{"id":382755,"date":"2026-01-02T12:04:32","date_gmt":"2026-01-02T05:04:32","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=382755"},"modified":"2026-01-02T12:04:32","modified_gmt":"2026-01-02T05:04:32","slug":"organisasi-mahasiswa-niat-cari-pengalaman-malah-boncos-setiap-bulannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/organisasi-mahasiswa-niat-cari-pengalaman-malah-boncos-setiap-bulannya\/","title":{"rendered":"Organisasi Mahasiswa: Niat Mencari Pengalaman Berharga, tapi yang Terjadi Malah Boncos Setiap Bulannya, Nggak Lagi!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Organisasi di perkuliahan sering diincar oleh kebanyakan mahasiswa, terutama bagi mahasiswa baru. Kabarnya, \u201ckomunitas\u201d ini isinya kakak tingkat pintar, berpengaruh, dan punya banyak koneksi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Organisasi juga dianggap sebagai \u201cbatu loncatan pertama\u201d untuk menambah pengalaman serta mengasah soft skill sekaligus hard skill. Hitung-hitung mempercantik CV sebelum melamar pekerjaan atau menjadi asisten dosen.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hype-nya organisasi kampus ini, bahkan masih berlanjut hingga saat ini. Entah itu hanya pemasaran belaka agar organisasi-organisasi di kampus tidak mati karena kekurangan anggota atau memang punya \u201cmanfaat\u201d tersendiri bagi beberapa orang.<\/span><\/p>\n<h2><b>Manfaatnya tak terasa<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berangkat dari pengalaman pribadi, saya bisa mengatakan bahwa saat ini organisasi kampus hanya 45% manfaatnya. Yah sebatas menambah teman dan pengalaman lewat keberjalanan proker-proker. Tapi, selebihnya tidak ada lagi, kecuali kamu memang orang kaya dan perilaku boros bukanlah masalah yang serius.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dulu, mungkin organisasi benar-benar dijalankan sebagaimana mestinya, tetapi berbeda dengan sekarang. Sistemnya benar-benar rusak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Isinya hanya rapat, alasan klise untuk bisa keluar malam-malam dan pulangnya muter-muter pakai motor sampai dini hari. Pembahasan rapatnya pun bukan hal penting, setidaknya itu terjadi di organisasi saya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Organisasi lain mungkin tidak serusak ini, tapi pasti ada yang dimulai. Kenapa? Faktor lingkungan biasanya, sebut saja lingkaran pertemanan. Jika ada yang rusak, semuanya otomatis akan ikutin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mau itu salah, mau itu benar. Intinya, kalau berbeda sendiri takutnya nggak ditemenin. Betul apa betul?<\/span><\/p>\n<h2><b>\u201cOrganisasi mahasiswa punya banyak manfaat\u201d itu cuma trik marketing<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya bisa bilang, iming-iming \u201corganisasi mahasiswa punya banyak manfaat\u201d itu hanya trik marketing. Sebab, realitas yang ada berbanding terbalik dengan iming-imingnya. Padahal, banyak mahasiswa yang masuk ke organisasi dengan harapan yang sama, yaitu mendapat pengalaman berharga. Bukan hanya pengalaman rapat malam hari, bayar ini-itu untuk keperluan proker, sampai sibuk dan lupa tugas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak lho teman-teman saya yang harus menelantarkan hanya demi organisasi. Jika dipikir-pikir lagi, bukannya lebih penting tugas untuk nilai akademis daripada kesuksesannya proker yang hanya dihadiahi tepuk tangan dan ucapan terima kasih oleh MC? Jangan terlalu berlebihan dengan narasi wajib organisasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nyatanya, HRD hanya lihat pengalaman kerja, seperti magang atau sukarelawan, dan kemampuan akademis. Jauh lebih baik kamu paham dengan ilmu jurusan kuliahmu jika memang ingin melamar kerja yang selinier dengan perkuliahan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedangkan organisasi mahasiswa tidak (selalu) memberikanmu hal tersebut. Pun banyak ilmu yang organisasi mahasiswa klaim bisa beri, bisa didapat di luar. Soft skill, seperti berani tampil atau pintar <a href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Public_speaking\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">public speaking<\/a>\u00a0misalnya, sering jadi manfaat yang bisa kamu dapat kalau gabung organisasi. Padahal, hal tersebut bisa kamu asah sendiri tanpa perlu ikut organisasi dan merogoh kocek hanya untuk pembahasan yang sia-sia.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Cari yang nyata-nyata saja<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lebih baik kalian sibukkan diri dengan pekerjaan yang nyata. Mau bagaimanapun, jauh itu lebih penting dibandingkan sekedar menyelesaikan proker. Di samping tidak menjamin kualitas diri saat bekerja di \u201clapangan\u201d, organisasi mahasiswa sebenarnya bukan hal yang cocok dilakukan semua mahasiswa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Inilah yang akhirnya saya lakukan hingga saat ini dan membawa saya lebih di \u201cdepan\u201d, setidaknya itu yang saya rasakan. Saat ini, saya bahkan sudah ditawari bekerja di perusahaan ini-itu hanya bermodalkan pengalaman yang saya pupuk sedari dulu, waktu teman-teman sejurusan sibuk dengan prokernya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, kembali lagi, masuk organisasi adalah pilihan semua orang. Saya sih, tidak.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Mercy Lucia Alesty<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/saya-ditolak-masuk-organisasi-mahasiswa-dan-itu-adalah-anugerah-terbesar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Saya Ditolak Masuk Organisasi Mahasiswa, dan Itu Adalah Anugerah Terbesar di Masa Kuliah<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saya bisa bilang, iming-iming \u201corganisasi mahasiswa punya banyak manfaat\u201d hanya trik marketing. Sebab, realitas yang ada berkata sebaliknya.<\/p>\n","protected":false},"author":3122,"featured_media":254296,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[13089],"tags":[31753,6342,31754,31752],"class_list":["post-382755","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kampus","tag-kelebihan-gabung-organisasi-mahasiswa","tag-organisasi-mahasiswa","tag-organisasi-mahasiswa-terbesar-di-indonesia","tag-sisi-gelap-organisasi-mahasiswa"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/382755","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3122"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=382755"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/382755\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/254296"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=382755"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=382755"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=382755"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}