{"id":384739,"date":"2026-01-12T10:13:25","date_gmt":"2026-01-12T03:13:25","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=384739"},"modified":"2026-01-12T10:15:31","modified_gmt":"2026-01-12T03:15:31","slug":"niatnya-hemat-kos-murah-malah-dapat-kamar-bekas-aborsi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/niatnya-hemat-kos-murah-malah-dapat-kamar-bekas-aborsi\/","title":{"rendered":"Demi Hemat Ratusan Ribu, Rela Tinggal di Kos Murah yang Ternyata Bekas Aborsi"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bicara soal hidup nomaden, rasanya saya sudah cukup layak menyandang gelar profesor dalam urusan tinggal di kos-kosan. Sepanjang masa kuliah, saya sudah mencicipi berbagai macam jenis kosan di beberapa kota. Mulai dari kos murah, sampai yang mendingan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang, sih, saya belum pernah merasakan kemewahan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kampus-jualan-kos-eksklusif-cari-duit-boleh-tapi-ya-nggak-begini-juga\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kamar eksklusif<\/a> yang parkirannya berjejer mobil. Namun, jam terbang dalam menjajal kos murah yang harganya di bawah standar logika hingga kos yang cukup lumayan dan nyaman, sudah lebih dari cukup untuk menjadi bahan riset.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari pengalaman itulah, saya sampai pada sebuah kesimpulan. Kalau ada orang yang bilang tinggal di kos murah itu bagian dari seni hidup prihatin, mungkin dia memang sedang punya niat untuk melatih kesabaran.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kos-murah-jogja-makin-susah-600-ribu-cuma-dapat-seadanya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">Baca juga: Cari Kos Murah di Jogja Makin Susah, 600 Ribu Cuma Dapat Fasilitas Seadanya. Ada sih yang Mewah, tapi di Pinggiran<\/span><b>\u00a0<\/b><\/a><\/p>\n<h2><b>Kos pertama saya adalah sebuah simulasi siksa duniawi di sel isolasi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kos pertama saya adalah perkenalan paling brutal dengan dunia perantauan di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/lika-liku-anak-kos-jogja-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kota Pelajar<\/a>. Karena belum hafal rute jalanan Jogja dan belum punya kendaraan, saya memutuskan memilih kos yang jaraknya sejengkal dari kampus. Maksudnya biar bisa berangkat kuliah dengan jalan kaki.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tanpa banyak opsi, saya harus puas tinggal di sebuah bangunan tua peninggalan zaman Belanda. Yang punya mengubahnya menjadi kos murah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menuju kamar, saya harus melewati lorong gelap gulita tanpa penerangan. Yang punya memasang papan tripleks sebagai sekat di salah satu sisi untuk menjadi kamar sewaan tanpa jendela. Untungnya, kamar saya sedikit lebih layak karena terbuat dari dinding bata dan punya satu jendela. Namun, soal ukuran, luas kamarnya nggak lebih dari 1,5 meter x 2,5 meter.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di dalam kamar kos murah ini sudah berdesakan dipan kayu, meja belajar tua dengan desain khas zaman dulu, dan lemari baju plastik tipis dengan resleting yang kalau ditarik suaranya merobek keheningan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kehadiran perabot tadi bikin kamar terasa makin sesak. Alhasil, ketimbang produktif belajar, saya malah lebih sering keluyuran sampai menjelang jam malam. Semata karena nggak betah di dalam penjara berkedok kamar kos murah tersebut.<\/span><\/p>\n<h2><b>Tidak ada jasa cleaning service<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penderitaan belum selesai. Karena ini kos murah, jangan harap ada jasa cleaning service. Kamar mandinya di luar dan penghuni memakainya berjemaah. Artinya, setiap penghuni punya jadwal piket menguras bak yang cukup besar dan mengosek lantai kamar mandi yang sudah berlumut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut saya, kerjaan ini mestinya jadi tanggung jawab pemilik kos. Bukannya malah membebani mahasiswa yang sudah pusing dengan tugas kuliah serta bayar uang sewa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begitu ada penghuni lain yang lulus, saya langsung gerak cepat minta pindah ke kamarnya yang terletak di belakang rumah. Kamar itu terpisah dari bangunan utama dan jauh lebih luas serta punya jendela besar. Mulanya, saya pikir ini adalah keputusan tepat untuk memperbaiki kualitas hidup saya sebagai mahasiswa rantau.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kos murah melahirkan paranoid<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, harapan tinggal di kamar anyar tersebut ternyata memicu paranoid jenis baru. Setiap malam, pemilik koe mengunci pintu yang menjadi satu-satunya akses ke bangunan utama.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bayangkan, saat itu gempa besar barusan melanda <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/harga-kos-di-jogja-bikin-pusing-kepala\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jogja<\/a>. Skenario buruk terus menghantui saya. Kalau gempa susulan datang saat saya terkunci di area belakang, entah bagaimana nasib saya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, lingkungan sekitar kos murah ini, kalau malam, sangat remang. Tersebar pula kabar burung bahwa mahasiswi yang lewat saat malam hari sering bertemu pengidap eksibisionisme. Saat isu itu merebak, saya bertekad bulat untuk segera berkemas dan cari tempat tinggal lain.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pengalaman-saya-7-tahun-menempati-kos-murah-tapi-angker-di-jogja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">Baca juga: Pengalaman Saya 7 Tahun Menempati Kos Murah tapi Angker di Jogja<\/span><\/a><\/p>\n<h2><b>Tinggal di kamar kos murah bekas aborsi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kos murah kedua saya ini bangunannya jauh lebih modern, bahkan terletak di area yang katanya cukup elit di Jogja. Herannya, harga sewanya sama persis dengan kos pertama saya tadi, yakni Rp250.000 per bulan. Saat itu tahun 2006. Padahal, fasilitas yang ditawarkan cukup wow.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama, penghuni kos nggak terbebani jadwal piket kamar mandi. Istri penjaga kos sudah membersihkannya. Nggak ada pula jam malam karena bapak penjaga kos murah ini siap sedia menjaga keamanan 24 jam.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain ada tiga kamar mandi per lantai, pemilik kos menyediakan pula mesin cuci top loading. Jadi, mahasiswa di kos nggak perlu mengucek cucian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sayangnya, meski semua terlihat too good to be true, saya nggak bertahan lama di kos murah ini. Pasalnya, suatu malam ada kejadian heboh lantaran semua anak kos mendengar tawa perempuan misterius tanpa wujud, kecuali saya. Wajar, saya selalu menyetel televisi yang menyiarkan FTV setiap malam untuk mengusir sepi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, berita itu tentu mampir juga ke telinga saya. Salah satu kakak angkatan yang juga tinggal di kos tersebut dan merekomendasikannya ke saya, akhirnya membuka fakta mencengangkan. Dia berkata bahwa di kos tersebut pernah ada kejadian mahasiswi <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Pengguguran_kandungan\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">aborsi<\/a>. Lebih gilanya, titik tempat peristiwa pilu tersebut adalah kamar yang saya tempati saat ini. Detik itu juga, saya putuskan segera angkat kaki.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Deretan pengalaman pahit itu menyadarkan saya bahwa selalu ada harga yang harus dibayar untuk sebuah kewarasan. Menghemat seratus dua ratus ribu rupiah per bulan mungkin terasa seperti kemenangan. Tapi, kalau imbasnya adalah tidur sambil gemetaran, mending angkat tangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Paula Gianita<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/hal-hal-absurd-yang-hanya-terjadi-di-kos-murah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Hal-hal Absurd yang Hanya Terjadi di Kos Murah<\/a><br \/>\n<\/b><\/p>\n<p class=\"p1\"><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Niatnya pengin menghemat ratusan ribu dengan memilih kos murah di Jogja. Tapi malah dapat kamar kos horor bekas aborsi.<\/p>\n","protected":false},"author":1777,"featured_media":384740,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[13078],"tags":[31904,115,20433,31903,12797,10307,28926,21684,7284],"class_list":["post-384739","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gaya-hidup","tag-bangunan-belanda","tag-jogja","tag-kos-eksklusif","tag-kos-horor","tag-kos-jogja","tag-kos-murah","tag-kos-murah-jogja","tag-kos-kosan","tag-kosan"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/384739","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1777"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=384739"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/384739\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":384744,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/384739\/revisions\/384744"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/384740"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=384739"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=384739"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=384739"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}