{"id":376693,"date":"2025-12-04T07:41:56","date_gmt":"2025-12-04T00:41:56","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=376693"},"modified":"2025-12-03T10:43:25","modified_gmt":"2025-12-03T03:43:25","slug":"desa-ngidam-muncar-desa-terbaik-di-kabupaten-semarang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/desa-ngidam-muncar-desa-terbaik-di-kabupaten-semarang\/","title":{"rendered":"Desa Ngidam Muncar, Desa Terbaik di Kabupaten Semarang dengan Pesona yang Membuat Saya Betah"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya datang ke Desa Ngidam Muncar, sebuah dusun kecil di Desa Muncar, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, untuk berkunjung ke rumah kakak. Tapi entah kenapa, setiap di sana, rasanya seperti bukan sedang bertamu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya merasa sedang healing gratis yang difasilitasi semesta. Hawanya sejuk, pemandangannya luas, wong dari tepi desa saja <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-jalur-pendakian-gunung-yang-cocok-untuk-pendaki-pemula\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Merbabu dan Merapi<\/a> sudah kelihatan malu-malu berpose. Kadang saya bertanya-tanya, kok tempat kayak begini tidak meledak jadi wisata viral TikTok?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut empat hal yang bikin saya makin sering \u201cberkunjung sebentar\u201d yang anehnya selalu berakhir jadi \u201ckayaknya besok saja pulangnya\u201d.<\/span><\/p>\n<h2><b>Di Desa Ngidam Muncar, Kabupaten Semarang, sawah masih luas<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begitu sampai di Desa Ngidam Muncar, pemandangan pertama yang muncul bukan pagar tinggi. <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tengaran-kecamatan-dengan-segudang-kekayaan-di-kabupaten-semarang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Hamparan sawah<\/a> yang lebarnya bikin mata auto bersyukur menyambut saya. Warnanya hijau berlapis-lapis. Hawanya sejuk. Anginnya lembut seperti kipas angin natural yang tidak butuh colokan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sering berdiri lama memandang sawah itu. Tidak untuk konten, tapi murni untuk waras. Kalau pagi cerah, siluet Merbabu dan Merapi nongol di kejauhan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi lengkap sudah. Sawah, gunung, angin, dan ketenangan. Rasanya seperti desa di lereng gunung, tapi versi yang tidak bikin napas ngos-ngosan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemandangan ini bukan hanya indah. Desa Ngidam Muncar di Kabupaten Semarang semacam paket psikologis alami untuk orang kota yang pikirannya sering kepanasan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Jalan desa yang membuat langkah melambat seperti film slice of life<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap keluar sebentar dari rumah kakak, saya pasti jalan-jalan kecil menyusuri jalur Desa Ngidam Muncar. Jalannya tidak lebar, tapi bersih. Pohon-pohon besar berdiri dengan gaya \u201cAku teduh, kamu lewat saja.\u201d Rumah-rumahnya rapi dan ramah secara visual.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Warganya menyapa dengan ritme pas: tidak sok akrab, tapi juga tidak sekaku pintu kantor kelurahan. Mereka menyapa dengan ringan. Senyumnya tulus. Kadang bikin saya berpikir, \u201cHarusnya Desa Ngidam Muncar di Kabupaten Semarang ini masuk nominasi Best Hospitality versi hati saya.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan entah kenapa, jalan desa ini membuat waktu ikut lambat. Langkah saya pelan. Pikiran saya ikut mereda. Kalau di kota saya jalan 100 meter sambil overthinking, di sini saya jalan 100 meter sambil mikir, \u201cEnak juga hidup pelan-pelan begini.\u201d<\/span><\/p>\n<h2><b>Sungai jernih yang bisa untuk river tubing, tapi bisa juga untuk diam merenung<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Desa Ngidam Muncar punya beberapa sungai kecil yang jernihnya bikin ingin nyemplung. Alirannya tidak ganas, pas buat river tubing santai. Beberapa warga bahkan menyediakan flying fox sederhana yang cukup bikin deg-degan tanpa membuat jantung keluar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau tidak mau aktivitas yang terlalu fisik, sungainya juga enak buat duduk-duduk saja. Saya pernah duduk di batu besar sambil merendam kaki. Suara airnya bikin pikiran saya lebih teratur daripada aplikasi meditasi berbayar.<\/span><\/p>\n<h2><b>Warga Desa Ngidam Muncar yang ramah<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Daya tarik terbesar Desa Ngidam Muncar bukan hanya alam, tapi manusianya. Warganya ramah, tapi tidak berlebihan. Mereka menyapa secukupnya dan menerima tamu tanpa perlu formalitas yang ribet.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di rumah kakak, tetangga kadang mampir sambil bawa hasil kebun atau sekadar ngobrol dua menit yang ajaibnya menyenangkan. Ada seorang ibu yang pernah bilang, \u201cDesa ini kecil, tapi soal keramahan tidak boleh kecil.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan benar saja. Keramahan warga Desa Ngidam Muncar di Kabupaten Semarang itu seperti bumbu pelengkap yang bikin desa ini <a href=\"https:\/\/jadesta.kemenpar.go.id\/desa\/ngidam_muncar\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">jadi yang terbaik<\/a>. Ketika saya pulang, rasanya selalu seperti habis menutup pintu tempat yang seharusnya saya singgahi lebih lama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Rima Dwi Nastiti<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kabupaten-semarang-tempat-tinggal-orang-tangguh\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Menjadi Warga Kabupaten Semarang Nggak Mudah, Hanya Orang Tangguh yang Sanggup Tinggal di Sana<\/a><br \/>\n<\/b><\/p>\n<p class=\"p1\"><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><i><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Daya tarik terbesar Desa Ngidam Muncar bukan hanya alam, tapi manusianya. Bikin desa di Kabupaten Semarang ini jadi yang terbaik.<\/p>\n","protected":false},"author":3153,"featured_media":376951,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[31448,31449,13218,10004,16629,4652],"class_list":["post-376693","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-desa-ngidam","tag-desa-terbaik","tag-desa-wisata","tag-jawa-tengah","tag-kabupaten-semarang","tag-semarang"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/376693","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3153"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=376693"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/376693\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/376951"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=376693"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=376693"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=376693"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}