{"id":382041,"date":"2025-12-29T10:23:12","date_gmt":"2025-12-29T03:23:12","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=382041"},"modified":"2025-12-29T10:23:12","modified_gmt":"2025-12-29T03:23:12","slug":"pantai-watukarung-pacitan-aksesnya-payah-padahal-unggulan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pantai-watukarung-pacitan-aksesnya-payah-padahal-unggulan\/","title":{"rendered":"Pantai Watukarung, Primadona Wisata Pacitan yang Aksesnya Bikin Wisatawan Nangis"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Libur telah tiba. Bagi kalian yang langganan berlibur ke Pacitan, pasti sudah nggak asing dengan Pantai Watukarung. Ya, pantai ini memang jadi destinasi primadona bagi wisatawan lokal dan mancanegara. Bukan tanpa alasan, Pantai Watukarung Pacitan memang menawarkan pengalaman berlibur yang lengkap.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mau menikmati pantai sambil menyeruput es kelapa muda di warung pinggir pantai? Bisa. Mau bercengkrama dengan ombak di atas papan selancar? Bisa juga. Mau menghabiskan hari libur sambil <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/melepas-penat-dengan-camping-ala-warlok-queensland-australia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">camping<\/a>? Ada juga tempatnya. Nggak heran, pantai ini selalu ramai pengunjung. Bahkan, warlok seperti saya pun tetap semangat pergi ke sana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, kunjungan saya ke Pantai Watukarung beberapa waktu lalu justru jadi pengalaman kurang menyenangkan . Karena asyik berburu sunset yang indah bukan main, saya terpaksa pulang ketika gelap dan hujan. Pantai Watukarung memang menyenangkan, tapi akses waktu malam bikin pengendara kapok dan merana.<\/span><\/p>\n<h2><b>Akses ke Pantai Watukarung Pacitan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya jelaskan terlebih dahulu. Ada 2 pilihan jalan menuju Pantai Watukarung. Sayangnya, 2 pilihan itu nggak ada yang mendingan. Kedua jalan itu sama-sama bikin nangis.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama, ada <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jalan-turi-sleman-jalur-alternatif-menuju-kaliurang-kurang-dilirik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">jalur alternatif<\/a>. Jalur ini melewati jalanan khas desa yang sempit, berkelok, dan kondisinya kurang baik. Jika baru pertama kali lewat sini, mungkin akan kaget saat berpapasan dengan kendaraan lain dari lawan arah. Memang sesempit itu jalannya. Apalagi kalau pakai mobil, harus super hati-hati. Poin plusnya, jarak tempuh lebih pendek sehingga cepat sampai ke tujuan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya berangkat lewat jalur alternatif tersebut. Namun, mempertimbangkan beberapa kondisi di atas, saya memilih untuk pulang lewat jalur yang berbeda, yakni jalur utama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sebut jalur utama karena melewati jalan raya yang luas dan relatif halus. Hanya saja, jalur ini sedikit memutar dan memakan waktu tempuh lebih lama. Sebenarnya, kondisi tersebut nggak jadi masalah, sih. Tapi, ternyata ada satu hal krusial yang nggak memadai di jalan ini: ketiadaan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jalan-ponorogo-pacitan-bertahun-tahun-nggak-punya-lampu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">penerangan jalan<\/a> umum.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apalagi, kondisi pada saat saya pulang sudah malam dan hujan deras. Kabut pun mulai turun, penglihatan jadi sangat terbatas. Selain mengandalkan cahaya lampu motor dan garis jalan, saya cuma bisa mengandalkan keselamatan pada Tuhan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sialnya, jalur ke Pantai Watukarung satu ini terhitung sangat sepi. Hanya kendaraan roda 4 ke atas yang sering lewat sana. Begitu pula malam itu, saya hanya 2 kali berpapasan dengan bus yang mengarah ke pusat kota. Sisanya, saya harus menyusuri jalanan gelap itu sendirian pelan-pelan. Sungguh, rasanya seperti berjalan dengan mata terpejam.<\/span><\/p>\n<h2><b>Perlu segera diperbaiki<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oke, kejadian itu sudah terlewat. Dan, untungnya saya sampai di rumah dengan selamat. Tapi, ada satu hal yang bikin saya heran: Pemda ke mana ya? Kok bisa jalanan sepanjang itu sama sekali nggak ada penerangannya? Padahal, Pantai Watukarung itu salah satu tujuan wisata paling laris di Pacitan lho. Bisa-bisanya, akses ke wisata unggulan yang punya andil besar dalam pemenuhan target <a href=\"https:\/\/djpk.kemenkeu.go.id\/?ufaq=apa-saja-sumber-sumber-pendapatan-daerah\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pendapatan Asli Daerah (PAD)<\/a> dibiarkan tanpa penerangan yang layak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai warga Pacitan yang bangga dengan potensi Pantai Watukarung, saran saya cuma satu: segera lakukan pengadaan penerangan jalan umum. Sebab, lampu jalan bukan sekadar fasilitas tambahan, melainkan bukti keseriusan Pemda dalam mendukung pengembangan wisata daerah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagi pula, keindahan pantai ini tidak seharusnya dibayar dengan rasa takut di perjalanan. Jika Pemda memang serius menjadikan Pantai Watukarung sebagai destinasi primadona, maka tanggung jawabnya bukan cuma berhenti di tiket dan promosi, tapi juga memastikan bahwa wisatawan berkunjung dengan nyaman dan mau datang lagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Titah Gusti Prasasti<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jalan-ponorogo-pacitan-bertahun-tahun-nggak-punya-lampu\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Jalan Ponorogo-Pacitan Bertahun-tahun Nggak Punya Lampu Jalan, Bikin Pengendara Waswas Saat Melintas<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pantai Watukarung Pacitan salah satu tempat wisata unggulan yang aksesnya bikin waswas karena minimnya penerangan. <\/p>\n","protected":false},"author":2142,"featured_media":382051,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[12640,1163,28892,31717,31716,26849,16669],"class_list":["post-382041","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-pacitan","tag-pantai","tag-pantai-pacitan","tag-pantai-watukarung","tag-pantai-watukarung-pacitan","tag-wisata-pacitan","tag-wisata-pantai"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/382041","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2142"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=382041"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/382041\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/382051"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=382041"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=382041"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=382041"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}