diskusi mengalir, canda muncul, dan pekerjaan terasa lebih ringan, lebih santai dan tidak ada tegang berlebihan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makin bahagia ketika diinfokan kalau si bos nggak bakal ngantor seminggu karena ada urusan di luar kota. Yeayyy!! Happy!<\/span><\/p>\n<h2><b>#5 Nggak jadi lembur<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terakhir dan justru yang paling penting, informasi <a href=\"https:\/\/www.alodokter.com\/kejar-kekayaan-lewat-lembur-sekaligus-dapat-penyakit\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">nggak jadi lembur<\/a> juga jadi hal tak terduga yang selalu menyenangkan. Maklum, ketika ada woro-woro \u201cHari ini lembur\u201d, pikiran seringnya udah travelling.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bakal pulang jam berapa, nanti pulang bagaimana, anak-anak sama siapa, cara ngomong ke pasangan gimana, dlsb. Pancen ya, yang namanya lemburnya itu datangnya masih lama, tapi bebannya sudah terasa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka, sungguh, pengumuman nggak jadi lembur terasa seperti jackpot. Bayang-bayang bisa pulang tepat waktu, bisa makan bareng keluarga dan punya waktu sendiri, auto terbayang di pelupuk mata. Bahagia pokoknya!!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan kalian tahu? Pada akhirnya, hal-hal tak terduga ini bukan semata bawa bahagia sesaat. Tapi, sering menjadi alasan bagi seseorang untuk bertahan di kantor sehari lagi. Lalu sehari lagi, sebulan lagi, sampai keterusan hingga saat ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan karena cinta pada pekerjaan, tapi karena masih ada ruang-ruang kecil yang membuat kita merasa bahwa kita ini insan bukan seekor sapi. Sembilu\u2026 yang dulu\u2026 Lha. Nyanyi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-alasan-yang-sering-membuat-orang-ragu-ragu-resign-dari-tempat-kerja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">4 Alasan yang Sering Membuat Orang Ragu-ragu Resign dari Tempat Kerja<\/a><br \/>\n<\/b><\/p>\n<p class=\"p1\"><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>\u00a0ini\u00a0<\/i><\/a><i>ya.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>5 hal tak terduga ini bukan semata bawa bahagia sesaat. Tapi, sering menjadi alasan bagi seseorang untuk bertahan di kantor sehari lagi.<\/p>\n","protected":false},"author":613,"featured_media":390475,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[13078],"tags":[32381,4791,603,13617,32380,1068],"class_list":["post-390474","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gaya-hidup","tag-bawa-anak","tag-kantor","tag-kerja-kantoran","tag-lembur","tag-outing-kantor","tag-resign"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/390474","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/613"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=390474"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/390474\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":390476,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/390474\/revisions\/390476"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/390475"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=390474"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=390474"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=390474"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}