{"id":386524,"date":"2026-01-20T11:43:40","date_gmt":"2026-01-20T04:43:40","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=386524"},"modified":"2026-01-20T11:43:40","modified_gmt":"2026-01-20T04:43:40","slug":"surabaya-bikin-orang-bangkalan-madura-minder","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/surabaya-bikin-orang-bangkalan-madura-minder\/","title":{"rendered":"6 Keunggulan Surabaya yang Bikin Orang Bangkalan Madura Minder sebagai Tetangganya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya rasa tidak ada kabupaten paling ciut ketika melihat tetangga sebelahnya selain Bangkalan Madura. Ya, kabupaten yang berada di ujung barat Pulau Garam ini\u00a0 harus bertetangga dengan salah satu kota terbesar di Indonesia, yakni Surabaya. Ah, membayangkan saja sudah sangat memprihatinkan nasibnya. Apalagi kalau kalian sampai menjadi warganya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ibarat <\/span><a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=ZAt2Bk1zq-M\"><span style=\"font-weight: 400;\">lagunya Mas Arie Wibowo<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, Bangkalan Madura dan Surabaya itu bagai singkong dan keju. Jauh sekali. Ilustrasi ini saya maksudkan bukan untuk mendiskreditkan masyarakatnya. Sebaliknya, supaya pemerintah yang kita gaji ini bisa lebih peka pada ketimpangan yang terjadi antara dua kabupaten dan kota ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi warga Surabaya sih ini biasa, tapi bagi warga Bangkalan Madura, kondisi ini bikin kita ciut luar biasa.<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Kampus top di Indonesia ada di Surabaya<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tak ada yang patut dibanggakan selain akses dan kualitas pendidikan yang baik. Ya, itulah satu hal yang bikin Bangkalan Madura langsung ciut ketika berhadapan dengan Surabaya. Di Surabaya, total 7 pendidikan tinggi negeri saat ini. Sementara di Bangkalan baru punya satu, yakni <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sisi-gelap-kuliah-di-universitas-trunojoyo-madura\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Universitas Trunojoyo Madura (UTM)<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketujuh kampus negeri di Surabaya tersebut, yakni UNAIR, ITS, UNESA, UINSA, UPN, PENS, dan PPNS. Lalu, kita tahulah, kualitas kampus UNAIR dan ITS udah bukan lagi tingkat nasional, tapi sudah internasional.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, sebagai tetangganya, apa nggak ciut tuh Bangkalan Madura?\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Surabaya banyak perpustakaan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kualitas kampus tentu tidak berdiri sendiri. Kualitas pendidikan akan meningkat seiring akses pengetahuan juga terbuka bebas. Nah, inilah perbedaan kedua antara Surabaya dan Bangkalan Madura. Perpustakaan umum di Surabaya banyak sekali pilihannya. Ada Perpustakaan Disperpusip Jatim, Perpustakaan Umum Kota Surabaya, dan satu lagi yang menurut saya cukup recommended, Perpustakaan Umum Bank Indonesia yang berlokasi di Jalan Taman Mayangkara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain perpustakaan yang dikelola pemerintah, banyak juga perpustakaan milik swasta atau pribadi yang juga dibuka untuk umum. Misalnya, C20 Library. Haduh, pokoknya gampang deh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, di Bangkalan belum ada kan?<\/span><\/p>\n<p><em><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/saya-tidak-pernah-memilih-lahir-di-madura-tapi-kenapa-saya-dihina\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>Baca juga Saya Tidak Pernah Memilih Lahir di Madura, tapi Kenapa Saya Terus-terusan Dihina? Apakah Salah Jadi Orang Madura?<\/strong><\/a><\/em><\/p>\n<h2><b>#3 Banyak ruang terbuka untuk bersantai<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selanjutnya, jika bosan beraktivitas di indoor, Surabaya banyak Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang bisa dijadikan pilihan untuk bersantai. Mulai dari Taman Bungkul, Taman Harmoni, atau sekedar duduk-duduk di pinggiran aliran sungai di Jalan Ngagel. Itu sudah cukup bikin tenang dan mengurangi stress.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lah, di Bangkalan, paling kalau ingin bersantai di ruang terbuka hijau cuma di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kutoarjo-punya-alun-alun-sendiri-padahal-masuk-purworejo\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">alun-alun<\/a>. Ya, alun-alun kabupaten yang tidak menarik itu. Kalau mau santai, perlu mati-matian cari area yang nyaman, sebab sampahnya banyak yang berserakan. Hadeh!<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 Banyak sarana hiburan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fakta yang tidak perlu disangkal selanjutnya adalah Surabaya punya banyak pilihan hiburan. Kalian mau cari apa saja di Surabaya pasti ada, bioskop, berbagai kuliner, toko buku, thrifting baju, dan lain sebagainya. Pokoknya banyak. Mal-mal besar di Surabaya juga bertebaran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini berbeda saat kalian di Bangkalan Madura. Jangankan mal besar, mal kecil Bangkalan Plaza saja sekarang makin sepi, masih untung nggak mati. Itu pun nggak mati karena sekarang ada Mall Pelayanan Publik atau MPP hehehe,\u00a0 ke mall bukan mau belanja tapi mau ngurus KTP.<\/span><\/p>\n<p><em><strong><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kuliah-di-surabaya-kerja-di-bangkalan-madura-adalah-malapetaka\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Baca juga Kuliah di Surabaya, lalu Bekerja di Bangkalan Madura Adalah Malapetaka, Gajinya Bercanda!<\/a><\/strong><\/em><\/p>\n<h2><b>#5 UMK Surabaya dua kali lipat UMK Bangkalan Madura<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selanjutnya, UMK keduanya sangat menunjukkan betapa tertatih-tatihnya warga Bangkalan Madura. Di kabupaten ini, UMK 2026 hanya Rp2,5 juta. Tapi, kalian nyebrang Suramadu 15 menit, UMK warga Surabaya sudah dua kali lipat, yakni Rp5,2 juta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Miris nggak tuh kami sebagai warga Bangkalan Madura!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ibarat nih ya, kita sebelumnya dipisah sama laut. Maklumlah beda jauh. Lha sekarang, sudah disatukan sama jembatan Suramadu, penghasilan warga Madura tetap segitu-segitu aja. Bukankah ini malah makin memperjelas kesengsaraan Bangkalan Madura?<\/span><\/p>\n<h2><b>#6 Transportasi umum terintegrasi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terakhir, hal yang saya kagumi dari Surabaya adalah layanan transportasinya yang sudah cukup terintegrasi. Transportasi umum yang murah pasti ada yang lewat lewat di banyak titik di Surabaya. Melalui aplikasi GOBIS Suroboyo, kalian bisa mengetahui secara real-time transportasi umum yang beroperasi di Surabaya, mulai dari Suroboyo Bus, Wirawiri, sampai <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/stop-meromantisasi-bus-trans-jatim\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Trans Jatim<\/a>. Haduh, bagus banget pokoknya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lha, di Bangkalan, jangankan aplikasi yang terintegrasi, Trans Bangkalan yang kemarin dicoba saja sudah gagal. Alasannya, katanya sepi peminat. Padahal, pemkabnya saja yang tidak niat. Coba kalo beneran niat, sosialisasinya tentu jelas dan menyeluruh supaya semua masyarakat tahu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya sudah, itulah enam yang bikin saya sebagai warga Bangkalan Madura ciut saat melihat Surabaya. Tulisan ini sekali lagi buka untuk mendiskreditkan Bangkalan Madura. Jujur, saya begitu cinta sama kabupaten ini. Makanya, saya mengkritisi supaya yang rusak bisa bapak\/ibu pejabat pemerintah perbaiki. Sekian!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Abdur Rohman<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><em><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-hal-yang-bikin-saya-kaget-saat-berkunjung-ke-madura-untuk-pertama-kali\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">4 Hal yang Bikin Saya Kaget Saat Berkunjung ke Madura untuk Pertama Kali<\/a>.<\/em><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Orang Bangkalan Madura minder dengan Surabaya karena lebih banyak pilihan perguruan tinggi hingga transportasi umum terintegrasi. <\/p>\n","protected":false},"author":2507,"featured_media":386557,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[16112,22434,5020,32038,405],"class_list":["post-386524","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-bangkalan","tag-bangkalan-madura","tag-madura","tag-orang-bangkalan","tag-surabaya"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/386524","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2507"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=386524"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/386524\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":386559,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/386524\/revisions\/386559"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/386557"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=386524"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=386524"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=386524"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}