{"id":384044,"date":"2026-01-09T12:13:30","date_gmt":"2026-01-09T05:13:30","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=384044"},"modified":"2026-01-09T12:13:30","modified_gmt":"2026-01-09T05:13:30","slug":"lulusan-s2-nelangsa-dan-ijazahnya-tak-lagi-bisa-diharapkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/lulusan-s2-nelangsa-dan-ijazahnya-tak-lagi-bisa-diharapkan\/","title":{"rendered":"Lulusan S2 Nelangsa dan Ijazahnya Tak Lagi Jadi Harapan, Bikin Saya Juga Ingin Bilang kalau Kuliah Itu Scam"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Benarkah kuliah itu scam? Mendengar pertanyaan ini, seharusnya kita bisa sepakat bahwa itu tidak benar. Tapi, nanti dulu. Nasib saya sebagai <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tulungagung-tak-gaji-sarjana-dengan-layak-mending-merantau\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">sarjana<\/a> lulusan S2 dengan ijazahnya yang nggak bisa jadi harapan bikin pertanyaan jadi semacam kegelisahan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jauh di pelosok kampung, banyak tetangga saya yang julid setengah mati. Mereka akan bilang gini: \u201cNgapain kuliah jauh-jauh. Orang sini nggak kuliah juga bisa sukses.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pernyataan mereka nggak secara langsung bilang kalau kuliah itu scam. Namun, untuk orang dengan kondisi tertentu, pernyataan itu bisa jadi benar. Bahkan membenarkan stigma lama di kampung saya bahwa pendidikan tinggi, apalagi sampai S2, nggak menjamin kesuksesan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Ijazah S2 tak lagi istimewa<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dulu, masih banyak orang memandang kalau pendidikan itu jalan utama untuk mencapai sukses. Bukan satu-satunya jalan, tapi bisa memberi harapan. Apalagi bagi orang-orang desa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi kami di desa, gelar sarjana adalah suatu pencapaian yang sangat membanggakan. Saking bangganya, beberapa orang desa bahkan menggelar semacam syukuran kecil atas keberhasilan sang anak lulus sarjana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, seiring zaman, keistimewaan itu semakin pudar. Semakin banyak orang yang bisa lulus sarjana membuat status itu jadi \u201cbiasa saja\u201d. Lalu, izajah S2 menjadi \u201cstatus istimewa selanjutnya\u201d.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya yang terjadi di desa saya di mana hanya sedikit yang melanjutkan studi S2. Jadi, dulu, saya ini terbilang istimewa. Yah, tapi itu di desa. Perkembangan di desa tentu tak sama dengan di kota.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nyatanya, lulusan S2 semakin banyak juga. Tak ayal, <a href=\"https:\/\/www.detik.com\/edu\/detikpedia\/d-8247777\/lpem-feb-ui-6-000-an-lulusan-s2-s3-nganggur-dan-sudah-putus-asa-cari-kerja\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">gelar S3<\/a> menjadi tujuan selanjutnya. Contoh sederhananya, beberapa kampus sudah tak butuh lagi lulusan S2. Mereka minta yang lulusan S3 atau on going.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya tentu saja tak bisa menyalahkan munculnya kebijakan itu. Sebab, saat ini, baru sekitar 25% dosen di Indonesia yang bergelar S3. Maka, untuk mendorong jumlah dosen dengan gelar S3, lahir kebijakan itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hanya, biaya S3 itu terlalu mahal, menurut dompet saya pribadi. Tuntutan ekonomi semakin mendesak, sedang lapangan pekerjaan semakin menyusut. Beberapa pekerjaan yang menjanjikan juga terkadang mensyaratkan kualifikasi pendidikan yang tinggi, tak lagi cuma S2.<\/span><\/p>\n<h2><b>Ijazah S2 yang tak berguna<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi saya, jadi lulusan S2 sekarang sangat membingungkan. Bagai hidup segan mati tak mau. Bahkan ada rasa penyesalan melanjutkan S2 melihat realitas macam sekarang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengapa dulu tak langsung kerja saja. Bahkan saya berpikir tetangga yang julid itu ada benarnya, termasuk orang yang bilang kuliah itu scam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ijazah saya terkatung-katung. Melamar jadi guru di sekolah, mereka menolak karena kasihan saya yang S2 dapat gaji kecil. Katanya, saya punya kesempatan yang lebih baik. Mau melamar profesi dosen, mereka menolak karena hanya membutuhkan lulusan S3. Mau lanjut S3, ya, uangnya tidak cukup.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kerja di tempat lain? Iya, saya tahu. Banyak yang bilang tidak apa-apa bekerja di luar jurusan kuliah. Saya juga pernah menjadi waiter di kedai makan. Jaga warung meski beberapa hari juga pernah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, saya masih menyimpan cita-cita untuk hidup di dunia akademik. Dan keinginan tersebut harus saya capai dengan segala caranya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kuliah tetap penting<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Siapa yang tidak resah jika banyak orang mengukur kesuksesan dari uang saja? Kalau orientasinya masih uang, kuliah dengan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ijazah-sarjana-nggak-berguna\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ijazah<\/a> tak guna, akan terasa jadi scam. Makanya, banyak orang memandang kuliah itu buang waktu dan uang. Mending langsung berkarir, nabung, dan jadi kaya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, kuliah itu tetap penting. Saya merasa sangat bersyukur karena dengan lanjut S2, pikiran dan wawasan saya terbuka. Tidak lagi berpikir hitam-putih yang ujung-ujungnya nyalahin orang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya juga sangat beruntung bisa bertemu dengan dosen-dosen keren, teman-teman yang pintar dan cerdas, pengalaman-pengalaman yang menarik, dan sebagainya. Maka dari itu, kuliah tetap lebih penting daripada bacotan mereka yang menolaknya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena kuliah itu belajar. Belajar itu untuk pintar, bukan untuk kaya. Jadi, apa kuliah itu scam? Bisa benar, bisa salah. Bisa jadi salah kalau kondisi tak memihak dan ijazahmu tak berguna. Sifat manusia untuk menyalahkan sesuatu akan dengan mudah tertumpah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Abd. Muhaimin<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/pojokan\/kuliah-scam-itu-omongan-orang-bermulut-besar-yang-nggak-perlu-didengarkan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kuliah Scam Itu Omongan Orang Bermulut (Kelewat) Besar yang Nggak Perlu Didengarkan<\/a><br \/>\n<\/b><\/p>\n<p class=\"p1\"><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><i><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ijazah S2 tidak menjamin saya bisa mendapatkan pekerjaan yang layak. Keresahan ini bikin saya gelisah. Benarkah kuliah itu cuma scam? <\/p>\n","protected":false},"author":2079,"featured_media":384197,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[12910],"tags":[22186,31859,6129,17167,28098],"class_list":["post-384044","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pendidikan","tag-ijazah-s2","tag-kuliah-itu-scam","tag-kuliah-s2","tag-s2","tag-s3"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/384044","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2079"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=384044"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/384044\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":384198,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/384044\/revisions\/384198"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/384197"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=384044"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=384044"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=384044"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}