{"id":388302,"date":"2026-01-30T13:30:51","date_gmt":"2026-01-30T06:30:51","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=388302"},"modified":"2026-01-30T13:31:37","modified_gmt":"2026-01-30T06:31:37","slug":"tol-trans-sumatera-kayu-agung-palembang-bikin-istigfar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tol-trans-sumatera-kayu-agung-palembang-bikin-istigfar\/","title":{"rendered":"Tol Trans Sumatera Kayu Agung\u2013Palembang Bikin Istigfar: Jalan Berlubang, Licin, Minim Penerangan padahal Tarif Mahal~"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seminggu yang lalu saya melakukan perjalanan dari Palembang menuju Kayu Agung untuk mengunjungi rumah saudara ayah saya. Perjalanan ini seharusnya menjadi perjalanan biasa saja bahkan terbilang menyenangkan karena ayah menyarankan kami melewati Tol Trans Sumatera ruas Kayu Agung-Palembang agar lebih cepat sampai. Pilihan itu terdengar masuk akal. Namanya juga jalan tol, identik dengan kecepatan, kenyamanan, dan keamanan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, semua ekspektasi itu runtuh begitu saja di tengah perjalanan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kami berangkat dari Palembang selepas magrib. Langit sudah gelap, dan kondisi semakin diperparah oleh musim penghujan yang sedang berlangsung. Saat memasuki ruas tol, awalnya perjalanan masih terasa normal. Tetapi semakin jauh, rasa kaget dan cemas mulai muncul ketika kendaraan kami melaju di tengah tol dan mendapati kondisi jalan yang jauh dari kata layak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Aspal Tol Trans Sumatera yang seharusnya mulus justru tampak rusak parah. Jalan berlubang di beberapa titik, permukaan licin karena hujan, dan penerangan jalan yang sangat minim membuat penglihatan terbatas. Di situ saya spontan beristigfar, ini bukan saya berlebihan, tapi murni refleks karena khawatir. Ini bukan jalan biasa, ini jalan tol yang tarifnya tidak murah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alih-alih menjadi \u201cbebas hambatan\u201d, perjalanan justru terasa terhambat. Pada kilometer 345- kilometer 348, kendaraan harus melaju sangat pelan karena diberlakukan sistem buka-tutup jalan. Salah satu ruas sedang diperbaiki, sehingga arus kendaraan hanya bisa melewati satu jalur. Kondisi ini membuat antrean mengular dan meningkatkan risiko kecelakaan, apalagi di malam hari dengan pencahayaan yang minim.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jalan-tol-lampung-penggerak-mobilitas-pembunuh-umkm\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>BACA JUGA: Jalan Tol Lampung: Penggerak Mobilitas, Pembunuh UMKM<\/strong><\/a><\/p>\n<h2><b>Tol Trans Sumatera Ruas Kayuagung-Palembang tidak menyenangkan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ayah saya, yang sejak awal berharap perjalanan lebih cepat, mulai mengeluh. Bukan tanpa alasan. Biaya Tol Trans Sumatera yang dibayarkan terasa tidak sebanding dengan kondisi jalan yang dilalui. Tol seharusnya memberikan nilai tambah: waktu tempuh lebih singkat, keamanan lebih terjamin, dan kenyamanan bagi pengguna. Tapi yang kami rasakan justru sebaliknya rasa waswas sepanjang perjalanan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang paling membuat hati miris adalah pemandangan di sekitar kami. Beberapa sopir truk terlihat berhenti di bahu jalan. Ada ban truk yang lepas, velg yang rusak, dan kendaraan yang terpaksa berhenti karena tak sanggup melanjutkan perjalanan. Bayangkan, di jalan tol yang notabene jalur utama logistik dengan kendaraan besar harus berhenti karena kondisi jalan yang buruk. Ini bukan sekadar persoalan kenyamanan, tapi sudah menyangkut keselamatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tol Trans Sumatera ruas Kayu Agung\u2013Palembang sendiri tergolong masih sangat baru. Ruas ini <a href=\"https:\/\/setkab.go.id\/presiden-jokowi-resmikan-dua-ruas-tol-trans-sumatera-tingkatkan-mobilitas-dan-daya-saing-ekonomi-daerah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">diresmikan<\/a> pada tahun 2021 oleh Presiden Joko Widodo sebagai bagian dari proyek strategis nasional yang diharapkan mampu mendorong konektivitas dan pertumbuhan ekonomi Sumatera. Usianya bahkan belum genap lima tahun. Secara logika, infrastruktur semuda ini seharusnya masih dalam kondisi prima, atau setidaknya terawat dengan baik.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/kilas\/ekonomi\/5-perusahaan-yang-menguasai-jalan-tol-di-indonesia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>BACA JUGA: 5 Perusahaan yang Menguasai Jalan Tol di Indonesia<\/strong><\/a><\/p>\n<h2><b>Realitasnya berkata lain<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kondisi jalan yang rusak, minimnya penerangan, serta manajemen lalu lintas yang terkesan darurat menimbulkan pertanyaan besar: bagaimana standar perawatan dan pengawasan Tol Trans Sumatera ini? Apakah keselamatan pengguna benar-benar menjadi prioritas, ataukah proyek hanya dikejar target peresmian tanpa kesiapan jangka panjang?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Musim hujan memang kerap dijadikan alasan. Tapi justru di situlah letak masalahnya. Infrastruktur publik terlebih jalan tol harus dirancang untuk menghadapi kondisi cuaca ekstrem. Drainase yang buruk, material jalan yang cepat rusak, serta perawatan yang lamban menunjukkan adanya persoalan sistemik, bukan sekadar faktor alam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lebih ironis lagi, tarif Tol Trans Sumatera tetap berjalan normal. Tidak ada potongan harga, tidak ada kompensasi atas ketidaknyamanan dan risiko yang dihadapi pengguna. Masyarakat diminta membayar mahal, tapi dipaksa menerima kondisi jalan yang membahayakan. Di titik ini, wajar jika publik mempertanyakan keadilan dan tanggung jawab pengelola.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tol bukan sekadar simbol pembangunan. Ia adalah fasilitas publik yang menyangkut nyawa banyak orang. Setiap lubang di jalan, setiap lampu yang mati, dan setiap sistem buka-tutup yang tidak terkelola dengan baik berpotensi menjadi penyebab kecelakaan fatal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini seharusnya menjadi alarm keras bagi pihak terkait. Perbaikan Tol Trans Sumatera tidak cukup dilakukan seadanya atau bersifat tambal sulam. Diperlukan evaluasi menyeluruh, transparansi kepada publik, serta komitmen nyata untuk menjadikan tol benar-benar \u201cbebas hambatan\u201d, bukan sekadar slogan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena jika jalan tol yang masih muda saja sudah membuat penggunanya beristighfar sepanjang perjalanan, lalu ke mana lagi masyarakat harus menaruh harapan?<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Intan Permata Putri<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tol-trans-sumatera-bakauheni-palembang-ampas-kalah-sama-jalan-depan-rumah-saya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jalan Tol Trans Sumatera Bakauheni-Palembang Ampas, Kalah Bagus sama Jalan Depan Rumah Saya<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kondisi jalan yang rusak, minim penerangan, menimbulkan pertanyaan besar: bagaimana standar perawatan dan pengawasan Tol Trans Sumatera ini?<\/p>\n","protected":false},"author":3172,"featured_media":388309,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[32231,7729,25252,32230],"class_list":["post-388302","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-jalan-tol-rusak","tag-palembang","tag-tol-trans-sumatera","tag-tol-trans-sumatera-ruas-kayu-agung-palembang"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/388302","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3172"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=388302"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/388302\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":388311,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/388302\/revisions\/388311"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/388309"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=388302"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=388302"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=388302"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}