{"id":3839,"date":"2019-06-16T11:00:02","date_gmt":"2019-06-16T04:00:02","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=3839"},"modified":"2022-01-17T12:51:54","modified_gmt":"2022-01-17T05:51:54","slug":"mau-tahu-seberapa-besar-kadar-literasi-para-netizen-baca-aja-komentar-komentar-pada-setiap-hidangan-mojok","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mau-tahu-seberapa-besar-kadar-literasi-para-netizen-baca-aja-komentar-komentar-pada-setiap-hidangan-mojok\/","title":{"rendered":"Mau Tahu Seberapa besar Kadar Literasi Para Netizen, Baca Aja Komentar-Komentar Pada Setiap Hidangan Mojok"},"content":{"rendered":"<p>Mojok bagiku seperti seorang gadis cantik dari kayangan. Mata ini tak pernah puas memandangnya. Berkali-kali mencumbui bibirnya, itu pun tak pernah memuaskan dahagaku. Setiap kali paketan cintaku habis\u2014aku pun relah merogoh kocek hingga ratusan ribu rupiah. Eh, bukannya aku mau menarik perhatian orang\u2014tapi biar aku tidak <a href=\"https:\/\/tirto.id\/kontroversi-rocky-gerung-disebut-profesor-hingga-provokator-cH6M\">dikatakan dungu oleh Rocky Gerung<\/a>, kawan!<\/p>\n<p>Aku jatuh cinta sama Mojok barusan lima bulan. Itu pun diperkenalkan oleh 2 orang sahabatku; Reinard L Meo dan Robertus Bellarminus Nagut. Kakak dong, dua sahabatku ini adalah penulis asal Flores sama dengan saya yang paling produktif nulis esai di Mojok. Bukan saya\u2014saya cuman numpang tenar, <em>gaes~<\/em><\/p>\n<p>Bersama Mojok yang walaupun baru 5 bulan, banyak ilmu yang sudah saya timbah. <strong>Pertama<\/strong>, saya bisa belajar cara penuliasan dengan kalimat-kalimat pendek namun menukik. <strong>Kedua<\/strong>, saya bisa belajar menulis dengan gaya santai. Di samping ada nilai menghibur namun juga memiliki daya untuk mengusir rasa malas yang sudah mengurat akar dalam diri para generasi bangsa kita saat ini\u2014yang lebih suka main <em>game,<\/em> judi dan bisnis obat-obatan terlarang lewat <em>online<\/em> daripada membaca. <strong>Ketiga<\/strong> <a href=\"https:\/\/mojok.co\/agm\/ulasan\/pojokan\/menjadi-tampak-bodoh-karena-mengomentari-postingan-bodoh-padahal-satire\/\">banyak satire yang aku pelajari<\/a>, sekaligus yang bikin Mojok sungguh unik dari media <em>online <\/em>pada umumnya.<\/p>\n<p>Tentang satire ala Mojok, sering saya membaca komentar para <em>netizen<\/em> yang sok maha kuasa itu, katakan begini: Mojok itu media sok maha tahu dan maha benar. Woiii, kalau dungu jangan kau bagikan dengan orang lain ya. Supaya kalian tahu, satire itu kalau dalam ilmu sosiologi bisa dikategorikan sebagai salah satu cara pengendalian sosial yang paling etis dan human, <em>coy<\/em>. Kalau nggak tahu sindiran lewat bahasa kiasan, mendingan kalian beli KBBI lalu baca dan bila perlu makan aja biar sekalian kenyang biar otak jadi cerdas.<\/p>\n<p>Kalau otak kalian sudah memahami tentang satire, maka kalian juga akan tahu bahwa satire itu selalu dialamatkan pada orang yang suka menggunakan cara-cara buruk untuk mendapatkan uang, kuasa dan jabatan.<\/p>\n<p>Jika para pejabat makin banyak melakukan penyimpangan yang mengorbankan rakyat kecil, maka amatlah tepat jika para penulis Mojok makin tajam satire penanya. Ini sebagai pertanda bahwa Mojok masih sangat peduli dan pekah dengan kehidupan berbangsa dan bernegara.<\/p>\n<p>Sangatlah wajar jika sindiran ala mojok terus dibudayakan agar para pejabat negara tidak sesuka hati melakukan berbagai kebobrokan. Untuk itu mereka pantas di mojokin dengan berbagai sindiran tajam biar hati mereka tulus dan pekah seperti Mojok. Sebab sindiran hanya dialamatkan kepada orang yang serakah.<\/p>\n<p>Seringkali juga saya membaca komentar para <em>netizen<\/em> yang membuat saya bisa gila. Bayangkan saja, komentar acapkali tidak sesuai bahkan sangat jauh dari substansi esai. Semisal, pada salah satu esai Mojok (17\/3\/2019) yang berjudul; \u201cKATA SIAPA SLANK MAKAN DUIT RAKYAT? Saya menemukan beberapa komentar yang blunder yakni mengatakan tulisan itu adalah penyesatan dan mencari pembenaran untuk membelah cebong segala. Uhuuu! Sayang sayurnya tawar tuh\u2014nambah kadar garamnya dong~<\/p>\n<p>Hati kecilku bertanya, jangan-jangan orang ini menggunakan mode gratis. Yang bisa hanya baca judul namun nggak bisa baca isinya. Jadi salah kaprah\u2014hmmm~<\/p>\n<p>Beberapa hal yang saya di angkat di atas adalah fakta\u2014fakta miris yang saya temukan selama saya berpacaran bersama Mojok. Saya pikir dunia makin maju akan berdampak pada peningkatan budaya literasi. Eh, malah sebaliknya, masih banyak ditemukan kadar literasi jauh di bawah ketiak saya.<\/p>\n<p>Justru satire yang sering digunakan Mojok itu sebagai pertanda bahwa Mojok masih sangat peduli dengan kehidupan berbangsa dan bernegara. Mojok masih memilik hati yang sungguh tajam dan peka terhadap berbagai realitas keboborokan yang dilakukan oleh orang rakus kuasa dan jabatan. Sedikit nakal namun banyak akal\u2014uwuwuw~<\/p>\n<p>Jadi, sampai pada titik ini, saya tegaskan kepada para <em>netizen<\/em> untuk segera waraskan otak kalian dengan banyak berliterasi biar bisa ngerti istilah dan nggak asal berkomentar tanpa isi\u2014lalu menyudutkan para penulis Mojok tanpa dasar pula.<\/p>\n<p>Untuk menghindari sebagai <em>netizen<\/em> yang minim literasi, maka jadilah bagian terdalam dari Mojok\u2014biar nutrisi otak saya dan anda sekalian makin subur. Berkomentar pada setiap tulisan Mojok kita harus membutuhkan waktu luang yang cukup agar bisa memahaminya secara baik\u2014lalu memberi komentar pun renyah-serenyah jagung titi asal Flores Timur NTT.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tentang satire ala Mojok, sering saya membaca komentar para netizen yang sok maha kuasa itu, katakan begini: Mojok itu media sok maha tahu dan maha benar.<\/p>\n","protected":false},"author":107,"featured_media":3918,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12906],"tags":[1006,909,905],"class_list":["post-3839","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-media-sosial","tag-kadar-literasi","tag-mojok","tag-netizen"],"modified_by":"Ibil S Widodo","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3839","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/107"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3839"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3839\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3918"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3839"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3839"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3839"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}