{"id":38938,"date":"2020-05-01T01:55:35","date_gmt":"2020-04-30T18:55:35","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=38938"},"modified":"2020-05-02T00:34:53","modified_gmt":"2020-05-01T17:34:53","slug":"mengenang-kembali-teror-komik-siksa-neraka-yang-bikin-trauma","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mengenang-kembali-teror-komik-siksa-neraka-yang-bikin-trauma\/","title":{"rendered":"Mengenang Kembali Teror Komik Siksa Neraka yang Bikin Trauma"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu pelajaran agama ketika sekolah dasar yang masih sangat saya ingat hingga kini adalah pelajaran tentang kehidupan setelah kematian. Di alam baka, manusia akan menerima ganjaran atas segala perilakunya selama di dunia. Mereka yang berbuat baik akan masuk surga, dan yang berbuat buruk akan masuk neraka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, dalam ajaran Islam, surga dan neraka adalah sesuatu yang gaib dan wajib diyakini keberadaannya. Namun sejak dulu, dua tempat pembalasan bagi manusia itu hanya diketahui lewat keterangan-keterangan teks dari kitab suci dan kitab-kitab keagamaan lainnya, juga lewat keterangan lisan dari para pendakwah dan orang tua. Oh ya, juga diketahui lewat komik!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bicara masalah komik, pada masa 90-an ada sebuah komik yang pastinya pernah dibaca semua angkatan itu. Ya, judulnya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Siksa Neraka<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang selalu bikin merinding anak-anak sekolah dasar seperti saya dulu. Memang bukan main seremnya sampai-sampai terbawa mimpi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada awal tahun 2000 (masa-masa sekolah dasar), surga dan neraka dapat saya lihat secara visual melalui komik-komik yang dijual pedagang kaki lima di belakang sekolah. Walaupun memang pada saat itu sudah jarang sekali ditemukan, karena distribusinya semakin terbatas. Alhasil, saya pun biasanya akan meminjam milik salah seorang teman, dan membacanya ketika jam istirahat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anak-anak yang tumbuh pada dekade 1970-an hingga awal 2000-an tentu tak asing dengan komik-komik tentang visualisasi neraka dan surga. Penggambaran surga yang begitu indah, asri dan elok, serta penggambaran neraka yang sangat menyeramkan. Tak luput dengan visualisasi para penghuni di dalamnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika nikmat surga membuat orang-orang berbondong-bondong ingin memasukinya. Maka, neraka menjadi momok yang menakutkan bagi mereka yang percaya. Selain diingatkan melalui ceramah agama, neraka pun menjadi tema \u201cmenyeramkan\u201d sebuah komik. Belum lagi membuka, membaca, dan melihat isinya, sampulnya saja sudah bikin bulu kuduk merinding.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di dalamnya ditampilkan aneka kengerian, seperti badan yang disetrika, terbakar di api yang berkobar, dipotong lidahnya dengan gunting, telinga yang ditusuk besi panas sampai tembus dari kuping kiri ke kuping kanan, raga remuk dililit ular, kepada hancur dihajar palu godam berduri, minum cairan timah panas dan lain sebagainya, berhasil membuat bocah manapun begidik dan susah tidur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Komik siksa neraka yang seperti itu memang lebih berhasil membuat saya berpikir ulang jika hendak berperilaku buruk. Dan tentunya membuat saya lebih rajin salat, sekalipun tanpa bentakan terlebih dahulu dari orang tua. Selain itu, juga cukup berhasil membuat saya berusaha menjadi anak yang berbakti dan pribadi yang lebih baik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Komik ini sendiri harganya cukup murah. Per-eksemplar bisa dijual dengan harga lima ribu rupiah. Judulnya juga bermacam-macam. Ada seri <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Siksa Neraka, Penghuni Neraka Jahanam, Siksa bagi Para Pelacur, Pedihnya Siksa Neraka<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, dan lain-lain. Penerbitnya pun beragam, di antaranya Pustaka Agung Harapan di Surabaya dan Sandro Jaya di Jakarta. Namun, isinya hampir semuanya memiliki kemiripan, yakni gambaran penyiksaan dan kekerasan yang kejam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut saya, komik-komik siksa neraka tersebut merupakan salah satu cara mengkampanyekan ajaran agama paling traumatis yang dilakukan orang dewasa kepada anak-anak. Hal yang kemudian membuat saya sadar dan sangat menyayangkan karena justru menciptakan kenangan rasa takut yang dialami oleh anak-anak ketika membaca komik penyiksaan serta kekerasan yang brutal seperti itu. Bukannya fokus pada deskripsi perjalanan roh itu sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal, bukankah pada dasarnya yang penting adalah ajaran untuk tidak berbuat buruk dan melakukan dosa? Hingga saat ini, saya hanya mengingat kenangan buruk dari penggambaran neraka dalam komik tersebut. Isi pesannya, yah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">wallahu a\u2019lam<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Hehehe. Bahkan tidak sedikit yang terlupakan. Astaghfirullah!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Komik siksa neraka, meskipun kini nyaris tak dikenal oleh generasi saat ini, ia adalah bukti kejayaan komik buatan lokal yang mampu meninggalkan bekas mendalam bagi pembacanya.\u00a0 Yah, pada akhirnya pesan yang tertinggal bukan hanya karena cerita yang mengajarkan untuk berbuat kebaikan dan taat beribadah. Akan tetapi, juga kenangan buruk akan sadisnya gambar yang ada di dalam komik itu.<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA Esai-esai\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/terminal-ramadan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Terminal Ramadan<\/a> Mojok lainnya.<\/b><\/p>\n<p><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>\u00a0ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menurut saya, komik siksa neraka merupakan salah satu cara mengkampanyekan ajaran agama paling traumatis yang dilakukan orang dewasa kepada anak-anak.<\/p>\n","protected":false},"author":358,"featured_media":38927,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[6448,6305],"class_list":["post-38938","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-komik-siksa-neraka","tag-terminal-ramadan"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38938","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/358"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=38938"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38938\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/38927"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=38938"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=38938"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=38938"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}