{"id":38958,"date":"2020-05-19T01:52:13","date_gmt":"2020-05-18T18:52:13","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=38958"},"modified":"2025-10-01T15:38:38","modified_gmt":"2025-10-01T08:38:38","slug":"mengenang-keseruan-silaturahmi-lebaran-demi-mendapat-selembar-uang-baru","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mengenang-keseruan-silaturahmi-lebaran-demi-mendapat-selembar-uang-baru\/","title":{"rendered":"Mengenang Keseruan Silaturahmi Lebaran demi Mendapat Selembar Uang Baru"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Malam perayaan menuju lebaran adalah malam yang banyak dinantikan oleh umat muslim di mana pun. Pasalnya, mereka akan merayakan hari kemenangan di esok hari. Pada hari terakhir bulan Ramadan, semua akan dipersiapkan. Tradisi lebaran memang identik dengan suasana bahagia. Selain berkesempatan bertemu dengan anggota keluarga besar, sajian makanan nikmat pun turut menyempurnakannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika malam lebaran tiba, jalanan akan ramai oleh anak-anak dan pemuda yang melakukan takbir keliling. Dari yang jalan kaki hingga yang memakai mobil bak terbuka (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">pick up<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) untuk mengangkut <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">sound system<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan melakukan takbir keliling antar desa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rumah-rumah telah dibersihkan, toples-toples berisi kue dan jajanan sudah tertata rapi di atas meja. Dan tentunya juga sudah menyiapkan amplop kecil berisi selembar-dua lembar uang baru untuk dibagikan kepada anak-anak yang datang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tiap tahun selalu ada berita soal kebutuhan uang baru yang meningkat seiring dengan kebutuhan Tunjangan Hari Raya (THR) jelang Ramadan dan lebaran. Pasalnya selain pekerja, anak-anak juga akan menagih THR ketika lebaran tiba.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi-bagi uang ketika lebaran seakan sudah menjadi keharusan di negara kita. Bahkan <\/span><a href=\"https:\/\/www.vice.com\/id\/article\/pengakuan-anak-muda-yang-benci-tradisi-salam-tempel-lebaran\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sosiolog Universitas Indonesia<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> juga mengatakan bahwa fenomena tersebut merupakan manifestasi dari nilai berbagi kepada sesama, dan juga manifestasi dari nilai fitrah yang dipahami oleh sebagian besar masyarakat kita. Walaupun misalnya, makna fitrah dan berbagi jika dikaji lebih dalam tidak hanya sebatas itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lebaran sama dengan mengumpulkan pundi-pundi uang dari tetangga dan sanak saudara. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Sayangnya, semakin beranjak dewasa dan beranjak usia, THR yang bisa masuk kantong justru semakin tipis bahkan kadang kosong.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadilah teringat masa kecil dulu. Setiap malam takbiran, usai salat Isya dan mengikuti takbiran di masjid, saya berkumpul bersama saudara atau teman-teman lain di halaman masjid. Kemudian kami akan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">pluputan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (silaturahmi) bersama ke rumah-rumah tetangga dengan berjalan kaki. Rumah siapapun kami masuki, kenal atau tidak. Dengan beramai-ramai atau dengan geng dan komplotan masing-masing<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alasan kami selalu keliling ketika malam lebaran karena saat-saat tersebut tamu cenderung masih lebih sedikit dibandingkan ketika hari H lebaran. Selain itu, biasanya selesai salat Idul Fitri, setiap orang termasuk anak-anak, akan menghabiskan waktu dengan keluarganya masing-masing. Jadilah malam takbiran merupakan momen yang pas untuk berkumpul dan bermain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu ketika sampai depan rumah mereka, kami akan mengucap salam secara bersamaan kemudian masuk. Duduk sebentar, sekadar menjawab pertanyaan basa-basi dari tuan rumah,<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cIki anake sopo ae?\u201d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (ini anaknya siapa saja?)<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKelas piro?\u201d <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(kelas berapa?)<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSekolahe nang ndi?\u201d <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(sekolah di mana?)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hingga pertanyaan,<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> \u201cDiajari opo ae nak sekolahan?\u201d <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(diajari apa saja di sekolah?). Padahal kan ya nggak mungkin kita jelasin semua materi pelajaran yang diajarkan di sekolah. Hadeeeh~<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kesalnya, pertanyaan itu akan diulang-ulang di setiap rumah. Dan jika yang datang terlalu banyak, maka pertanyaan itu hanya berlaku untuk satu atau dua orang yang duduk terdekat dengan si empunya rumah. Setelahnya, kami akan pamit dan disalami dengan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">satu atau dua lembar uang baru (tujuan yang sebenarnya). Pada saat itu, mendapat seribu rupiah saja sudah bersyukur sekali, apalagi bisa mendapat lebih. Hehehe.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah pukul 9 malam, kami akan berhenti di halaman masjid lalu menghitung uang masing-masing. Ada yang langsung dipakai membeli mercon (petasan). Ada juga yang ditabung. Nah, saya termasuk yang terakhir itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hingga kini, tradisi semacam itu masih banyak sekali ditemui. Apalagi di desa-desa. Namun, jelas beda posisi sekarang. Ketika malam takbiran, saya yang akan menunggu anak-anak itu di ruang tamu, mengajukan pertanyaan yang sama dengan yang mereka dapatkan di setiap rumah, lalu memberi selembar lima ribu uang baru.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun terkadang kesal juga meladeni anak-anak itu. Karena mereka, saya jadi nggak bisa nonton film-film bagus yang sering mengisi layar televisi ketika malam takbiran. Baru selesai satu kloter anak-anak bertamu, dan saya duduk hendak leyeh-leyeh atau cemal-cemil makanan, datang lagi satu kloter. Begitu terus. Dan biasanya baru sepi jam 9 malam. Alhasil, acara TV yang ditunggu-tunggu, terlewat begitu saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi di lain sisi, melihat wajah-wajah bocah yang masih lugu dan tak jarang memasang wajah malu juga membuat saya gemas. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Pengin nabok. Eh, astagfirullah.<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA Esai-esai\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/terminal-ramadan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Terminal Ramadan<\/a>\u00a0Mojok lainnya.<\/b><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara<\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bagi saya saat kecil, lebaran itu sama artinya dengan mengumpulkan pundi-pundi uang dari tetangga dan sanak saudara.<\/p>\n","protected":false},"author":358,"featured_media":38927,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[382,342,793,6305],"class_list":["post-38958","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-anak-anak","tag-lebaran","tag-silaturahmi","tag-terminal-ramadan"],"modified_by":"Anggi Thoat Ariyanto","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38958","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/358"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=38958"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38958\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/38927"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=38958"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=38958"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=38958"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}