{"id":381106,"date":"2025-12-23T10:59:51","date_gmt":"2025-12-23T03:59:51","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=381106"},"modified":"2025-12-23T11:01:10","modified_gmt":"2025-12-23T04:01:10","slug":"swike-makanan-dari-kodok-yang-dikira-menjijikan-ternyata-enak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/swike-makanan-dari-kodok-yang-dikira-menjijikan-ternyata-enak\/","title":{"rendered":"Pertama Kali Mencicipi Swike: Makanan Berbahan Dasar Kodok yang Terlihat Menjijikan, tapi Bikin Ketagihan\u00a0"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Suatu hari saya diajak mencicipi masakan berbahan dasar kodok atau swike. Saya diajak ke Warung Swike Bu Harni di daerah Jekulo, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/8-kuliner-kudus-yang-patut-dicicipi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kudus<\/a>. Tidak pernah terbayang sebelumnya saya mencicipi makanan satu ini. Di benak saya, kodok itu menjijikan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, rasa penasaran lebih besar dibandingkan rasa jijik. Apalagi, seorang teman dengan penuh tekad berkali-kali meyakniknan saya, &#8220;Ini enak, sumpah. Wes to coba o disek. Enak, enak.\u201d Kalimat itu cukup untuk membuat saya berpikir, mungkin ada sesuatu yang selama ini saya lewatkan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Swike rasanya mirip daging ayam<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kesan pertama saat tahu yang akan tak makan adalah kodok, rasanya memang tidak nyaman. Waktu itu, di kepala saya cuman kebayang tekstur licin, kulit lembek, dan aroma yang aneh. Bahkan, sebelum makanan datang, imajinasi sudah bekerja terlalu jauh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, begitu hidangan swike itu disajikan, kesan menjijikkan tadi perlahan memudar. Daging kodok yang disajikan ternyata sudah bersih, terpotong rapi, dan dimasak dengan bumbu khas swike yang aromanya cukup menggoda. Tidak ada bau amis menyengat seperti yang saya bayangkan. Yang tercium justru wangi bawang putih, jahe, dan sedikit aroma kuah kaldu yang hangat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat suapan pertama masuk ke mulut, saya sempat berhenti mengunyah. Bukan karena merasa ada yang aneh, tapi karena rasanya familiar? Kalau harus menjelaskan rasa daging kodok, mungkin, deskripsi yang paling mendekati adalah kemiripannya dengan daging ayam, terutama bagian paha, tapi teksturnya lebih lembut dan halus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Serat dagingnya tidak kasar. Tidak ada perlawanan keras saat dikunyah. Bahkan, bisa dibilang, daging kodok lebih \u201cbersih\u201d di mulut dibanding <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mengenal-jenis-jenis-ayam-beserta-kepribadiannya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ayam kampung<\/a>. Tidak terlalu berserat, tidak berlemak, dan sama sekali tidak berminyak. Rasanya netral, sehingga bumbu swike-lah yang justru menonjol.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada sedikit rasa manis alami dari dagingnya, mirip ayam rebus yang masih fresh, tapi lebih ringan. Tidak ada rasa tanah, lumpur, atau aroma aneh yang sering saya ditakutkan. Misalkan mata ditutup dan tidak diberi tahu bahan dasarnya, saya yakin banyak orang akan mengira ini ayam atau mungkin ikan berdaging putih yang sangat lembut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Inilah titik di mana rasa jijik itu benar-benar hilang. Digantikan rasa penasaran, lalu berujung pada ketagihan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Tidak sembarang kodok bisa diolah<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perlu dicatat, tidak semua kodok bisa dan aman untuk dimakan. Swike yang saya makan di Jekulo menggunakan kodok sawah, yang dalam istilah umum sering disebut kodok hijau atau kodok budidaya. Di dunia kuliner, jenis ini dikenal sebagai <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Katak_lembu\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">bullfrog<\/a> atau kodok lembu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kodok jenis ini memang sudah lama dibudidayakan khusus untuk konsumsi. Ukurannya besar, daging pahanya tebal, dan teksturnya cocok untuk dimasak beragam menu. Misal, swike kuah, goreng krispi, atau tumis. Sekali lagi, kodok ini berbeda dengan kodok hitam liar kecil yang biasa kita lihat di pekarangan rumah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Satu hal lagi, ternyata proses pembersihannya juga tidak ngasal. Sebab kulit dikupas bersih, bagian yang tidak dikonsumsi dibuang, dan daging dicuci bersih sebelum dimasak. Ini penting karena kebersihan sangat menentukan rasa akhir dan keamanan makanan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Swike yang saya coba tidak hanya mengandalkan bahan utama, tapi juga racikan bumbunya. Kuahnya bening tapi kaya rasa. Ada sensasi hangat dari <a href=\"https:\/\/mojok.co\/esai\/4-tipe-penjual-wedang-ronde-jogja-yang-sudah-pasti-gak-enak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">jahe<\/a>, gurih dari bawang putih, dan kaldu alami dari daging kodok itu sendiri. Rasanya tidak berat, tidak bikin enek, dan justru bikin ingin terus menyendok kuahnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Daging kodoknya menyerap bumbu dengan baik. Setiap potongannya terasa \u201chidup\u201d, tidak hambar, tapi juga tidak tertutup oleh bumbu. Ini yang menurut saya membuat swike berbeda dengan olahan daging lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah beberapa suapan, saya mulai lupa bahwa yang saya makan adalah kodok. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Dan itu berbahaya. Karena dari situ, sendok jadi tidak berhenti bergerak. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Enak. Bahkan, mungkin lebih enak dari yang selama ini dibayangkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Budi<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-makanan-tradisional-dari-jateng-dan-jogja-yang-nggak-diketahui-gen-z\/\"><b><i>4 Makanan Tradisional dari Jateng dan Jogja yang Nggak Diketahui Gen Z<\/i><\/b><\/a><b><i>.<\/i><\/b><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara<\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Swike makanan berbahan dasar kodok yang awalnya terlihat menjijikan, tapi setelah mencicipinya ternyata enak dan bikin ketagihan. <\/p>\n","protected":false},"author":1041,"featured_media":381137,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[12909],"tags":[2482,10002,2249,438,31679,31680],"class_list":["post-381106","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kuliner","tag-katak","tag-kodok","tag-kudus","tag-kuliner","tag-swike","tag-warung-swike-bu-harni"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/381106","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1041"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=381106"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/381106\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/381137"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=381106"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=381106"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=381106"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}