{"id":386591,"date":"2026-01-21T09:00:01","date_gmt":"2026-01-21T02:00:01","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=386591"},"modified":"2026-01-20T15:47:20","modified_gmt":"2026-01-20T08:47:20","slug":"kuliah-di-ut-masa-depan-cerah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kuliah-di-ut-masa-depan-cerah\/","title":{"rendered":"Mahasiswa UT Berjuang dalam Senyap: Kuliah Nggak Pakai Story, Wisuda Nggak Perlu Mewah, yang Penting Masa Depan Cerah"},"content":{"rendered":"<p><em><span style=\"font-weight: 400;\">Mahasiswa UT nggak perlu pamer kuliah atau wisuda di story, yang penting masa depan cerah~<\/span><\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi orang-orang yang tak memiliki privilese dan terbelit akses, pendidikan di bangku perkuliahan bukan sekadar jenjang akademik, melainkan peluang langka yang harus diperjuangkan. Di tengah biaya hidup yang tak kenal kompromi dan tanggung jawab yang menumpuk, kuliah sering kali bukan pilihan ideal, melainkan satu-satunya jalan yang masih mungkin ditempuh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Universitas Terbuka, dengan motto \u201cMaking Higher Education Open to All\u201d, hadir sebagai pintu yang terbuka bagi mereka yang hampir kehilangan harapan untuk kuliah. Namun <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wahai-bapak-ibu-dosen-kenapa-sering-sekali-mengganti-jam-kuliah-online-sih\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kuliah online<\/a> di UT bukan berarti lebih mudah, terutama bagi mereka yang bekerja, berkeluarga, dan harus membagi diri antara menjadi mahasiswa, pencari nafkah, sekaligus anggota keluarga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perjuangan itu sering kali berbentuk adu kuat dengan waktu. Tenaga habis untuk kerja seharian, tersangkut macet di perjalanan, pulang ketemu cucian dan urusan rumah, lalu masih harus membuka aplikasi TUTON yang menunggu absen dan pengerjaan.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mahasiswa-ut-lulus-bukan-untuk-pamer\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Baca juga: Mahasiswa UT Lulus Bukan untuk Pamer, tapi untuk Bertahan Hidup.<\/a><\/p>\n<h2><b>Mahasiswa UT berjuang dalam senyap<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Absen, diskusi, dan tugas-tugas yang muncul di jam-jam ganjil menjadi fase senyap menjelang UAS. Sebelum tidur, mahasiswa UT seperti saya membiasakan diri mencicil modul tebal dengan metode SQ4R yang sudah kami pelajari saat PKBJJ, meski mata sudah sepet dan kepala nyaris menyerah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hidup berjalan dalam siklus yang nyaris tak berubah: bangun, kerja, nyicil diskusi di sela istirahat, pulang, menyelesaikan tuton sebisanya, membaca beberapa lembar modul, lalu tidur. Besoknya diulang lagi, tanpa jeda panjang bernama libur yang benar-benar libur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini gambaran yang bagaimana struggle-nya mahasiswa UT yang berkuliah sambil bekerja dengan jam yang padat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Me time? Sekadar tarik napas dan buang napas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam satu semester yang berisi delapan sesi <a href=\"https:\/\/www.ut.ac.id\/tutorial-online\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tuton<\/a> dan UAS, sulit rasanya berharap bisa beristirahat dengan tenang. Saat UAS tiba, pikiran penuh dengan hitung-hitungan yang melelahkan. Apakah nilai UAS bisa menembus batas minimum 30 persen supaya tak mengulang? Apakah benar 15 dari 50 soal sudah cukup aman? Kalau dengan nilai Tuton, dapat B atau C, ya?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beginilah isi kepala mahasiswa UT di minggu-minggu ujian, tak terkecuali saya. Setelah berjuang satu semester penuh, masih ada satu fase paling mendebarkan: pengumuman nilai akhir. Harapannya sederhana. Tak ada D, apalagi E. Sebab satu huruf itu bisa berarti tambahan waktu, tambahan biaya, dan pupusnya mimpi lulus tepat waktu, bahkan cumlaude.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah berusaha bergelut dalam 1 semester. Ada fase yang mendebarkan, yaitu masa pengumuman nilai akhir mata kuliah yang berharap tidak ada yang mendapatkan D apalagi E. Kalau tidak pupus sudah harapan untuk cumlaude dan lulus tanpa mengulang mata kuliah.<\/span><\/p>\n<h2><b>Tanpa penonton story yang mengapresiasi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu di luar sana, mahasiswa lain dapat belajar di kampus, nongkrong di sekre sambil debat ndakik-ndakik atau membuat konten sepulang kelas dengan harapan masuk FYP. Kami mahasiswa UT lebih sering berjuang dalam senyap. Paling jauh, saling menyemangati lewat grup WhatsApp yang sudah ada sejak OSMB atau PKBJJ, atau curhat di akun UTFess di Twitter.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tak jarang, keluhan ini justru ditertawakan. Orang menganggap UT buangan. Mahasiswa yang kuliah online seolah tak pantas mengeluh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKuliah online kok capek? Anak <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bangga-masuk-ptn-top-hanya-sesaat-yang-penting-bisa-lulus\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">PTN top<\/a> aja nggak heboh kayak gitu,\u201d begitu kira-kira komentar yang sering mampir.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal setiap tempat punya kesulitannya sendiri. Dan curhat di ruang yang tepat sering kali bukan soal mencari simpati, tapi sekadar memastikan bahwa lelah ini masuk akal dan tidak kita alami sendirian.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/lulus-kuliah-bukan-lomba-ut-ajarkan-saya-lulus-tepat-tujuan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Baca j<span style=\"font-weight: 400;\">uga: Kuliah Bukan Perlombaan Lulus Tepat Waktu, Universitas Terbuka (UT) Justru Mengajarkan Saya Lulus Tepat Tujuan.<\/span><\/a><\/p>\n<h2><b>Tanpa wisuda mewah, yang penting berjalan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Soal wisuda pun tak selalu jadi panggung perayaan. Banyak mahasiswa UT yang mungkin hanya datang ke kampus tiga kali: saat OSMB, PKBJJ, dan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kuliah-di-ut-itu-kadang-menyebalkan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">wisuda<\/a>, itu pun jika sempat. Ada yang memilih mengambil ijazah saja karena pekerjaan dan kondisi tak memungkinkan. Perayaan kelulusan akhirnya berlangsung sederhana, cukup makan bersama keluarga di rumah, bertukar ucapan lewat WhatsApp, tanpa toga megah dan foto estetik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, barangkali justru di situlah letak maknanya. Bahwa perjuangan tak selalu butuh penonton. Proses tumbuh bisa berlangsung senyap, tanpa sorak-sorai, tanpa sorotan kamera. Dan di tengah sunyi itulah, mahasiswa UT tetap berjalan pelan terkadang tertatih namun tak berhenti.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Faris Firdaus Alkautsar<br \/>\nEditor: Intan Ekapratiwi<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kuliah-online-ut-lebih-serius-dibanding-kuliah-konvensional\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Stop Mengira Kuliah Online UT Itu Main-main, Kenyataannya Lebih Serius dan Menantang Dibanding Kuliah Konvensional.<\/a><\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">cara\u00a0ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mahasiswa UT nggak ribet posting kuliah di story mereka. Soalnya buat mereka masa depan cerah jauh lebih berharga.<\/p>\n","protected":false},"author":2643,"featured_media":386593,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[13089],"tags":[19808,20889,22162,30447,6120,6119],"class_list":["post-386591","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kampus","tag-kuliah-di-universitas-terbuka","tag-kuliah-universitas-terbuka","tag-mahasiswa-universitas-terbuka","tag-pengalaman-kuliah-di-universitas-terbuka","tag-universitas-terbuka","tag-ut"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/386591","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2643"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=386591"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/386591\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":386596,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/386591\/revisions\/386596"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/386593"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=386591"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=386591"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=386591"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}