{"id":377848,"date":"2025-12-07T09:27:34","date_gmt":"2025-12-07T02:27:34","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=377848"},"modified":"2025-12-08T09:02:47","modified_gmt":"2025-12-08T02:02:47","slug":"kelas-menengah-pemegang-nasib-paling-sial-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kelas-menengah-pemegang-nasib-paling-sial-di-indonesia\/","title":{"rendered":"Nasib Dianggap Jadi Warga Kelas Menengah: Dianggap Banyak Uang, Tak Pernah Dapat Bantuan, tapi Hidupnya Justru Paling Sering Nelangsa"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau ada makhluk sosial paling tangguh di negeri ini, mungkin jawabannya bukan tentara, bukan pejabat, bukan pula selebritas. Jawabannya adalah warga kelas menengah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka hidup di posisi yang serba tanggung. Kalau kelas atas hidupnya penuh kepastian dan penuh dengan privilege. Kalau kelas bawah dapat prioritas <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sudah-kaya-tapi-tetap-minta-bantuan-miskin-ya-gitu-kalo-orang-punya-mental-miskin\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">bantuan sosial dari negara<\/a>. Sementara kelas menengah? Tidak punya dua-duanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kelas menengah itu seperti tokoh figuran di sinetron. Penting untuk mengisi adegan, tapi tidak penting untuk diberi dialog.<\/span><\/p>\n<h2><b>Di mata keluarga kamu kaya, di mata negara kamu tidak miskin, di mata bank kamu peluang bisnis<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keluarga adalah sumber salah sangka kelas menengah yang paling utama. Begitu kamu terlihat kerja di kantor, pakai kemeja rapi, dan update foto di kafe yang murah meriah, mereka langsung menganggap kamu mapan. Akibatnya, titipan uang sekolah keponakan, ajakan patungan renovasi rumah, atau urusan keluarga lain yang ujung-ujungnya sebenarnya membuat dompetmu menjerit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Negara pun tidak kalah percaya diri. Datamu mengatakan bahwa kamu tidak masuk kriteria miskin, jadi otomatis terdepak dari daftar penerima berbagai bantuan dari negara. Padahal kalau mau jujur, kamu tidak masuk kriteria miskin bukan karena kamu mampu, tapi karena <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/judol-pakai-duit-bansos-puncak-ketololan-orang-miskin\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">malu mengakui bahwa kamu miskin<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara di sisi lain, bank selalu memandangmu, kelas menengah, penuh harapan. Mereka tidak ragu menghubungi, menawarkan kartu kredit baru, cicilan baru, atau promo yang ujungnya membuatmu makin terjerumus dalam kecerobohan finansial.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menjadi kelas menengah itu memang ajaib. Kamu tidak dianggap miskin, tapi selalu dilamar oleh segala bentuk utang.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kelas menengah susah payah berkejaran dengan tagihan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ngomong-ngomong pengeluaran bulanan, kelas menengah tak kalah sedihnya. Banyak tagihan, seperti listrik, <a href=\"https:\/\/www.kompas.tv\/info-publik\/612676\/pemerintah-wacanakan-kenaikan-iuran-bpjs-kesehatan-pada-2026-dpr-ingatkan-subsidi-jangan-dipangkas\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">BPJS<\/a>, internet, iuran lingkungan, cicilan, pajak, dan entah kenapa semuanya terasa terus meninggi setiap tahun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Warga kelas menengah setiap bulan hidupnya hanya untuk berkejaran dengan tagihan. Walaupun dari segi pemasukan mungkin cukup untuk membayar semua kebutuhan tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi di sisi lain, hatinya juga nelangsa. Mau ngopi di kafe yang agak mahal dikit, mikirnya berkali-kali. Mau beli barang branded, takut tidak bisa makan seminggu. Jadi hidup warga menengah itu untuk bertahan agar tidak dianggap miskin<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kelas-menengah-pemegang-nasib-paling-sial-di-indonesia\/2\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em><strong>Baca halaman selanjutnya: Tulang punggung yang dituntut harus selalu kuat.<\/strong><\/em><\/a><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h2><b>Bantuan sosial: Kita ini tidak kaya, tapi juga tidak dianggap layak<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk warga kelas menengah, jangan coba-coba mendaftar bantuan sosial. Karena akan percuma, kamu tidak akan masuk kriteria miskin. Apalagi kalau disuruh minta <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/miskin-enggan-kaya-tak-mampu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">surat keterangan tidak mampu<\/a>, pasti warga menengah akan mundur teratur karena tidak cukup mental.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anehnya, tetangga yang punya dua mobil bisa dapat bantuan karena \u201cdatanya belum di-update.\u201d Jadi sebenarnya yang miskin itu orangnya, atau datanya?<\/span><\/p>\n<h2><b>Beban mental kelas menengah: Harus stabil, selalu tersenyum, dan tidak boleh mengeluh<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kelas menengah juga dipaksa tampil kuat. Ngeluh dianggap tidak pantas. Curhat dibilang tidak bersyukur. Kelihatan capek dikomentari, \u201cPadahal hidupmu enak.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal realitanya, banyak yang sedang menghitung sisa gaji di tanggal 10 sambil meyakinkan diri \u201cBulan depan pasti lebih baik.\u201d Padahal bulan depan ya begitu-begitu juga.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kenyataan paling nelangsa: Hidup baik-baik saja, tapi hanya versi minimal<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi tenang, warga middle class itu bisa menjalani keseharian dengan strategi bertahan hidup yang cerdik dan kreatif. Tidak bisa nongkrong? Bilang saja sedang detoks sosial. Tidak beli kopi? Bilang sedang hidup lebih sehat. Nungguin diskon tanggal kembar? Itu bukan pelit, itu perencanaan ekonomi mikro.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hidup baik-baik saja memang. Tapi \u201cbaik-baik saja\u201d di sini posisinya seperti kursi plastik di warung, bisa diduduki, tapi kita tahu kapan saja bisa retak.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kelas menengah itu tulang punggung yang selalu diminta kuat<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di negara ini, kelas menengah disebut tulang punggung ekonomi. Sayangnya, punggung ini sering pegal, retak halus, dan kadang nyut-nyutan. Namun ia tetap diminta tegak.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak dapat bantuan? Sudah biasa. Dianggap mampu? Di\u2019amin\u2019kan. Yang penting, kita punya satu kemampuan khas warga kelas menengah, menertawakan hidup, meski seringnya sambil menelan pahit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena pada akhirnya, hidup kami memang begitu. Cukup untuk bertahan, kurang untuk bersenang-senang, tapi selalu dituntut untuk terlihat baik-baik saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Muhammad Syadullah Fauzi<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kelas-menengah-harus-bersiasat-agar-bisa-bertahan-di-2025\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">7 Siasat Kelas Menengah agar Bisa Bertahan<\/a><br \/>\n<\/b><\/p>\n<p class=\"p1\"><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kelas menengah itu seperti tokoh figuran di sinetron. Penting untuk mengisi adegan, tapi tidak penting untuk diberi dialog.<\/p>\n","protected":false},"author":3031,"featured_media":377982,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[13085],"tags":[6634,31493,4311,19265,19570,378],"class_list":["post-377848","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi","tag-bantuan-sosial","tag-derita-kelas-menengah","tag-kelas-menengah","tag-kredit-bank","tag-mahasiswa-kelas-menengah","tag-utang"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/377848","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3031"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=377848"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/377848\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/377982"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=377848"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=377848"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=377848"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}