{"id":3895,"date":"2019-06-16T07:00:01","date_gmt":"2019-06-16T00:00:01","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=3895"},"modified":"2022-01-17T12:55:33","modified_gmt":"2022-01-17T05:55:33","slug":"menanggapi-abad-milenial-melalui-pembukaan-prodi-khusus-youtuber-gamer-dan-animator-di-perguruan-tinggi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/menanggapi-abad-milenial-melalui-pembukaan-prodi-khusus-youtuber-gamer-dan-animator-di-perguruan-tinggi\/","title":{"rendered":"Menanggapi Abad Milenial Melalui Pembukaan Prodi Khusus YouTuber, Gamer, dan Animator di Perguruan Tinggi"},"content":{"rendered":"<p>Abad milenial terhitung sejak tahun 2000-an awal menjadi sebuah revolusi baru dalam peralihan gaya hidup masyarakat modern yang mana masyarakat ini kemudian disebut Generasi Milenial atau dengan nama lain Generasi Y, G<em>eneration Me<\/em>, dan <em>echo boomers\u2014<\/em>yang merasa purba jangan tersinggung. Menurut William Strauss dan Neil Howe sebagai pencetus istilah ini menyatakan bahwa tidak ada demografi khusus terhadap pengelompokkan generasi baru ini secara harfiah\u2014tapi kalau di Indonesia sepertinya ada yaitu &#8220;Anak Jaman Now&#8221;. <em>Ahhshiapp~<\/em><\/p>\n<p>Seiring perkembangan zaman, Generasi Milenial khas dengan perilaku gaya hidup modern yang diikuti dengan perkembangan teknologi, informasi, dan komunikasi yang hampir memenuhi setiap aspek kehidupan. Perkembangan teknologi digital di dunia\u2014khususnya di Indonesia\u2014telah menjadi bahan orientasi wajib bagi hampir seluruh masyarakat. Misalnya, dependensi masyarakat terhadap jejaring sosial atau daring dan masifnya pengembangan IT mulai dari platform-platform digital seperti aplikasi hingga pembaharuan-perbaharuan terhadap canggihnya berbagai perangkat telekomunikasi maupun perangkat pendukung lainnya.<\/p>\n<p>Menanggapi revolusi baru dari perilaku dan gaya hidup masyarakat milenial, Kemristekdikti (Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi) mengakui pentingnya upaya adaptasi terhadap kebutuhan-kebutuhan terkini dalam mempersiapkan prospek baru di masa depan mengikuti perkembangan zaman. Munculnya tren baru seperti YouTube\u2014aplikasi digital yang memberikan kemudahan masyarakat dalam berbagai aktivitas, hingga masifnya inovasi <em>game<\/em>\u00a0terkini akhirnya mendorong Indonesia untuk turut mengakomodir <a href=\"https:\/\/mojok.co\/hsw\/konsultasi\/celengan\/yolo-menikmati-hidup-hedon-tanpa-mikirin-nabung-ala-milenial\/\">minat dan bakat generasi milenial<\/a>nya untuk menjadi agen yang berprestasi.<\/p>\n<p>Mengingat selama ini, <em>gamer<\/em> maupun <em>YouTuber<\/em> biasa, banyak dipandang sebelah mata\u2014pernyataan ini tidak mengandung <a href=\"https:\/\/tirto.id\/mengapa-orang-takut-pada-simbol-illuminati-dan-teori-konspirasi-ecf1\">unsur propaganda Illuminati<\/a><em>\u2014<\/em>dan tidak mendapatkan tempat di masyarakat. Barangkali tidak bagi seorang <em>gamer<\/em><em>\u00a0<\/em>maupun <em>YouTuber<\/em>\u00a0profesional, namun banyak sekali pemuda yang menjadikan kegiatan nge<em>-game<\/em> dan nge<em>&#8211;<\/em>YouTube\u00a0hanya sekedar hobi atau sampingan karena minat dan bakat mereka tidak begitu diapresiasi di dalam masyarakat.<\/p>\n<p>Misalnya, hobi desain grafis maupun fotografi dapat saja diakui bahwa kamu memiliki <em>passion<\/em>, bakat, atau kemampuan dengan nilai tambah\u2014bahkan jika kamu hanya menjadikannya sebatas hobi. Tapi tidak untuk <em>gamer<\/em>, <em>YouTuber<\/em>, atau tidak jarang juga bagi pengembang aplikasi maupun animator amatiran. Kesannya kayak buang-buang waktu gitu<em>. <\/em>Mereka cenderung sulit mendapatkan tempat dan pengakuan sebelum mereka dianggap populer, mahir atau profesional. Belum lagi, spesies naga dan elang Indo***r yang populer di dunia pertelevisian kita dirasa sangat perlu mendapatkan perhatian guna perbaikan gen spesies sejenis dalam populasinya di Indonesia.<\/p>\n<p>Fenomena ini mendorong sejumlah perguruan tinggi di Indonesia memulai gebrakan baru karena dianggap menjanjikan. Misalnya, berita viral yang beredar menyebutkan bahwa UPN Veteran Jakarta membuka jalur masuk khusus perguruan tinggi bagi YouTube Content Creator dengan syarat minimal\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/menanggapi-abad-milenial-melalui-pembukaan-prodi-khusus-youtuber-gamer-dan-animator-di-perguruan-tinggi\/\">10.000<\/a>\u00a0<em>subscribers<\/em> dan kualitas konten yang baik dan menarik. Cocok <em>nih<\/em> buat kamu yang bercita-cita menjadi <em>YouTuber<\/em> profesional dan ternama seperti panutan kita AHHA. <em>hahaha~<\/em> (maaf).<\/p>\n<p>Sebisa mungkin konten yang kamu angkat jangan terkait konspirasi UFO atau Illuminati\u00a0<em>deh<\/em>.<\/p>\n<p><em>Loh<\/em>, kenapa? Kampus <em>nggak<\/em> suka?<\/p>\n<p>Jangan, nanti kamu direkrut Dajjal <em>loh<\/em>. LOL<\/p>\n<p>Perguruan Tinggi lainnya seperti Program Pascasarjana ITB, Program Pasca Sarjana ITS, Politeknik Elektronik Negeri Surabaya, dan Universitas Multimedia Nusantara, Universitas Negeri Malang, Sekolah Tinggi Multi Media Yogyakarta (MMTC), dan Institut Seni Indonesia Yogyakarta (ISI) juga tidak mau ketinggalan. Mereka memiliki program khusus <em>gamer <\/em>dan <em>creator<\/em> atau pengembang animasi <em>loh<\/em>. Ini nih, calon-calon penyelamat yang dapat menolong spesies naga dan elang kita yang sering melalang buana di layar kaca.<\/p>\n<p>Tak mau kalah juga, Universitas Prasetya Mulya, Institut Teknologi Telkom Purwokerto, Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia, dan\u00a0Universitas Universal juga membuka Prodi Teknik dan Rekayasa Perangkat Lunak. Ada prodi Aplikasi dan Teknologi Seluler juga <em>loh<\/em> di Universitas Bina Nusantara dan prodi E-Sport di Universitas Dian Nuswantoro.\u00a0 Terobosan baru ini dapat menjadi langkah yang sangat menentukan posisi Indonesia dalam arus perkembangan teknologi di masa kini dan masa depan.<\/p>\n<p>Membludaknya jumlah <em>YouTuber<\/em>\u00a0dan <em>gamer<\/em> di Indonesia\u2014apalagi jumlah pemain PUBG dan Mobile Legend\u2014memiliki kesempatan atau peluang yang lebih besar untuk membuktikan diri mereka. Bahkan, yang bukan <em>gamer<\/em>\u00a0pun tak luput dari yang namanya ikut kecanduan PUBG ataupun Mobile Legend, dan lagi mereka susah <em>move on<\/em> setelahnya. Biasanya mereka yang telah masuk dalam jebakan Batman ini akan menjadi lupa waktu, lupa makan, lupa tidur, lupa ibadah, lupa mantan\u2014nah kalo ini kayaknya efek positif\u2014, lupa diri, beruntungnya mereka tidak sampai lupa bernafas. Waktu-waktu yang mereka habiskan terhitung menjadi kegiatan yang tidak produktif. Memang ya, daya tarik <em>gaming<\/em> itu mirip <em>doi banget\u2014<\/em>sama-sama bikin lupa segalanya. <em>huek~<\/em><\/p>\n<p>Dengan kehadiran terobosan baru yang didesain untuk membuat bakat-bakat generasi muda tersalurkan dengan baik, <em>Pemerintah<\/em> mempersembahkan serangkaian upaya dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, <span style=\"text-decoration: line-through;\">dan ikut melaksanakan ketertiban dunia, perdamaian abadi dan keadilan sosia<\/span>l. Bukan tidak mungkin jika mereka benar-benar diberikan wadah untuk menekuni hobi tersebut, mereka akan mampu menciptakan dan mengembangkan <em>game,<\/em> konten, atau animasi yang lebih inovatif lagi di masa mendatang.<\/p>\n<p>Semoga minat dan bakat lain yang masih kurang mendapat perhatian bisa segera ditemukan solusinya, agar bakat anak bangsa pun tak terbuang sia-sia atau malah memilih bekerja untuk negara lain karena negara sendiri kurang mengapresiasi kemampuan mereka. Bukankah semua orang berhak memilih dan diakui?<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mengingat selama ini, gamer maupun YouTuber biasa, banyak dipandang sebelah mata dan tidak mendapatkan tempat di masyarakat.<\/p>\n","protected":false},"author":106,"featured_media":3900,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12907],"tags":[997,998,410,157,514],"class_list":["post-3895","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hiburan","tag-gamer","tag-penerimaan-mahasiswa","tag-perguruan-tinggi","tag-youtube","tag-youtuber"],"modified_by":"Ibil S Widodo","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3895","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/106"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3895"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3895\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3900"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3895"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3895"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3895"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}