{"id":387686,"date":"2026-01-29T09:00:55","date_gmt":"2026-01-29T02:00:55","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=387686"},"modified":"2026-01-26T15:12:11","modified_gmt":"2026-01-26T08:12:11","slug":"kuliah-di-ut-benar-nggak-instan-dan-nggak-bikin-manja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kuliah-di-ut-benar-nggak-instan-dan-nggak-bikin-manja\/","title":{"rendered":"Kuliah di UT Sudah Paling Benar, Belajarnya Nggak Instan tapi Terstruktur dan Nggak Bikin Manja"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai alumni Universitas Terbuka (UT), saya masih sering membaca cuitan mahasiswa UT di forum-forum di media sosial. Membaca curhatan para mahasiswa ini membuat saya seperti sedang bernostalgia. Bagaimanapun saya pernah ada di posisi mereka. Pernah buka tutup Learning Management System (LMS)<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">untuk intip-intip tugas, membaca modul di sela-sela jam istirahat, hingga merasakan sensasi ujian online.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat membaca curhatan mahasiswa UT, tak jarang saya menemukan cuitan yang bernada keluhan. Ada yang mengeluh tugas terlalu banyak lah, waktu mengirimkan tugas terlalu mepet lah, hingga <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/stop-menormalisasi-nilai-jelek-di-jurusan-teknik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">susahnya dapat nilai bagus<\/a> di UT. Bahkan, ada yang sampai menyalahkan sistem pembelajaran di sini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Haduh, Dek, yok bisa yok kurang-kurangin ngeluhnya. Pakai segala ngeluhin sistem pembelajaran di UT. Sistem di kampus ini sudah bagus, lho. Kalau nggak bagus, nggak mungkin UT bolak-balik jadi bahan rujukan dalam hal pembelajaran jarak jauh.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kuliah-sekarang-bayarnya-ke-kampus-tapi-terpaksa-cari-ilmu-di-warung-kopi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Baca juga: Kuliah Sekarang: Bayarnya ke Kampus, tapi Terpaksa Cari Ilmu di Warung Kopi.<\/a><\/p>\n<h2><b>Ingin serba instan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah saya pikir-pikir, bisa jadi keluhan yang dilontarkan mahasiswa UT ini berkaitan dengan penyakit klasik manusia yang selalu ingin serba cepat. Pokoknya dalam banyak hal, penginnya tuh yang instan. Agak-agaknya mereka lupa bahwa untuk masak mie instan sekalipun harus ada effort merebus air terlebih dahulu. Nggak bisa ujug-ujug matang dalam satu kedipan mata. Itu mie instan, lho, ya. Apalagi kuliah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sudah, tidak usah bawa-bawa gen Z. Penyakit ingin yang serba gampang ini sebenarnya bukan penyakit satu angkatan. Aslinya ya apa pun generasinya, kalau boleh milih, pasti pilih jalan yang mudah dan cepat. Cuma kebetulan saja para gen Z ini lebih bisa mengekspresikannya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Sistem belajar UT tidak Instan, tapi terstruktur<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya tuh gemes ya dengan mahasiswa UT yang maido sistem pembelajaran di UT. Apanya coba yang pantas dipaido? Btw, \u201cpaido\u201d itu maksudnya menjelek-jelekkan, ya Gaes ya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara nyata, sistem belajar di UT dirancang dengan kesadaran penuh bahwa mahasiswa Ukampus ini datang dari latar belakang yang beragam. Ada yang bekerja penuh waktu, ada yang sudah berkeluarga, ada pula yang baru memulai hidup dewasa. Karena itu, UT menggunakan sistem pembelajaran jarak jauh yang berbasis kemandirian, bukan ketergantungan pada ruang kelas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mahasiswa UT belajar menggunakan modul yang disusun secara sistematis, lengkap, dan bisa dipelajari secara mandiri. Di beberapa <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jangan-ngasal-protes-nilai-ke-dosen\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">mata kuliah<\/a>, pembelajaran juga didukung dengan tutorial, baik tatap muka maupun online, untuk membantu mahasiswa yang membutuhkan pendampingan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu soal evaluasi. Evaluasi di UT pun dilakukan secara terukur. Ada tugas, ada diskusi, ada ujian. Sistem ini menuntut tanggung jawab pribadi. Tidak ada <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/dosen-indonesia-itu-bukan-peneliti-tapi-buruh-laporan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">dosen<\/a> yang mengejar-ngejar, tidak ada absensi harian yang memaksa. Yang ada adalah kepercayaan, sekaligus tuntutan kedewasaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Artinya, sistemnya sudah bagus, MyLov. Sudah bagus~<\/span><\/p>\n<h2><b>Kuliah di UT memudahkan, tapi tidak memanjakan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau soal anggapan kuliah di UT itu sulit alias tidak mudah\u2026 Duh, gimana ya ngomongnya?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gini, lho, Dek. Tolong pahami bahwa \u201cmudah\u201d itu bukan berarti \u201ctanpa usaha\u201d. Kalau sedari awal kamu berpikir mudah itu tanpa usaha ya\u2026 nggak bakal ketemu. Sampai kiamat pun kamu bakal terus mengira kalau UT itu tidak mudah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nyatanya, sistem di UT itu mudah. Bukan mudah lulus atau mudah dapat nilai yang bikin kamu jadi manja, ya. Tetapi UT memaknai kemudahan secara berbeda. Mudah versi UT adalah mudah aksesnya, mudah waktunya, dan mudah ruang belajarnya. Dengan sistem seperti ini, <a href=\"https:\/\/www.ut.ac.id\/artikel\/2024\/12\/75-mahasiswa-ut-sudah-bekerja-sebelum-lulus-kuliah-fleksibel-sukses-di-depan-mata\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kampus terbukti mencetak lulusan<\/a> yang terbiasa mengatur waktu, membaca dengan serius, dan bertanggung jawab pada pilihannya sendiri.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kuliah-online-ut-lebih-serius-dibanding-kuliah-konvensional\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Baca j<span style=\"font-weight: 400;\">uga: Stop Mengira Kuliah Online UT Itu Main-main, Kenyataannya Lebih Serius dan Menantang Dibanding Kuliah Konvensional.<\/span><\/a><\/p>\n<h2><b>Mengubah mindset dari cepat ke tepat<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saran saya ya Dek, ya, kurang-kurangin ngeluhnya, perbanyak muhasabah. Bisa jadi bukan sistemnya yang salah, tapi kamunya. Mending ubah mindset kamu dalam memandang tujuan. Jangan terlalu fokus pada hasil yang cepat, sampai lupa bertanya: apakah sistemnya mendukung kita untuk bertahan sampai akhir?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena kenyataannya, sistem di UT sudah dirancang sedemikian rupa sebagai kawan seperjuangan bagi kalian untuk meraih impian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yakin, deh, ketika mindset berubah, keluhan pun akan berkurang. Tugas tidak lagi dipandang sebagai beban, tetapi sebagai alat belajar. Ujian tidak lagi dianggap penghalang, tetapi penanda sejauh mana kita benar-benar memahami.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekian ya Dek ya. Baik-baik kuliahnya. Jangan ngeluh-ngeluh bae.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita<br \/>\nEditor: Intan Ekapratiwi<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mahasiswa-universitas-terbuka-itu-ajaib\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Itu Ajaib. Sama-sama Punya Waktu 24 Jam Sehari, tapi Tetap Bisa Kuliah di Sela-sela Hidup.<\/a><\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">cara\u00a0ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kuliah di UT sudah paling benar. Proses belajarnya nggak instan dan nggak bikin mahasiswa manja. Di sini serba terstruktur!<\/p>\n","protected":false},"author":613,"featured_media":387687,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[13089],"tags":[436,19808,20889,22162,30447,6120,6119],"class_list":["post-387686","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kampus","tag-kuliah","tag-kuliah-di-universitas-terbuka","tag-kuliah-universitas-terbuka","tag-mahasiswa-universitas-terbuka","tag-pengalaman-kuliah-di-universitas-terbuka","tag-universitas-terbuka","tag-ut"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/387686","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/613"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=387686"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/387686\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":387693,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/387686\/revisions\/387693"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/387687"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=387686"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=387686"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=387686"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}