{"id":378514,"date":"2025-12-10T11:51:50","date_gmt":"2025-12-10T04:51:50","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=378514"},"modified":"2025-12-10T11:51:50","modified_gmt":"2025-12-10T04:51:50","slug":"yamaha-x-ride-motor-matic-terbaik-idola-para-boncengers","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/yamaha-x-ride-motor-matic-terbaik-idola-para-boncengers\/","title":{"rendered":"Yamaha X-Ride: Motor Matic Terbaik yang Nggak Pernah Jadi Primadona, tapi Selalu Jadi Idola Para Boncengers"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Buat saya, pernah ada satu motor yang rasanya seperti saksi hidup, bahkan semacam pihak ketiga yang merestui sebuah hubungan. Namanya Yamaha X-Ride. Kebetulan yang saya pakai waktu itu tahun 2018. Motornya lumayan compact, tapi bisa melibas kontur jalan seburuk janji politisi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Zaman itu, pilihan motor trail matic nggak banyak. Anak muda yang pengen tampil gagah tapi tetap santai cuma punya satu kandidat terjangkau terjangkau bernama X-Ride. Tapi entah kenapa, motor ini jarang dilirik. Kalah gegap gempita sama Beat Street, atau motor-motor yang katanya \u201cmewah tapi tetap irit\u201d. Padahal, ini motor yang enak banget. Suwer.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya dulu pakai motor ini lumayan lama. Dipakai main Kudus\u2013Semarang berkali-kali, tanpa hitung jarak, tanpa hitung berapa kali mampir beli bensin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yamaha X-Ride memberi ruang untuk cerita. Terutama soal pacar saya dulu, yang kalau saya bonceng pakai X-Ride, selalu bergumam \u201cmotor ini nyaman, ya\u201d.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kenangan dari Kudus ke Semarang: ban bekas, banjir, dan boncengan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau ada rute yang paling saya ingat, tentu Kudus\u2013Semarang. Jaraknya lumayan sih, tapi bukan itu masalahnya. Masalahnya adalah daerah Sayung dan Genuk. Semua orang tahu bagaimana daerah itu kalau banjir, antara jalan raya dan sungai tiba-tiba tidak jelas batasnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya entah berapa kali \u201cyang-yangan\u201d menerjang banjir pakai X-Ride. Kadang nekat, kadang bodoh, tapi selalu berhasil lewat. Ban 14 inci berukuran 100\/70 belakang sementara 80\/80 di bagian depan serta kombinasi suspensi agak tinggi yang empuk itu ternyata paduan mantab.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Air sudah sedengkul, tapi motor masih ngibrit pelan, mesin tetap nyala. Dan stang lebarnya bikin X-Ride gampang dikendalikan walau ada ombak dari ban truk yang lewat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begitu masuk kota dan jalan kembali normal, X-Ride termasuk motor yang tenaganya ngisi terus. Memang nggak liar, tapi konstan. Pun, ketika diajak nanjak, bukan masalah. Saya sudah buktikan bolak-balik Gunungpati.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun ada hal yang cukup mengganggu. Tarikan awalnya pas mau pertama jalan itu lho? Abot e gatheli. Tapi pas udah jalan sih enak-enak aja. Tenaganya seperti yang tadi saya bilang, ngisi terus.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Joknya nyaman banget!<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oh iya, saya lebih tepatnya pacar saya dulu suka sekali model jok Yamaha X-Ride. Di jok X-Ride, &#8220;orang duduk rasanya tenang,&#8221; katanya. Joknya empuk, modelnya pas, tidak melebar aneh. Footstep juga pas di kaki. Yang dibonceng tidak sampai jalan kayak gorila setelah turun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal sepele kayak jok bagi saya penting, lho. Jok motor kadang bisa jadi pemicu pertengkaran. Ada motor yang joknya terlalu licin, bikin boncenger merapat terus, nanti dikira modus. Ada jok terlalu keras, bikin boncenger sakit pinggul apalagi saat nggak sengaja ngantem lubang. Duh, nggak enak. Pantat kayak ditampol seperti yang saya rasakan ketika dibonceng Beat Street.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untunglah jok X-Ride keset. Jok Anti modus. Nyaman tapi tidak gatel di mata orang. Buat pasangan yang masih pacaran waktu itu, ini nilai tambah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, shock belakangnya juga enak. Tidak mentok walaupun kadang saya boncengan. Rasanya X-Ride monoshock terbaik di kelas matik entry level.<\/span><\/p>\n<h2><b>Generasi Baru X-Ride: tak banyak berubah, tapi mungkin itu yang membuatnya tetap fungsional<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah bertahun-tahun, Yamaha X-Ride muncul generasi baru. Banyak orang menunggu perubahan. Saya pun penasaran, mungkin desainnya akan lebih sangar? Mesin lebih bengis? Fitur-fitur makin modern? Tapi begitu saya cek, bentuknya sama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Khas dan nggak banyak berubah. Perbedaan paling mencolok cuma stripping. Semacam penyegaran warna biar kelihatan baru, tapi inti desainnya tetap itu-itu saja. Awalnya saya merasa, \u201cGini tok nih?\u201d. Tapi setelah dipikir, mungkin Yamaha memang nggak mau merusak resep yang sudah pas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yamaha X-Ride dibuat untuk orang yang butuh kendaraan tinggi yang enak dipakai, yang bisa bawa apa saja, ke mana saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Stangnya masih lebar. Buat perjalanan jauh, ini penting banget. Bahu nggak gampang pegal\u2014apalagi kalau sedang menjalani misi paling melelahkan di dunia seperti muter-muter kota mencari tempat makan karena pacar jawabnya \u201cterserah\u201d. Percayalah, hanya motor nyaman yang bisa menjaga kewarasan pada situasi semacam itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan justru sifat nggak berubah itulah yang membuat saya merasa dekat. Ada rasa bahwa X-Ride nggak menjadi sesuatu yang bukan dirinya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Perawatan Yamaha X-Ride itu gampang, asal rutin dan nggak mager<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi saya, Yamaha X-Ride termasuk motor yang gampang dirawat. Selama rajin ganti oli tiap 2.000\u20133.000 km dan sesekali bersihin filter udara, motor ini bakal tetap tokcer. Apalagi karakternya motor harian-offroad, jadi dia memang dirancang tahan banting.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang, yang sering bikin motor rewel itu bukan karena mesinnya rewel, tapi karena pemiliknya abai. X-Ride itu cuma butuh diperhatikan oli, filter udara, kondisi CVT, tekanan ban, udah. Nggak perlu ritual njelimet.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Soalnya, Yamaha X-Ride sendiri pakai mesin yang kontruksinya simpel, pakai mesin 125cc Blue Core, 1 silinder, <a href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Overhead_camshaft_engine\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">SOHC,<\/a> pendingin udara. Artinya dari sisi teknis, jeroannya simpel. Nggak ada radiator, nggak banyak komponen rawan bocor, dan part-part-nya gampang ditemui.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sudah injeksi pula, jadi bensin lebih irit dan pembakaran stabil. Kapasitas oli juga kecil, sekitar 0,8 liter, jadi biaya servis murah. Dan karena masih ada kick starter, kalau aki mulai lemah pun motor tetap bisa nyala.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah keunggulan Yamaha X-Ride bagi saya. Bisa dibilang tipe matik yang sempurna, namun sayang faktor itu tak menjamin jodoh. Waktu berganti, hubungan saya dengan pacar dulu juga akhirnya selesai. Tapi kalau bicara soal kenangan naik motor, X-Ride masih menang telak dibanding motor apa pun yang pernah saya kendarai setelahnya.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Budi<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/yamaha-x-ride-motor-adventure-yang-cocok-buat-pacaran\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Yamaha X-Ride: Motor Adventure yang Cocok buat Pacaran, Super Nyaman meski Tampilan Gahar!<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bagi saya, Yamaha X-Ride termasuk motor yang gampang dirawat. Selama rajin ganti oli dan sesekali bersihin filter udara, aman.<\/p>\n","protected":false},"author":1041,"featured_media":356022,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[12903],"tags":[22554,20891,7778,9544],"class_list":["post-378514","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-otomotif","tag-motor-matic-yamaha","tag-motor-yamaha","tag-yamaha","tag-yamaha-x-ride"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/378514","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1041"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=378514"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/378514\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/356022"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=378514"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=378514"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=378514"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}