{"id":387756,"date":"2026-01-27T14:37:14","date_gmt":"2026-01-27T07:37:14","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=387756"},"modified":"2026-01-27T14:37:14","modified_gmt":"2026-01-27T07:37:14","slug":"jalan-klari-karawang-jalan-maut-yang-sulit-dihindari-karena-jadi-penopang-industri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jalan-klari-karawang-jalan-maut-yang-sulit-dihindari-karena-jadi-penopang-industri\/","title":{"rendered":"Jalan Klari Karawang, Jalan Maut yang Sulit Dihindari karena Jadi Penopang Industri"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak lengkap rasanya membicarakan Karawang tanpa menyinggung Jalan Klari. Jalan yang menyokong wilayah industri <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Telukjambe,_Telukjambe_Timur,_Karawang\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Telukjambe<\/a> dan Cikampek ini memang benar-benar legendaris. Selain macet karena berisi transformers, jalur ini juga terkenal sebagai jalur maut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Entah sudah berapa banyak nyawa yang melayang di Jalan Klari. Tentu saja bukan semata takdir jalanan. Tapi memang jalan ini rawan kecelakaan dan menyimpan bahaya bagi pengendara yang melintasinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Macet dan bahayanya jalan ini disebabkan banyak hal, tapi kalau boleh memilih satu alasan utama, adalah kenaikan volume kendaraan yang meningkat, tapi luas jalan hanya segitu-segitu saja. Jadi jangan heran jika macet di Jalan Klari nyaris tanpa solusi.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kemacetan yang harus ditangani segera<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti yang sudah saya singgung, kemacetan di Klari diakibatkan adanya peningkatan volume kendaraan secara drastis. Hal itu diperparah oleh jam operasional pabrik yang nyaris sama, jadi volume kendaraan yang tumpah di jalan itu begitu besar, sedangkan pengguna tidak punya alternatif lain menuju Kawasan Industri Karawang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ditambah kurangnya sarana transportasi umum bisa dibilang jadi salah satu alasan jalan ini akan senantiasa macet. Sebab ya, tak ada alternatif.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini menunjukkan bahwa penanganan macet di Jalan Klari Karawang adalah sesuatu yang tak bisa ditunda dan dinegosiasi lagi. Sebagai jalur penopang kawasan industri, harusnya jalan ini minim hambatan. Ini sudah jadi common sense harusnya.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/esai\/karawang-kota-rusak-industri-pabriknya-warga\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>BACA JUGA: Saya Sungguh Malu ketika Harus Mengakui Karawang Adalah Kota yang Rusak, Disia-siakan oleh Pemodal Brengsek yang Nggak Sayang Lingkungan<\/strong><\/a><\/p>\n<h2><strong>Menyiasati kemacetan Jalan Klari<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada banyak jalan menuju Mekkah, ada banyak cara untuk mencapai tujuan yang sama. Solusi kemacetan Jalur Klari pun sebenarnya bisa disiasati. Tapi siasat yang ada, tetap saja, mengorbankan hal-hal yang harusnya tak perlu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya, datang lebih awal. Ya ini sebenarnya cara paling mudah, sebab jalan relatif sepi, terlebih dibandingkan saat berangkat. Tapi kita tahu sendiri, berangkat lebih awal tentu mengorbankan waktu istirahat yang sudah nggak seberapa itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua, mencari jalur alternatif selain Jalan Klari. Seharusnya sih ada, tapi saya lihat-lihat, justru jalannya jadi jauh banget. Kalau sudah begini, ya kita akan dilema: menembus kemacetan atau memutar yang mungkin sama lamanya.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/karawang-tempat-uang-berkumpul-tapi-tak-nyaman-untuk-ditinggali\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>BACA JUGA: Karawang Memang Kawasan Industri dan Tempat Uang Berkumpul, tapi Tak Nyaman untuk Ditinggali<\/strong><\/a><\/p>\n<h2><strong>Jalan Klari butuh solusi<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Peningkatan kendaraan yang digunakan di wilayah Karawang tiap tahunnya memang mencengangkan. Alasannya tentu saja tak lain dan tak bukan, adalah daerah ini jadi jujugan siapa saja untuk mencari kerja. Sehingga jika langkah pencegahan tidak dilakukan dengan upaya pelebaran jalan, dikhawatirkan kemacetan di jalur ini akan jadi tradisi. Hasilnya pengguna jalan harus adaptif dengan kemacetan yang dimungkinkan terjadi utamanya kala pagi dan sore hari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di samping itu edukasi mengenai etika berlalu lintas perlu kembali digaungkan. Sebab tidak sedikit pekerja dengan usia muda, utamanya fresh graduate SMA yang saya lihat sering ugal-ugalan di jalur ini. Bukan bahaya lagi, tindakan itu malah sangat mengancam nyawa diri sendiri dan pengguna jalan lain. Kesadaran perlu ditingkatkan agar jalur ini bisa segera mendapat solusi dari tingginya angka kecelakaan dan kemacetan yang menguji kesabaran pengguna jalan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jalan Klari Karawang adalah penopang wilayah industri. Maka, tidak bisa tidak, kelancaran dan keamanan jalur sudah jadi harga mati, dan tak ada ruang negosiasi. Jadi, siapa pun yang berwenang, segera putar otak agar semua hal itu tercapai.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Ferika Sandra<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-hal-di-karawang-yang-membuat-pendatang-seperti-saya-betah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">3 Hal di Karawang yang Membuat Pendatang seperti Saya Betah<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jalan Klari Karawang adalah penopang wilayah industri. Maka, tidak bisa tidak, kelancaran dan keamanan jalur sudah jadi harga mati.<\/p>\n","protected":false},"author":1810,"featured_media":387867,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[32157,4776,18732,32158],"class_list":["post-387756","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-jalan-klari-karawang","tag-karawang","tag-kawasan-industri-karawang","tag-pabrik-di-karawang"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/387756","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1810"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=387756"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/387756\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":387868,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/387756\/revisions\/387868"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/387867"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=387756"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=387756"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=387756"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}