{"id":386309,"date":"2026-01-19T13:47:15","date_gmt":"2026-01-19T06:47:15","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=386309"},"modified":"2026-01-19T13:47:15","modified_gmt":"2026-01-19T06:47:15","slug":"warkop-bulungan-satu-lagi-tempat-viral-di-blok-m-yang-bikin-kecewa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/warkop-bulungan-satu-lagi-tempat-viral-di-blok-m-yang-bikin-kecewa\/","title":{"rendered":"Warkop Bulungan: Satu Lagi Tempat Viral di Blok M yang Bikin Kecewa dan Cukup Dikunjungi Sekali Saja"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Warkop, yang seharusnya menjadi tempat peristirahatan sementara dari asam pahit kehidupan, direduksi menjadi sekadar tempat viral untuk dikunjungi agar dianggap gaul dan tidak merasa tertinggal. Dan ujung-ujungnya malah bikin kecewa. Itulah Warkop Bulungan, Blok M.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Aye, teman dekat saya sejak SMP, tiba-tiba nyeletuk untuk menyarankan ke Blok M saja. Khususnya, ke Warkop Bulungan. Sudah hampir setahun kami tidak nongkrong karena kesibukan kami di kampus masing-masing. Baru hari ini kami punya waktu yang pas di mana kami tidak memiliki agenda apa-apa untuk dilakukan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Entah mengapa saya mengiyakan sarannya tanpa alasan yang jelas. Kalau dari sisi Aye, mungkin ia ingin bernostalgia ke Blok M dan melewati jalan yang dia dulu selalu ia lewati ketika berangkat sekolah di SMA 6.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akhirnya kami berangkat dari <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Pasar_Minggu,_Jakarta_Selatan\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pasar Minggu<\/a> ke Blok M dengan waktu tempuh hampir 2 jam dengan mobilnya Aye. Macetnya Jakarta memang sialan. Kami berangkat pukul tujuh malam dan baru sampai jam sembilan. Ini hari Kamis dan ini adalah jam-jam orang pulang kerja. Kami sudah hidup 20 tahun hidup di Jakarta, tapi masih naif dengan keadaan jalannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ditambah lagi besok long weekend karena Jum\u2019at libur Isra\u2019 Mi\u2019raj. Banyak orang tidak langsung pulang ke rumah, tapi cari tempat nongkrong dulu untuk memulai libur panjang yang berharga itu. Dan Blok M tentunya menjadi opsi yang diutamakan untuk nongkrong.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sesampainya di Warkop Bulungan, saya melihat begitu penuhnya tempat itu oleh orang-orang dengan kostum kerjanya masing-masing. Dalam hati, saya ingin bilang cari tempat lain saja ke Aye. Namun, dari raut wajahnya ia memang ingin sekali mengunjungi ini untuk menyantap nasi goreng kecombrang yang katanya enak. Jadi ya sudah cobain aja dulu.<\/span><\/p>\n<h2><b>Warkop Bulungan pakai waiting list<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika sampai, kami harus masuk ke dalam waiting list dahulu dan mendapat urutan nomor kedua. Kami menunggu sambil ditemani asap dari bakaran sate taichan di sebelah warkop. Seumur-umur baru kali ini saya mau nongkrong di warkop harus menunggu dulu untuk duduk. Memangnya seenak apa sih makanan-makanan di sini?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kira-kira kami perlu menunggu 10 menit sampai waiters warkop itu memanggil kami. Akhirnya, kami kedapatan meja yang masih basah bekas pengunjung sebelumnya dengan kursi biru plastik. Letaknya di outdoor, di depan dapur mereka yang terbuka sehingga kami bisa melihat atraksi mereka yang memasak. Ya walaupun yang dimasak kebanyakan hanya Indomie, nasi goreng, dan roti bakar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya memesan Indomie nyemek dengan puding telur dan roti bakar keju crunchy, sementara Aye memesan yang diinginkannya dari tadi, yaitu nasi goreng kecombrang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Waktu menunggu, saya mendengar pengunjung di meja sebelah saya memanggil waiters dengan nada agak sebal. Mereka komplain kalau salah satu nasi goreng mereka tidak ada ayamnya. Tampaknya nada sebal itu tidak hanya muncul dari makanan yang tidak sesuai pesanan, tapi akumulasi emosi dari beban kerja yang mereka lalui hari ini. Emosi tersebut ditumpahkan agar libur tiga harinya ke depan terasa lega kepada waiters yang mungkin besok masih harus bekerja karena warkop akan tetap buka.<\/span><\/p>\n<p><strong><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tips-berkunjung-ke-blok-m-jaksel-agar-tidak-sia-sia-dan-menyesal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">BACA JUGA: 4 Hal Penting yang Harus Diketahui Jika Ingin Berkunjung ke Blok M Jaksel agar Kunjunganmu Tidak Sia-sia<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><b>Melihat waiters yang kewalahan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu waiters perempuan terlihat lelah dan kewalahan menghadapi ramainya warkop. Dari raut wajahnya dia ingin cepat pulang dan pergi dari keramaian warkop ini dengan pengunjung yang tidak ada habisnya. Namun, ia tidak bisa melepas diri dari tanggung jawabnya. Besok ia harus tetap bekerja untuk tetap bertahan di tengah Jakarta yang selalu banyak menuntut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tanpa diduga-duga di samping saya terjatuh cangkang telur yang sepertinya berasal dari dapur yang terbuka itu. Segera waiters terdekat mengambil cangkang tersebut. Entah kenapa cangkang tersebut bisa terlempar sejauh itu dari dapur dan hampir mengenai saya. Rasanya saya sedang melakukan pertunjukan yang jelek dan memalukan sehingga harus dilempar cangkang telur. Tapi, nggak lho\u2026Saya cuman ingin makan Indomie di sini.<\/span><\/p>\n<h2><b>Makanan yang lama datang dan biasa saja<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perlu menunggu cukup lama dari satu hidangan ke hidangan yang lain untuk datang, jika dibandingkan ketika memesan makanan pada warkop biasa. Alih-alih menawarkan rasa yang istimewa untuk membayar rasa bete akibat hidangan yang terlalu lama datang, ternyata rasanya biasa aja. Nasi goreng kecombrangnya cukup harum dan asik. Enak secara rasa. Tapi, nasinya dingin hingga membuat Aye mengeluhkannya sampai perjalanan pulang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Indomie nyemeknya juga biasa aja. Nggak ada yang istimewa. Walaupun, tetap bisa dinikmati untuk menghangatkan diri. Sebab Jakarta dingin karena diguyur hujan terus akhir-akhir ini hingga menyebabkan banjir di banyak titik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rasa kecewa pun juga saya dapati ketika memakan roti keju crunchy. Rasanya malah menawarkan manis ala SKM, bukan keju yang asin. Meskipun, ada tekstur crunchy juga dari selai yang bikin sensasi tambahan.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/ragam\/alasan-blok-m-jakarta-selatan-banyak-preman\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>BACA JUGA: Dekat Markas Besar Polisi, Tapi Banyak Preman di Blok M Jaksel, Mengapa?<\/strong><\/a><\/p>\n<h2><b>Apakah Warkop Bulungan layak dikunjungi kembali?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah menyantap semua yang kami pesan, Aye mengajak untuk segera beranjak pergi karena ia duduk di posisi yang membuatnya melihat pengunjung-pengunjung lain yang masih terdaftar di waiting list. Ia merasa tidak enak kalau duduk lama-lama di sini. Jadinya, kami memutuskan untuk beranjak pergi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum mengangkat diri dari kursi saya baru menyadari ada poster meme di dinding warkop bertuliskan, \u201cAREA DILARANG CEMBERUT\u201d, dengan foto Peter Parker yang sedang menangisi kematian Uncle Ben. Di saat makanan yang lama datang dan segala hal mengejutkannya yang saya alami, kami nggak boleh mengekspresikan diri secara natural.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah saya akan kembali ke Warkop Bulungan? Tentu tidak. Saya lebih baik mencari warkop sepi di dekat rumah, tentunya yang lebih nyaman, murah, dan bisa berlama-lama di tempat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagi-lagi, tempat makanan yang viral itu nggak semuanya memberikan pengalaman yang membahagiakan. Sering kali kita hanya mengunjunginya untuk pertama dan terakhir kalinya. Lalu dilupakan karena memang tidak membentuk momen yang tidak pantas dikenang.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Mohammad Rafatta Umar<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/esai\/adu-nyali-paling-sinting-di-blok-m-jakarta-selatan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Adu Nyali Paling Sinting: Sepenggal Cerita Tentang Blok M, Jakarta Selatan<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apakah saya akan kembali ke Warkop Bulungan? Tentu tidak. Mending saya cari warkop dekat rumah, nggak perlu jauh-jauh ke Blok M.<\/p>\n","protected":false},"author":3140,"featured_media":386435,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[12909],"tags":[9593,529,32031,32029,32028,32030],"class_list":["post-386309","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kuliner","tag-blok-m","tag-jakarta","tag-tempat-nongkrong-di-blok-m","tag-tempat-viral-di-blok-m","tag-warkop-bulungan","tag-warung-kopi-di-blok-m"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/386309","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3140"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=386309"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/386309\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":386436,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/386309\/revisions\/386436"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/386435"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=386309"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=386309"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=386309"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}