{"id":378102,"date":"2025-12-08T14:01:32","date_gmt":"2025-12-08T07:01:32","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=378102"},"modified":"2025-12-08T14:01:32","modified_gmt":"2025-12-08T07:01:32","slug":"4-dosa-penjual-gorengan-yang-bikin-pebeli-kapok-dan-trauma","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-dosa-penjual-gorengan-yang-bikin-pebeli-kapok-dan-trauma\/","title":{"rendered":"4 Dosa Penjual Gorengan yang Bikin Pembeli Kapok dan Trauma"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gorengan jadi salah satu camilan favorit orang Indonesia. Nggak heran, penjual gorengan begitu mudah ditemukan di berbagai daerah. Lokasi terpencil pun ada penjual gorengan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sayangnya, tidak semua penjual gorengan itu amanah. Demi mempertebal <a href=\"https:\/\/www.shell.co.id\/in_id\/konsumen-bisnis\/shell-fleet-card\/profit-margin.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">margin keuntungan<\/a> mereka rela melakukan berbagai hal. Berikut ini beberapa \u201cdosa\u201d penjual gorengan tidak amanah untuk memperoleh <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/keuntungan-tinggal-di-muntilan-magelang-yang-saya-rasakan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">keuntungan<\/a> sebanyak-banyaknya:\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Menggoreng ulang gorengan kemarin<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekilas, gorengan kemarin tidak jauh berbeda dengan gorengan yang baru saja dimasak. Namun, apabila dicermati dengan seksama, gorengan kemarin jelas ada tanda-tandanya. Dari rasa berbeda, sama-sama renyah memang, tapi terasa kurang fresh. Sementara, dari segi warna, warnanya biasanya lebih gelap daripada gorengan yang baru saja dimasak.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kesalnya, para penjual biasanya tetap menjajakan dagangannya seolah-olah masih baru. Kalau penjual ingin menghemat modal, ya jangan sampai mengorbankan kepercayaan pelanggan dong.<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Tidak mengganti minyak<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai pembeli, saya sebenarnya tidak berharap penjual mengganti minyak tiap menggoreng. Apalagi saya tahu, harga minyak itu nggak murah. Tapi, mbok ya jangan sampai warna minyaknya berubah jadi gelap seperti <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bau-selokan-jaksel-tak-seharum-citranya-di-media-sosial\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">air got<\/a>. Selain berbahaya bagi kesehatan, bukankah minyak yang sudah dipakai berkali-kali bisa merubah rasa dan tekstur dagangan?\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Menggunakan plastik agar gorengan makin renyah<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Percayalah, Ini bukan sekadar rumor. Sudah beberapa kali kejadian dan terbukti. Ada pedagang nakal yang memasukkan plastik minyak goreng curah (bungkus plastiknya) ke dalam wajan biar hasil gorengan semakin kriuk. Katanya biar renyahnya tahan lama. Entah siapa yang pertama kali menemukan ide ini, tapi sudah pasti dia layak mendapat dosa jariyah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gorengan memang jadi kriuk, tapi gimana nasib organ tubuh pembeli yang harus kerja lembur mengolah zat berbahaya?<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 Menggunakan sarung tangan, tapi tetap memegang uang<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dosa ini cukup sering ditemui di penjual gorengan maupun pedagang makanan lain. Penjual memang memakai sarung tangan untuk terlihat higienis saat mengambil dan mengolah makanan. Namun, masalahnya, sarung tangan itu dipakai untuk mengambil gorengan sekaligus menerima uang dari pembeli. Padahal <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pembayaran-tunai-tak-boleh-ditolak-tapi-tolong-pake-otak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">uang tunai<\/a>, kan, benda yang paling banyak menyimpan kuman. Dan, ketika sarung tangan yang sama menyentuh uang, lalu kembali memegang makanan, standar kebersihan otomatis hilang dan fungsinya nggak ada lagi.<\/span><\/p>\n<h2><b>#5 Kebersihan kurang diperhatikan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kebersihan harusnya jadi faktor penting dalam usaha makanan, termasuk gorengan. Sayangnya, masih banyak penjual yang mengabaikan hal ini. Contoh yang sering ditemui, saat ada wajan yang jarang dicuci hingga berkerak, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kasta-merek-minyak-goreng-dari-golongan-sultan-hingga-yang-paling-merakyat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">minyak<\/a> yang penuh sisa remahan. Akibatnya, gorengan punya aroma dan rasa yang kurang sedap.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, ada juga pedagang yang berjualan terlalu dekat jalan raya tanpa penutup atau pelindung dari debu. Asap kendaraan, debu, dan kotoran bisa berterbangan dan mengenai dagangan secara langsung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dosa ini sebenarnya tak hanya merugikan pembeli, tetapi juga penjual sendiri dalam jangka panjang karena kualitas rasa menurun dan pelanggan bisa enggan kembali. Masalah kebersihan bukan berarti harus mahal. Membersihkan alat masak secara rutin, menutup makanan dengan tudung saji, mencuci peralatan setiap hari, dan mengelola minyak dengan baik adalah langkah sederhana yang bisa dilakukan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah \u201cdosa-dosa\u201d yang sering saya temukan pada penjual gorengan. Dosa yang terdengar sepele memang, tapi bisa memengaruhi loyalitas pelanggan. Jadi buat para penjual yang masih melakukan praktik-praktik di atas, sebaiknya perlu segera diperbaiki.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Budi<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA<\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/esai\/4-tipe-penjual-wedang-ronde-jogja-yang-sudah-pasti-gak-enak\/\"> <b><i>4 Tipe Penjual Wedang Ronde Jogja yang Harus Dihindari karena Sudah Pasti Tidak Enak dan Membahayakan Kesehatan Pembeli<\/i><\/b><\/a><b><i>.<\/i><\/b><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penjual gorengan mudah ditemukan di mana-mana, tapi beberapa tidak amanah dengan melakukan berbagai cara untuk memperoleh keuntungan besar. <\/p>\n","protected":false},"author":1041,"featured_media":378207,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[2948,12880,1407,2947,6004],"class_list":["post-378102","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-camilan","tag-goreng","tag-gorengan","tag-penjual","tag-penjual-gorengan"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/378102","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1041"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=378102"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/378102\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/378207"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=378102"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=378102"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=378102"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}