{"id":386236,"date":"2026-01-18T19:35:02","date_gmt":"2026-01-18T12:35:02","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=386236"},"modified":"2026-01-18T19:35:02","modified_gmt":"2026-01-18T12:35:02","slug":"5-hal-yang-baru-terasa-mahal-setelah-menikah-bikin-syok","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-hal-yang-baru-terasa-mahal-setelah-menikah-bikin-syok\/","title":{"rendered":"5 Hal yang Baru Terasa Mahal Setelah Menikah, Bikin Syok\u00a0"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menikah itu ibarat memasuki dunia baru. Dunia yang asing. Itu sebabnya, wajar kalau ada kaget-kagetnya dikit. Kalau istilah anak sekarang, culture shock. <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-hal-baru-yang-saya-temukan-setelah-menikah-dengan-orang-minang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Culture shock<\/a> pasca menikah ini bukan sebatas soal kebiasaan pasangan saja ya. Yang satu suka tidur dengan lampu mati dan yang satu suka tidur dengan lampu menyala. Atau, yang satu pake handuk untuk seluruh badan dan yang satunya lagi pakai handuk berbeda tergantung fungsi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, culture shock pasca nikah yang diam-diam bikin kita menelan ludah justru yang berkaitan dengan urusan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pasalnya, setelah dijalani, ternyata pengeluaran sesudah menikah ini gede juga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Eits, kekagetan ini bukan karena tidak diperhitungkan sebelumnya, ya. Diperhitungkan kok. Dan, aslinya sadar juga kalau dana yang dibutuhkan pas masih single dengan ketika sudah menikah pasti berbeda. Hanya saja, meleset dari prediksi awal. Eh, bukan meleset lagi ding. Kalau meleset sih masih bisa ditoleransi. Lha ini? Beneran jungkir balik dari ekspektasi awal. Akhirnya, terkaget-kaget, deh.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/culture-shock-yang-saya-rasakan-sebagai-orang-madiun-menikah-dengan-orang-jogja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em><strong>Baca juga Culture Shock yang Saya Rasakan sebagai Orang Madiun Ketika Menikah dengan Orang Jogja: Saya Nggak Suka Brongkos, Doi Nggak Suka Rujak Petis, Sad<\/strong><\/em><\/a><\/p>\n<h2><b>#1 Harga gorden yang ternyata mahal<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama, soal gorden. Sebelum menikah, tiap kali melihat gorden di rumah, kita mungkin hanya menganggapnya sebagai selembar kain penutup jendela. Nah, karena bentuknya yang \u2018cuma\u2019 lembaran itulah, dalam benak kita, harganya korden ini paling tak seberapa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, setelah menikah, ketika kita dan pasangan bermaksud pasang gorden di rumah, barulah terperangah. Alamak! Mahal kali harga si gorden! Bisa-bisanya harga satu set gorden setara dengan setengah gaji bulanan. Belum termasuk rel, ring, dan ongkos pasang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Coba mengaku. Kalian pasti pernah ada yang <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/ragam\/kerja-mati-matian-uang-ludes-buat-thr-lebaran\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">THR<\/a>-nya habis hanya untuk beli gorden seisi ruangan.<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Setelah menikah dan berkularga, mudik terasa mahal<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jaman masih single, pulang ke kampung halaman jadi\u00a0 persoalan yang sepele. Tiap long weekend, bisa langsung <a href=\"https:\/\/mojok.co\/esai\/sialnya-mudik-dari-jogja-ke-sumatra-karena-percaya-pelni-asdp\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">mudik<\/a>. Tapi, setelah berumah tangga, pulang ke kampung halaman bukan lagi soal menuntaskan rindu. Soalnya, perkara mudik sudah bukan lagi perkara yang murah. Terutama, kalau tempat yang dituju sudah beda pulau.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau satu tiket pesawat satu juta, menikah berarti minimal dua juta. Punya dua anak? Empat juta. Pulang-pergi? Delapan juta. Itu baru transportasi. Belum oleh-oleh, makanan selama perjalanan, kemungkinan dadakan beli ini-itu dan pecingan untuk keponakan. Cenat-cenut, cenat-cenut dah!<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Perabot rumah ternyata menguras dana<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum menikah, kita mungkin tidak terlalu peduli dengan perabotan yang ada di rumah. Istilahnya, kasur yang penting bisa buat tidur, lemari asal bisa muat dan meja makan? Opsional. Gampanglah, makan juga bisa sambil lesehan di depan TV. Tapi, setelah menikah, perabot rumah jadi kebutuhan nyata.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sialnya, kalau bicara soal isian rumah, nyaris tak ada yang murah. Nggak usah ngomongin sofa yang dari ukurannya saja sudah ketahuan mahalnya deh. Sesederhana gagang pintu dan kran air saja, harganya ternyata tidak semurah yang kita bayangkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Puncaknya biasanya ada di dapur: <a href=\"https:\/\/www.workshopfurniture.id\/apa-yang-dimaksud-kitchen-set\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kitchen set<\/a>. Mahal banget, ya Rabb. Nambah dikit bisa dapet motor baru. Tapi, mau bagaimana lagi? Mahal, tapi perlu.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-ide-suvenir-nikah-bermanfaat-yang-nggak-bakal-dibuang-tamu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong><em>Baca juga<\/em> 5 Ide Suvenir Nikah Bermanfaat yang Nggak Bakal Dibuang Tamu Undangan.<\/strong><\/a><\/p>\n<h2><b>#4 Banyak suami syok setelah menikah, ternyata skincare nggak cukup satu<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Culture shock setelah menikah selanjutnya, biasanya dialami oleh kaum laki-laki. Yaitu, tentang skin care yang dipakai istri. Botol kecil-kecil yang semula dikira murah, ternyata bisa seharga ratusan ribu. Ndilalah, kadang nggak cukup hanya satu. Itu baru skincare, belum make-up-nya. Dihitung-hitung, lumayan juga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya jadi ingat pernah ada perdebatan di Threads soal skincare paska menikah. Ada yang bilang skincare bukan kewajiban suami. Tapi ada pula yang bilang sebaliknya. Yang jelas, soal skincare ini memang kerap jadi culture shock pasca menikah, terutama bagi mereka yang saat single merasa cukup hanya dengan cuci muka saja.<\/span><\/p>\n<h2><b>#5 Pendidikan anak mahal dan harus direncanakan sejak dini<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan lupakan juga soal biaya pendidikan anak. Ketika melihat brosur pendaftaran sekolah (tentu saja bukan sekolah negeri, ya), kita mungkin tidak pernah menyangka biayanya bisa sampai puluhan juta. Itupun hanya biaya masuk saja. Belum biaya SPP yang kudu rutin dibayarkan tiap bulan dan biaya kegiatan tiap awal semester. Yang bikin kaget lagi, pendaftarannya seringkali inden. Bayar sekarang, untuk tahun ajaran mendatang. Wow. Ternyata bukan cuma motor aja yang inden, Gaes~<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di titik ini, pendidikan bukan lagi sekadar soal \u201cGampanglah, nanti. Anak masih kecil ini.\u201d Oh, nggak bisa. Dana pendidikan anak harus mulai dipikirkan sejak sebelum anak lahir. Jadi ketika mereka masuk usia sekolah, BPKB mobilnya nggak perlu ikutan \u201csekolah\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada akhirnya, culture shock pasca menikah, entah itu pritilan yang semula kita kira murah ternyata mahal, hingga ke biaya pendidikan anak, bermuara pada satu kesimpulan. Yaitu, gaji UMR sejatinya hanya dirancang untuk hidup satu orang, bukan satu keluarga. Ketika dipaksa mencukupi lebih dari itu, ya\u2026 bisa sih, tapi mumet.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nganu. Tulisan ini nggak usah di-counter dengan bilang, \u201cAku gaji nggak nyampe UMR tapi bisa kok menghidupi satu keluarga dengan 5 anak.\u201d Nggak usah, Suhu. Daripada bikin tulisan tandingan, mending simpan energimu. Esok alarm tetap bunyi, tagihan tetap datang, dan kamu tetap harus berangkat kerja meski semalam baru saja kerokan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Dyan Arfiana Ayu Puspita<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/belanja-furnitur-mending-di-ikea-atau-informa\/\"><b>Belanja Furnitur Mending di IKEA Atau Informa? Ini Dia Jawabannya<\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tidak hanya kebiasaan pasangan, culture shock setelah menikah juga meliputi harga pernak-pernik dan kebutuhan rumah tangga yang mahal. <\/p>\n","protected":false},"author":613,"featured_media":386245,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[13078],"tags":[1042,8863,14,365,412],"class_list":["post-386236","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gaya-hidup","tag-jomlo","tag-lajang","tag-menikah","tag-pernikahan","tag-rumah-tangga"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/386236","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/613"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=386236"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/386236\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":386253,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/386236\/revisions\/386253"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/386245"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=386236"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=386236"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=386236"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}