{"id":376836,"date":"2025-12-02T15:08:05","date_gmt":"2025-12-02T08:08:05","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=376836"},"modified":"2025-12-02T15:08:05","modified_gmt":"2025-12-02T08:08:05","slug":"rebutan-lahan-parkir-akan-tetap-ada-hingga-kiamat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/rebutan-lahan-parkir-akan-tetap-ada-hingga-kiamat\/","title":{"rendered":"Rebutan Lahan Parkir Itu Sama Tuanya dengan Umur Peradaban, dan Mungkin Akan Tetap Ada Hingga Kiamat"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melihat berita sengketa parkir Gacoan di Surabaya, sebenarnya saya tak kaget-kaget amat. Gelut perkara lahan parkir itu sama tuanya dengan peradaban, tinggal ganti saja nama-nama yang terlibat. Tukang parkir vs pemilik toko X, instansi Y, atau si Z. Saya sempat merasakan juga jadi tukang parkir, jadi ya, isu-isu macam ini sudah khatam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya masih ingat semasa remaja, dekat rumah saya dipakai untuk event offroad. Remaja kampung saya harus beradu mulut dengan anak buah preman yang sudah tersohor perkara siapa yang berhak mengelola parkir dadakan. Di hari itu, saya sadar, ternyata perkara seperti ini pun bisa jadi masalah yang amat besar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maklum, saat itu saya tak tahu betul berapa penghasilan tukang parkir. Tapi melihat saya mendapat 20 ribu hanya dalam waktu 2 jam saat iseng buka parkir di halaman rumah saya, saya tersadar bahwa penghasilan parkir ternyata tak main-main. Mind you, 20 ribu di tahun 2000-an itu bisa dapet 4 bungkus rokok, atau makan enak pake banget.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi misal ada berita rebutan lahan parkir, dan gegerannya sampe ke level adu fisik, meski saya tak membenarkan, saya nggak kaget sama sekali. Lebih kagetnya sih bukan perkara bacok-bacokan atau gimana, tapi kok bisa sudah hampir 2 dekade, kok pemerintah kerap diam perkara sengketa lahan parkir.<\/span><\/p>\n<h2><b>Lahan parkir memang seksi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kadang, cara paling mudah menguji integritas seseorang itu adalah masihkah mereka memaki tukang parkir kalau sudah ngerasain penghasilan tukang parkir sehari. Itu duit gede lho. Nggak usah saya kasih ya berapa dapetnya, sudah banyak yang mengulas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu per hari. Bayangkan sebulan. Bahkan ketika mereka memilih kerja katakanlah hanya 10 hari sebulan, penghasilan mereka bisa jadi lebih besar ketimbang rata-rata karyawan di Jogja. Kalau mereka rajin, 30 hari kerja, punya Brio itu hal yang sama sekali tidak mustahil. Cash keras bolo.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mudah saja memahami kenapa orang-orang rebutan lahan parkir, karena memang sebegitu seksi penghasilannya. Katakanlah kita pake Gacoan sebagai contoh. Dilansir dari <\/span><a href=\"https:\/\/kumparan.com\/kumparanbisnis\/pembeli-melonjak-omzet-mie-gacoan-bisa-melebihi-rp-100-juta-hari-20R1OFWK0jI\/3\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kumparan<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, rata-rata pengunjung Gacoan per hari itu 50-90 orang. Kita ambil angka terendah aja deh, 50. Dan 50 orang ini, mereka semua pake motor. Dengan tarif 2000 per motor, 100 ribu rupiah masuk. Menata 50 motor itu juga nggak susah. Toh parkiran Gacoan itu rata-rata luas, makin mudah bagi pengendara untuk menata sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Per bulan, dengan angka minimal, tukang parkir dapat penghasilan 3 juta. Kalau pake angka 90 orang alias tertinggi, mereka meraup 5,4 juta rupiah. Duit segitu, kalau di Jogja, bisa kamu dapat kalau jabatanmu lumayan tinggi. Dan kita tahu, mayoritas tentu saja tidak berada di angka tersebut. Menurut <a href=\"https:\/\/yogyakarta.bps.go.id\/id\/statistics-table\/3\/YUZaaVpXa3ZVbGx5Y25kMFVHa3pWMWd3UTFBMlFUMDkjMw==\/rata-rata-pendapatan-bersih-sebulan-pekerja-informal-sup-1--sup--menurut-kabupaten-kota-dan-pendidikan-tertinggi-yang-ditamatkan-di-provinsi-di-yogyakarta--rupiah---2023.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">BPS 2023<\/a>, penghasilan rata-rata orang di Sleman saja cuman 1,6 sekian juta rupiah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekarang paham kan kenapa tukang parkir merajalela di Jogja?<\/span><\/p>\n<h2><b>Pemerintah gimana?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sewaktu saya jadi narasumber (atau apa ya nyebutnya?) di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Akar Rumput<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, salah satu rubrik di YouTube <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mojok<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, saya pernah bilang, kalau memang tukang parkir ini ilegal, kenapa nggak ditindak dari dulu?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalian sih bisa bilang ada beking, ada ini, ada itu. Saya nggak berani berasumsi, meski ya saya nggak polos-polos amat. Cuma ya, selama pemerintah diam saja, ya isu rebutan lahan parkir itu nggak akan pernah selesai.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal pemasukan lahan parkir itu besar banget. Saya pikir ya, kalau diambil alih oleh pemerintah, rakyat tidak keberatan. Dua ribu memang nggak bikin miskin, dan kalau itu bikin pemerintah makin kaya, it\u2019s okay. Daripada dikasih ke orang yang nggak berwenang, dan disetor ke bekingnya, ya mendingan buat pemerintah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Eh, ups.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, besok-besok, ketimbang kita sibuk ngutukin ormas atau orang daerah tertentu, mending kita bertanya-tanya. Kenapa sengketa lahan parkir masih terjadi? Kenapa ada pihak yang merasa lebih berhak atas parkir ketimbang pemerintah? Dan, kenapa uang sebesar itu disetorkan kepada beberapa pihak yang nggak tepat?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mulai dari situ aja dulu. Baru sadar kalau kadang, masalah itu bisa selesai dengan amat mudah, tapi tidak selesai karena ya\u2026 biarin aja nggak selesai.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Rizky Prasetya<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tukang-parkir-atm-tetap-minta-2-ribu-sekalipun-mereka-tak-berguna\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Yang Fana Itu Waktu, yang Abadi Adalah Tukang Parkir ATM yang Tetap Minta 2 Ribu sekalipun Mereka Tak Berguna<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ketimbang kita sibuk ngutukin ormas atau orang daerah tertentu, mending kita bertanya: kenapa sengketa lahan parkir masih terjadi?<\/p>\n","protected":false},"author":777,"featured_media":266850,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[13078],"tags":[31432,11732,31431,31433],"class_list":["post-376836","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gaya-hidup","tag-gacoan-surabaya","tag-lahan-parkir","tag-parkir-di-gacoan","tag-rebutan-lahan-parkir-gacoan-surabaya"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/376836","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/777"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=376836"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/376836\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/266850"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=376836"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=376836"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=376836"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}