{"id":379083,"date":"2025-12-12T14:37:41","date_gmt":"2025-12-12T07:37:41","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=379083"},"modified":"2025-12-12T14:37:41","modified_gmt":"2025-12-12T07:37:41","slug":"5-tayangan-netflix-yang-jangan-ditonton-saat-makan-bikin-mual","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-tayangan-netflix-yang-jangan-ditonton-saat-makan-bikin-mual\/","title":{"rendered":"5 Tayangan Netflix yang Sebaiknya Jangan Ditonton Saat Makan, Bikin Mual!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makan sambil menonton film atau serial kini semakin jamak dilakukan. Apalagi kalau makan sendiri, film atau serial yang tersedia di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/kilas\/hiburan\/netflix-disney-hotstar-youtube-viu-dan-vidio-mana-layanan-video-streaming-yang-paling-banyak-ditonton-orang-indonesia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">layanan streaming<\/a> seperti Netflix bisa menjadi teman. Tapi, tidak semua tontonan pas dinikmati sambil menyantap makanan. Adegan kekerasan yang kelewat ekstrem hingga distorsi tubuh manusia bisa meruntuhkan selera makan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu mengapa, sebelum makan sambil menonton\u00a0 Netflix, sebaiknya kenali dahulu tontonannya. Dan, berikut adalah lima tontonan Netflix yang seharusnya tidak kalian tonton sambil makan. Saran saya simpan dulu sendok, tutup dulu bungkus <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/indomie-bukan-makanan-legendaris-ia-simbol-krisis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Indomie<\/a>, dan letakkan dulu gorengan kalian.<\/span><\/p>\n<h2><b><i>#1 The Platform<\/i><\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Film ini bercerita tentang penjara vertikal di mana makanan diturunkan dari lantai teratas ke yang paling bawah. Kedengarannya simpel, tapi eksekusinya &#8230; Oh tidak. Makanan di atas nampan itu semakin lama semakin hancur, tercemar, diinjak, diseruduk, dan disentuh oleh hal-hal yang tidak pantas disentuh. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika adegan orang di lantai bawah bertahan hidup dengan sisa-sisa makanan , mi saya yang tadinya terlihat lezat mendadak jadi kurang sedap.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b><i>#2 Until Dawn<\/i><\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Until Daw<\/em>n adalah film adaptasi game. Tontonan Netflix satu ini mengisahkan seorang wanita muda yang berusaha mencari kakaknya yang menghilang. Bersama beberapa temannya, mereka menelusuri lembah terpencil sampai akhirnya terdampar di sebuah rumah misterius yang dipenuhi informasi orang hilang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di sinilah kegilaan dimulai. Pada malam harinya, kelompok ini diserang oleh sosok bertopeng hingga meninggal. Namun, yang mengerikan bukan hanya kematian itu sendiri karena setiap kali mereka mati, mereka terbangun kembali di awal malam yang sama. Mereka terperangkap dalam sebuah lingkaran waktu yang memaksa mengulang malam tanpa henti.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kedengarannya seperti horor thriller yang akan membuatmu terjaga sampai akhir untuk mengetahui bagaimana ending dan plot twist-nya. Tapi, mohon diingat kalau kematian di film ini penuh dengan darah yang mencuat. Jadi, k<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">alau selera makanmu hilang ketika nonton film ini, jangan salahkan ayam gorengnya. Salahkah sosok bertopeng dan makhluk-makhluk misterius itu.<\/span><\/p>\n<h2><b><i>#3 Cabinet of Curiosities<\/i><\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sutradara <a href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Guillermo_del_Toro\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Guillermo del Toro<\/a> itu punya bakat luar biasa. Dia bisa bikin makhluk paling mengerikan sekaligus paling artistik di dunia. Tontonan Netflix <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Cabinet of Curiosities<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah bukti nyata bahwa horor tidak harus belepotan darah untuk bikin perut meringis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa episode menampilkan adegan-adegan tubuh terdistorsi hingga makhluk aneh dengan kulit bertekstur seperti ayam kremes gosong. Tidak ketinggal scene close-up yang membuat kalian mempertanyakan kenapa tadi memilih makan sambil nonton.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Serial Netflix satu ini tidak mengandung gore berlebihan, tapi atmosfernya cukup untuk membuatmu memindahkan piring menjauh sejengkal.<\/span><\/p>\n<h2><b><i>#4 Abadi Nan Jaya<\/i><\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Film zombie lokal ini sarat akan adegan-adegan bikin mual. Mulai dari bagian tubuh terpotong hingga momen-momen yang tidak dikemas secara \u201chalus\u201d. Realistis? Iya. Bagus? Juga iya. Tapi, pertanyaannya, apakah serial garapan Netflix ini cocok ditonton sambil makan? Tidak, kecuali kalian tipe orang yang tahan melihat kehidupan manusia dalam paket paling mentahnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa adegan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/review-film-abadi-nan-jaya-layak-dipuji-meski-biasa-saja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em>Abadi Nan Jaya<\/em><\/a> membuatmu sadar bahwa nasi padang yang sedang kalian\u00a0 kunyah itu jauh lebih lembut daripada kerasnya hidup di desa Wanirejo. Dan, percayalah, itu bukan hal yang ingin kalian dapatkan saat sedang makan.<\/span><\/p>\n<h2><b><i>#5 All of Us Are Dead<\/i><\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sarankan untuk tidak menonton <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">All of Us Are Dead<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Visual serial zombie asal Korea Selatan ini nggak tanggung-tanggung. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">All of Us Are Dead <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">menampilkan gigitan, sobekan kulit, semburan darah, dan tubuh manusia yang bertransformasi menjadi makhluk menjijikkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak ada yang salah dengan zombie, mereka cuma punya hobi menggigit orang. Tapi, kalau adegan seseorang dikunyah hidup-hidup disandingkan dengan kalian yang sedang mengunyah tempe, rasanya kok nggak pas ya. Percayalah, adegan darah yang muncrat itu akan menempel di memori kalian.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, kalau kalian ingin menyelamatkan selera makan, jangan pernah sekali-kali menonton tayangan Netflix di atas\u00a0 ketika makan. Netflix punya banyak genre tontonan lain yang lebih cocok jadi teman makan kalian, seperti drama, komedi, romansa, dokumenter. Tapi, untuk kategori horor, gore, dan kekacauan visual, lebih baik dihindari dulu ketika makan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Wahyu Tri Utami<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-rekomendasi-film-natal-netflix-cocok-ditonton-bareng-keluarga\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">4 Rekomendasi Film Natal di Netflix yang Cocok Ditonton Bersama Keluarga<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ada banyak pilihan judul tontonan di Netflix, beberapa tidak pas ditonton ketika makan karena banyak adegan yang menghilangkan nafsu makan. <\/p>\n","protected":false},"author":2727,"featured_media":379117,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[28,2363,6165,31564,9572],"class_list":["post-379083","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-film","tag-netflix","tag-rekomendasi","tag-seri","tag-tayangan"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/379083","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2727"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=379083"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/379083\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/379117"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=379083"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=379083"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=379083"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}