{"id":385772,"date":"2026-01-16T10:00:19","date_gmt":"2026-01-16T03:00:19","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=385772"},"modified":"2026-01-15T21:40:18","modified_gmt":"2026-01-15T14:40:18","slug":"mahasiswa-yang-kuliah-sambil-bekerja-pantas-diapresiasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mahasiswa-yang-kuliah-sambil-bekerja-pantas-diapresiasi\/","title":{"rendered":"Mahasiswa yang Kuliah Sambil Kerja Adalah Petarung Sesungguhnya, Layak Diapresiasi"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belum lama ini Terminal Mojok mengangkat tulisan berjudul <\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/nelangsa-mahasiswa-kelas-karyawan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mahasiswa Kelas Karyawan Adalah Ras Terkuat di Bumi: Pagi Dimaki Bos, Malam Dihajar Dosen, Hari Minggu Tetap Masuk<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Karyawan yang melanjutkan studi memang patut diapresiasi. Namun, saya pikir, ada kelompok lain yang lebih pantas menyandang \u201cterkuat di bumi\u201d yakni mahasiswa yang kuliah sambil bekerja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beda lho antara mahasiswa nyambi bekerja dengan karyawan yang melanjutkan studi. Keduanya memang punya kewajiban lain di samping kuliah. Namun, untuk mahasiswa nyambi bekerja, saya rasa posisinya lebih susah. Di perkuliahan pada umumnya mereka tidak punya privilese seperti bisa masuk kelas malam, ada kuliah online, dan banyak hal lain. Sementara kondisi ekonominya biasanya lebih rentan karena belum punya pekerjaan mapan maupun karier yang matang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbeda dengan mahasiswa kelas karyawan. Kebanyakan dari mereka adalah karyawan yang sudah punya karier, pekerjaan mapan, atau kondisi ekonomi yang baik. Kuliah mereka juga memungkinkan disesuaikan dengan pekerjaan karena mengambil program kelas karyawan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><em><strong><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jurusan-ekonomi-pembangunan-sadarkan-saya-soal-kemiskinan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Baca juga Jurusan Ekonomi Pembangunan Menyadarkan Saya kalau Kemiskinan Itu Bukan Sekadar Orang yang Tidak Punya Uang<\/a>.<\/strong><\/em><\/p>\n<h2><b>Kuliah sambil kerja karena tidak punya pilihan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bisa kuliah adalah privilese. Tidak semua orang bisa sampai di tahap ini. Namun, yang sering luput disadari, banyak mereka yang sudah kuliah pun berada di posisi yang sulit. Di balik cerita mahasiswa yang sibuk organisasi, healing tipis-tipis, dan ngopi cantik selepas kelas, ada mahasiswa lain yang harus menghitung ulang setiap pengeluaran. Mereka menunda kesenangan dan memilih bekerja untuk dapat tambahan uang demi bisa melanjutkan hidup.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka sedang bertahan. Keterbatasan biaya memaksa mereka mencari celah agar pendidikan tetap jalan tanpa harus terus-menerus membebani orang tua. Kerjanya pun sering kali jauh dari kata ideal, dari jaga konter, melayani pelanggan, ngojek, sampai kerja serabutan yang penting halal dan tidak bikin malu. Bukan demi foya-foya, tapi minimal agar uang jajan aman dan kebutuhan dasar terpenuhi.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kerja apa saja demi bisa hidup<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis pekerjaan yang dipilih biasanya tidak jauh-jauh dari dunia <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/part-time-di-jogja-adalah-jalan-pintas-menuju-perbudakan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">part time<\/a>. Mulai dari jaga kafe, bantu di toko, jadi barista dadakan, kasir minimarket, hingga jaga rental PlayStation. Itu baru contoh kecil. Di balik kesannya yang santai, pekerjaan-pekerjaan ini punya tanggung jawab yang tidak main-main. Datang telat bisa dipotong, salah hitung bisa ganti rugi, dan salah sikap sedikit saja bisa berurusan dengan pelanggan yang mood-nya sensitif.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Soal bayaran, jangan dibayangkan muluk-muluk. Umumnya mahasiswa part time dibayar sekitar 50 ribu rupiah per shift, dengan durasi kerja empat sampai enam jam. Angka yang kalau dibagi per jam rasanya lebih cocok disebut uang lelah daripada upah layak. Tapi, ya itu tadi, tetap harus dijalani. Tugas kuliah\u00a0 menumpuk, deadline tidak kenal belas kasihan, dan kelas pengganti yang mendadak pun sudah jadi makanan sehari-hari.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beruntungnya, tidak semua pekerjaan mengharuskan fisik turun langsung ke lapangan. Ada juga mahasiswa yang kerja sambil duduk menatap layar laptop, jadi admin media sosial, customer service, atau operator chat yang hidupnya di antara notifikasi dan balasan cepat. Capek iya, pusing iya, senang iya, repot iya. Tapi dari situ juga muncul rasa bangga kecil karena bisa bertahan. Mereka ini mungkin jarang pamer kesibukan, tapi kalau bicara soal daya tahan, mahasiswa pekerja jelas bukan kaleng-kaleng.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/derita-mahasiswa-yang-sok-sokan-kerja-part-time\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong><em>Baca juga Derita Mahasiswa yang (Sok-sokan) Kerja Part Time, Baru Kerja Sehari Langsung Mundur Teratur.<\/em><\/strong><\/a><\/p>\n<h2><b>Jadi bahan refleksi bersama<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada titik ini, kita juga perlu jujur mengakui bahwa realitas mahasiswa yang harus bekerja sambil kuliah lepas dari mahalnya biaya pendidikan tinggi. <a href=\"https:\/\/www.detik.com\/bali\/berita\/d-6459257\/ukt-adalah-pengertian-manfaat-sistem-penentuan-dan-contohnya\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">UKT<\/a>, uang praktikum, buku, hingga biaya hidup harian bukan. Itu semua bukan kebetulan. Itu semua muncul dari keputusan-keputusan politik yang dirumuskan negara.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pendidikan tinggi hari ini masih kerap diperlakukan sebagai investasi personal, bukan tanggung jawab kolektif. Akibatnya, kelas menengah dan kelas bawah dipaksa kreatif bertahan. Salah satunya dengan bekerja sambil kuliah, meski konsekuensinya waktu istirahat terkikis dan fokus akademik sering terbelah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal, kalau negara benar-benar menempatkan pendidikan sebagai hak, bukan sekadar fasilitas, dukungan terhadap mahasiswa semestinya lebih diperhatikan. Bantuan biaya hidup, subsidi pendidikan yang tepat sasaran, dan kebijakan kampus yang ramah mahasiswa pekerja bukanlah kemewahan, melainkan kebutuhan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tujuannya bukan memanjakan, tapi memastikan mahasiswa bisa belajar dengan utuh. Mereka tidak perlu terus-menerus bernegosiasi antara nilai akademik dan isi dompet. Dan, seharusnya, di negeri yang mengaku menjunjung pendidikan, bertahan tidak perlu selalu sesulit ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Azzhafir Nayottama Abdillah<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kuliah-s2-ijazah-jadi-overqualified-dan-akhirnya-menyesal\/\"><b><i>Jangan Kuliah S2 Tanpa Rencana Matang, Bisa-bisa Ijazah Kalian Overqualified dan Akhirnya Menyesal<\/i><\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mahasiswa yang kuliah sambil kerja layak diapresiasi karena tidak mudah untuk terus menerus menyeimbangkan nilai dan isi dompet. <\/p>\n","protected":false},"author":3086,"featured_media":385896,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[13089],"tags":[31921,3207,436,19185,34,8596,31963],"class_list":["post-385772","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kampus","tag-kelas-karyawan","tag-kerja","tag-kuliah","tag-kuliah-sambil-kerja","tag-mahasiswa","tag-part-time","tag-pekerja-paruh-waktu"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/385772","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3086"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=385772"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/385772\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":385899,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/385772\/revisions\/385899"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/385896"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=385772"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=385772"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=385772"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}