{"id":379675,"date":"2025-12-15T12:21:23","date_gmt":"2025-12-15T05:21:23","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=379675"},"modified":"2025-12-15T12:21:23","modified_gmt":"2025-12-15T05:21:23","slug":"unu-purwokerto-nggak-terkenal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/unu-purwokerto-nggak-terkenal\/","title":{"rendered":"UNU Purwokerto, Kampus Swasta yang Sudah Berdiri Lumayan Lama, tapi Masih Nggak Terkenal"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya adalah alumni dari sebuah kampus swasta yang usianya belum terlalu tua: Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Purwokerto, biasa disingkat UNU Purwokerto. Kampus ini berdiri belum lama dan jelas tidak selegend kampus-kampus lain di Purwokerto yang namanya sudah lebih dulu mapan di telinga masyarakat. Oleh karena itu, sejak awal kuliah, saya sebenarnya sudah dilatih untuk satu hal penting: menjawab pertanyaan lanjutan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap kali ada orang bertanya, \u201cKuliah di mana?\u201d dan saya menjawab, \u201cUNU Purwokerto,\u201d responsnya hampir selalu sama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cUNU itu di mana?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertanyaan itu jarang berhenti di situ. Biasanya disusul dengan dahi yang sedikit berkerut, lalu percakapan perlahan berubah fungsi menjadi sesi penjelasan ala Google Maps. Saya mulai menjelaskan lokasi kampus secara geografis: lewat mana, dekat apa, satu jalur dengan apa, sampai kadang menyebutkan kecamatan. Semua demi memastikan satu hal sederhana, bahwa UNU benar-benar ada dan bukan singkatan fiktif yang saya karang demi terlihat berpendidikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kadang saya mencoba jalan pintas dengan menjawab, \u201cPurwokerto.\u201d Tapi jalan pintas itu justru membuka percakapan baru.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cOh, <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Universitas_Jenderal_Soedirman\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Unsoed<\/a> ya?\u201d<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> \u201cUMP ya?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya lalu menjawab, \u201cBukan, saya di UNU.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan seperti permainan ular tangga, saya kembali ke kotak awal. Penjelasan dimulai lagi dari nol. Dari lokasi kampus, latar belakangnya, sampai\u2014dalam kondisi tertentu\u2014tahun berdirinya. Pada titik tertentu, saya sadar bahwa menjawab satu pertanyaan sederhana sering kali menuntut pengetahuan yang jauh lebih lengkap tentang kampus saya sendiri, melebihi hal-hal yang sebenarnya ingin saya ceritakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ironisnya, semua itu tidak berhenti ketika saya lulus.<\/span><\/p>\n<h2><b>Orang masih tidak tahu UNU Purwokerto, bahkan setelah saya lulus<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sempat berpikir status alumni akan sedikit meringankan beban. Ternyata saya terlalu optimistis. Beberapa hari lalu, saya mengikuti wawancara kerja. Saya sudah menyiapkan jawaban untuk pertanyaan klasik: kelebihan dan kekurangan diri, pengalaman organisasi, sampai rencana karier lima tahun ke depan. Tapi semua persiapan itu mendadak terasa tidak relevan ketika HRD bertanya, \u201cLulusan mana?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cUNU Purwokerto,\u201d jawab saya mantap.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">HRD itu mengangguk pelan, lalu berkata, \u201cOh, kampus baru ya? Soalnya saya dulu tinggal di Purwokerto belum ada kampus itu.\u201d Setelah itu, ia mulai menyebutkan kampus-kampus \u201clegendaris\u201d di Purwokerto, satu per satu, lengkap dengan nostalgia singkatnya. Saya mengangguk paham, saya tahu kampus-kampus itu, saya tidak sedang menyangkal sejarah siapa pun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, seperti bisa ditebak, pembicaraan kembali berbelok. Dari wawancara kerja menjadi obrolan lokasi kampus. Dari kompetensi pribadi menjadi urusan geografis. Saya yang sudah berlatih menjawab pertanyaan interview, malah kembali menjelaskan letak UNU Purwokerto.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di titik itu, saya sempat bertanya dalam hati: ini saya harus bersyukur karena HRD tidak menanyakan hal-hal teknis, atau justru mengumpat karena muak? Bahkan sempat terlintas pikiran receh: lain kali sepertinya saya perlu menyiapkan PPT profil kampus saja. Bukan portofolio saya, tapi portofolio universitas saya. Lengkap dengan peta, tahun berdiri, dan visi-misi.<\/span><\/p>\n<h2><b>Lelah menjelaskan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sadar, UNU Purwokerto, kampus saya memang belum seterkenal yang lain. Tapi lama-lama, saya merasa identitas akademik saya selalu datang dengan tanda bintang kecil di belakangnya\u2014yang isinya penjelasan tambahan. Seolah-olah lulus dari kampus yang belum lama berdiri berarti harus siap membuktikan keberadaannya berulang kali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal, kuliah tetaplah kuliah. Tugas tetap menumpuk. Skripsi tetap melelahkan. Dosen tetap memberi deadline. Mahasiswa tetap belajar keras, apa pun nama kampusnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari pengalaman itu, saya belajar satu hal yang seharusnya sudah lama dinormalisasi: mahasiswa atau lulusan tidak otomatis menjadi besar hanya karena membawa nama kampus tertentu. Nilai seseorang tidak lahir dari seberapa sering nama kampusnya disebut, melainkan dari proses yang ia jalani setelahnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sayangnya, dunia sering bekerja sebaliknya. Nama yang familier dianggap lebih meyakinkan, sementara yang belum sering terdengar harus menjelaskan diri lebih dulu sebelum diberi kesempatan untuk didengar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekarang, saya tidak lagi terlalu ambil pusing. Jika harus menjelaskan tentang UNU Purwokerto, saya akan menjelaskan sejelas-jelasnya semampu saya. Jika tidak, ya sudah. Toh, pada akhirnya yang paling menentukan bukan seberapa terkenal nama kampus saya, melainkan apa yang saya lakukan setelah lulus darinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan kalau suatu hari saya benar-benar membawa PPT ke ruang interview, setidaknya saya tahu: itu bukan karena kampus saya kurang, tapi karena dunia kerja kita memang terlalu suka menilai dari nama sebelum melihat isi.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Anis Susiati<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/purwokerto-tak-kalah-nyaman-untuk-kuliah-dari-semarang-dan-solo\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">5 Kelebihan Kuliah di Purwokerto yang Mesti Diketahui Calon Mahasiswa: Nggak Kalah Nyaman dari Semarang dan Solo<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sekarang, saya tidak lagi terlalu ambil pusing. Jika harus menjelaskan tentang UNU Purwokerto, saya akan menjelaskan semampu saya.<\/p>\n","protected":false},"author":2662,"featured_media":379681,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[13089],"tags":[21563,31584,8526,31583],"class_list":["post-379675","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kampus","tag-kampus-di-purwokerto","tag-kampus-nu-di-purwokerto","tag-purwokerto","tag-unu-purwokerto"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/379675","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2662"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=379675"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/379675\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/379681"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=379675"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=379675"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=379675"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}