{"id":386963,"date":"2026-01-23T11:20:07","date_gmt":"2026-01-23T04:20:07","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=386963"},"modified":"2026-04-15T14:32:36","modified_gmt":"2026-04-15T07:32:36","slug":"es-teh-jumbo-masih-kalah-dengan-teh-angkringan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/es-teh-jumbo-masih-kalah-dengan-teh-angkringan\/","title":{"rendered":"Seenak-enaknya Es Teh Jumbo Masih Kalah dengan Teh Angkringan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Es Teh Jumbo jadi produk yang sudah tidak asing lagi bagi orang Indonesia. Maklum, gerai minuman dengan konsep ready to drink ini\u00a0 bisa ditemukan hampir di tiap daerah di Indonesia. Mau di jalanan kota besar hingga gang-gang di pelosok kampung, pasti ada saja gerai Es Teh Jumbo atau gerai serupa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rasa Es Teh Jumbo memang mudah diterima di lidah banyak orang. Bukan rasa yang spesial memang, tapi cukuplah untuk menghapus dahaga. Terlebih, merek satu ini menawarkan berbagai macam rasa teh seperti leci, melon, mangga, hingga stroberi. Kemasannya pun tampak premium dengan cup ditutup dengan plastik yang di-sealer lengkap menggunakan logonya. Pasar semakin suka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, kalau disuruh memilih atau merekomendasikan minuman teh, jujur saja saya lebih mengunggulkan teh angkringan karena beberapa alasan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/jogja-tercipta-dari-kenangan-dan-teh-di-angkringan-bukan-kopi-di-kafe-tongkrongan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong><em>Baca juga<\/em> <em>Jogja Tercipta dari Kenangan dan Teh di Angkringan, bukan Kopi di Kafe Tongkrongan.<\/em><\/strong><\/a><\/p>\n<h2><b>Rasa teh angkringan lebih \u201cnendang\u201d daripada Es Teh Jumbo<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya tahu, soal rasa itu sangat subjektif. Namun, bagi lidah orang kampung seperti saya, rasa teh angkringan lebih masuk daripada Es Teh Jumbo. Rasa <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/trilogi-kesalahan-es-teh-solo-kaidah-ginastel-yang-dikhianati\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">sepet dan manisnya<\/a> lebih \u201cnendang\u201d. Rasa dari resep racikan beberapa merek teh yang sudah dipertimbangkan dengan hati-hati selama bertahun-tahun berjualan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Racikannya begitu ajaib sehingga masih saja nikmat ditambahkan dengan berbagai macam bahan lain seperti gula, jahe, jeruk. Disajikan secara dingin maupun panas juga sama-sama sedap. Itu mengapa, membeli teh di angkringan saya unggulkan.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Minum teh di angkringan terasa lebih kalcer<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau boleh meminjam istilah anak muda zaman sekarang, minum teh di angkringan itu terasa lebih kalcer. Terlebih kalau meminumnya di tempat asal-usul angkringan atau hik seperti <a href=\"https:\/\/jatengprov.go.id\/beritadaerah\/desa-ngerangan-klaten-cikal-bakal-desa-angkringan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Klaten<\/a>, Jogja, Solo. Bukan sekadar menghilangkan dahaga, menyesap segelas teh sambil kongkow bak pengalaman kultural. Angkringan memang sudah menjadi budaya sudah sudah puluhan tahun ada.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu pengalaman ini tidak bisa kalian temukan ketika membeli segelas Es Teh Jumbo. Konsep teh kemasan yang booming beberapa tahun terakhir ini ditujukan hanya untuk mereka yang ingin menyegarkan tenggorokan. Tidak ada tuh istilah nongkrong apalagi pengalaman kultural saat ngeteh satu ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><em><strong><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/nggak-hanya-gudeg-aset-jogja-adalah-es-teh-angkringan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Baca juga Nggak Hanya Gudeg, Aset Jogja adalah Es Teh Angkringan.<\/a><\/strong><\/em><\/p>\n<h2><b>Rasa teh angkringan terjaga<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Satu hal yang saya sangat suka dari teh angkringan itu rasanya yang konsisten. Memang setiap angkringan bisa berbeda takaran teh atau racikan teh dengan akringan lain, tapi rasanya tetap konsisten. Bagaimana tidak, teh baru dibuat ketika pembeli memintanya. Bahkan, pembeli bisa melihat langsung proses pembuatannya. Otomatis, penjual suit untuk &#8220;main-main&#8221; atau &#8220;nakal&#8221; dengan minuman yang disajikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara Es Teh Jumbo tidak demikian. Beberapa penjual yang \u201cnakal\u201d tidak menyediakan teh dengan kualitas terbaik. Tidak sedikit yang menggunakan bekas seduhan sebelumnya hingga timbul rasa asam yang aneh di lidah. Ini pernah ditulis dengan apik dan lengkap di Terminal Mojok berjudul <\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/pojokan\/3-dosa-pedagang-es-teh-jumbo-cuan-tapi-bahaya-untuk-pembeli\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">3 Dosa Pedagang Es Teh Jumbo yang Menguntungkan Mereka tetapi Sangat Merugikan Pembeli<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang dari segi kemasan dan pilihan rasa, Es Teh Jumbo menawarkan hal baru. Kemasannya apik dan menarik. Sementara pilihan rasanya beragam, ada leci, melon, mangga, hingga stroberi. Namun, kelebihan ini seolah \u201ctenggelam\u201d dengan keunggulan teh Angkringan. Apalagi teh angkringan versi hangat, sudah deh nggak ada lawan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada akhirnya, memilih teh angkringan atau Es Teh Jumbo itu selera. Dan, tidak ada yang salah dengan selera seseorang. Tapi, kalau itu kalian tanyakan pada saya, jelas saya dengan mantap memilih dan menyarankan teh angkringan. Es teh di tempat satu ini, tidak hanya enak dan meredam dahaga, ngeteh di angkringan juga jadi pengalaman sosial dan kultural berkesan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Supriyadi<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><b>\u00a0BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/cuan\/sisi-gelap-bisnis-es-teh-jumbo-tak-cuan-bisnis-melayang\/\"><b><i>Dua Kisah Bisnis Cuan, Sisi Gelap Bisnis Es Teh Jumbo yang Membuat Penjualnya Menderita dan Tips Memulai Sebuah Bisnis<\/i><\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Es Teh Jumbo kemasannya menarik dan banyak pilihan rasa, tapi masih kalah dengan teh angkringan yang legendaris itu. <\/p>\n","protected":false},"author":3187,"featured_media":386994,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[13085],"tags":[1641,627,19215,2976,19216,32093],"class_list":["post-386963","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi","tag-angkringan","tag-es-teh","tag-es-teh-jumbo","tag-teh","tag-teh-angkringan","tag-teh-jumbo"],"modified_by":"Anggi Thoat Ariyanto","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/386963","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3187"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=386963"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/386963\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":399115,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/386963\/revisions\/399115"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/386994"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=386963"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=386963"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=386963"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}