{"id":390156,"date":"2026-02-10T15:34:00","date_gmt":"2026-02-10T08:34:00","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=390156"},"modified":"2026-02-10T15:34:00","modified_gmt":"2026-02-10T08:34:00","slug":"tetangga-yang-hobi-bakar-sampah-memang-pantas-dibenci","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tetangga-yang-hobi-bakar-sampah-memang-pantas-dibenci\/","title":{"rendered":"Tetangga yang Hobi Bakar Sampah Memang Pantas Dibenci, Sehari-hari Cuma Bikin Sesak\u00a0Napas"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya bukannya nggak suka bertetangga. Saya masih percaya kalau manusia itu makhluk sosial yang butuh orang lain untuk hidup, dalam hal ini tetangga. Itu mengapa, tinggal di perumahan yang saling kenal hanya lewat <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/orang-yang-mematikan-centang-biru-whatsapp-pasti-punya-alasan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">WhatsApp<\/a> tidak pernah masuk dalam list hidup.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Persoalannya, bertetangga di lingkungan yang \u201chidup\u201d secara sosial, misal di desa atau perkampungan, ternyata bukan hal mudah. Ada saja tantangan yang menguji kesabaran dan kerukunan. Salah satu tantangan yang sedang saya hadapi saat ini misalnya, punya tetangga yang sering sekali bakar sampah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi sebagian orang, termasuk tetangga saya, membakar sampah adalah solusi praktis menghadapi persoalan tumpukan sampah. Tidak perlu membayar dan menunggu truk pengangkut, sampah menumpuk sudah lenyap dimakan api. Saya mencoba memahami logika dan cara hidup ini, tapi selalu gagal.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sampah mungkin sudah tidak menumpuk. Persoalannya mungkin seolah-olah selesai. Tapi, mereka tidak pernah menyadari betapa <a href=\"https:\/\/www.halodoc.com\/artikel\/bahaya-membakar-sampah-bagi-kesehatan?srsltid=AfmBOoqqJzF9td3EuNpJEmBBP-EH8hROHgVfsWpvfdlwVydoa52ECCww\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">berbahaya<\/a> dan mengganggu aktivitas membakar sampah itu. Ada satu argumen yang kerap dipakai oleh tetangga saya untuk membela dirinya sendiri. \u201cIni kan di pekarangan sendiri,\u201d begitu katanya. Dia mungkin lupa, dampak dari membakar sampah, alias asapnya bisa terasa hingga berkilo-kilometer di sekitarnya. Termasuk ke rumah saya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Dilema menegur tetangga hobi bakar sampah<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Persoalan bakar sampah sesungguhnya bukan sekadar asap yang mengganggu pernapasan atau mencemari bau jemuran pakaian. Lebih dari itu, bakar sampah bisa memicu ketegangan sosial. Jujur saja, menegur tetangga mungkin terdengar sederhana, tapi praktiknya jauh lebih rumit daripada itu. Apalagi kalau tetangganya ngeyel minta ampun. Segala alasan tidak masuk logika keluar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Asal tahu saja, persoalan bakar sampah bisa sampai ke mana-mana. Mulai dari dicap rewel hingga sok bersih. Bahkan, bukan tidak mungkin orang yang menegur dikira tidak tahu <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/hidup-di-desa-kadang-seperti-di-neraka\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kebiasaan kampung<\/a> setempat. Lebih parah lagi, risiko menjadi bahan pembicaraan di belakang. Itu mengapa, banyak orang memilih diam. Apalagi kalau yang terganggu adalah pendatang baru di suatu daerah.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Hidup bertetangga harusnya sama-sama nyaman<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya bukannya orang yang sangat suci terkait lingkungan. Saya juga masih punya banyak dosa yang membuat bumi ini tidak lestari. Namun, soal bakar sampah, sikap saya tegas. Aktivitas ini seharusnya tidak pernah ada, apalagi di tengah zaman seperti sekarang. Ketika berbagai teknologi dan informasi pengolahan sampah rumah tangga begitu mudah ditemukan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di sisi lain, saya memahami mengubah pemikiran\u00a0 seseorang itu tidak mudah. Apalagi kalau hal itu sudah menjadi kebiasaan atau budaya di suatu tempat. Sekalipun teguran yang dilayangkan benar dan valid, tetap saja akan mental kalau pembakar sampah punya keyakinan lain.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di titik ini tidak ada kesimpulan apapun. Hal-hal ideal di kepala, bahwa bertetangga seharusnya saling toleransi, tenggang rasa sehingga bisa hidup tanpa curiga\u00a0 udah buyar. Hubungan bertetangga nyaman dan rukun tiba-tiba terasa begitu jauh. Di saat inilah seharusnya pemegang kekuasaan seperti RT, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pengalaman-berurusan-dengan-pak-rt-overproud-jabatan-dan-multipresence\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">RW<\/a>, atau orang yang dituakan memainkan perannya. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Ya kalau mereka bukan bukan bagian dari orang yang suka bakar sampah ya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Supriyadi<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b><i>BACA JUGA <\/i><\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sesulit-itukah-memiliki-tetangga-yang-baik\/\"><b><i>Sesulit Itukah Memiliki Tetangga yang Baik?<\/i><\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Punya tetangga yang sering membakar sampah itu menderita aplaagi yang sulit diingatkan, sehari-hari harus berdamai dengan asap bikin sesak. <\/p>\n","protected":false},"author":1816,"featured_media":390374,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[13078],"tags":[8138,375,32371,1823],"class_list":["post-390156","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gaya-hidup","tag-bakar-sampah","tag-sampah","tag-sesak-napas","tag-tetangga"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/390156","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1816"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=390156"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/390156\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":390377,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/390156\/revisions\/390377"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/390374"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=390156"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=390156"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=390156"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}