{"id":37645,"date":"2020-04-20T15:53:46","date_gmt":"2020-04-20T08:53:46","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=37645"},"modified":"2020-04-20T15:55:40","modified_gmt":"2020-04-20T08:55:40","slug":"romantisme-mas-pur-dan-mbak-rinjani-ketika-jakarta-memberlakukan-psbb","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/romantisme-mas-pur-dan-mbak-rinjani-ketika-jakarta-memberlakukan-psbb\/","title":{"rendered":"Romantisme Mas Pur dan Mbak Rinjani Ketika Jakarta Memberlakukan PSBB"},"content":{"rendered":"<p>Sejak saya menulis <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/surat-untuk-mas-pur-tukang-ojek-yang-tetap-bekerja-di-tengah-pandemi-corona\/\">surat terbuka untuk Mas Pur<\/a>, sinetron favorit nenek saya ini masih ngeyel syuting-nya dan sama sekali nggak kasih edukasi tentang pandemi corona. Padahal, dalam tulisan saya tersebut, saya yakin bahwa penikmat sinetron ini kebanyakan berangkat dari golongan menengah-kebawah. Memang, risiko pemilik pekerjaan yang nggak memiliki privilese untuk berdiam diri di rumah. Apa lagi Mas Pur itu tukang ojek dan baru saja menikah. Tapi, yang buat saya geleng-geleng adalah pesta pernikahan Bang Udin yang dirayakan secara besar-besaran seakan bahaya pandemi itu tidak ada. Ini Rawa Bebek berada di Bumi atau Planet Namex, sih?<\/p>\n<p>Romantisme sinetron ini pun akhirnya berakhir dan menyerah ketika Pemerintah Jakarta menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna memutus rantai pandemi. Tayangan Tukang Ojek Pengkolan pun kini hanya sebatas wisata masa lalu yang memutar tayangan-tayangan terbaiknya di masa lalu. Sekaligus, saya bisa bernapas lega lantaran kembang desa Rawa Bebek, Mbak Anissa, bisa beristirahat di rumah dan saya nggak perlu repot-repot mengingatkan Mbaknya untuk makan tiga waktu dan bobok yang cukup.<\/p>\n<p>Nggak adanya episode terbaru sinetron ini, saya pun kangen sama celetukan-celetukan romantis khas Mas Pur. Saya pun membayangkan, apa saja ya yang dilakukan oleh Mas Pur dan Mbak Rinjani selama swakarantina guna mendukung kebijakan PSBB untuk memutus mata rantai pandemi corona? Pastinya, nggak bakal ada adegan Mas Pur eyel-eyelan sama Mas Jhon, nggak ada pula adegan Mas Pur mangkal di pangkalan ojek karena beginilah (((kemungkinan))) yang akan terjadi pada kisah kasih Mas Pur dan Mbak Rinjani.<\/p>\n<p>Pastinya, adegan romantis dan percakapan yang bikin gemes bakal Mas Pur sajikan untuk istrinya tersayang. Jika saja ada kamera, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/begini-jadinya-cerita-dilan-dan-milea-jika-pidi-baiq-orang-bantul\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Dilan dan Milea<\/a> bakal salim sama pasangan ini. Cinta dan Rangga bakalan merasa kisah cinta mereka selama ini b aja. Siapa lagi? Adit dan Tita? Ah, mereka semua nggak ada apa-apanya jika dibandingkan sama Mas Pur dan Mbak Rinjani.<\/p>\n<p>Pagi hari ketika mata masih <em>kriyip-kriyip<\/em>, Mas Pur yang baru aja bangun melihat istrinya yang sudah bangun dan sedang <em>ngonceki<\/em> bawang. Mas Pur pun langsung memiliki ide untuk memuji istrinya ini secara tersirat. Dengan belaga masih ngantuk, Mas Pur pun pura-pura bangun dengan terkejut. \u201cAstaghfirullah\u2026\u201d kata Mas Pur nyebut.<\/p>\n<p>\u201cEh, apa, Mas?\u201d Mbak Rinjani yang sedang <em>ngonceki<\/em> bawang pun kaget dan melihat suaminya.<\/p>\n<p>\u201cWah, jebul aku mimpi\u2026,\u201d kata Mas Pur ketika bangun tidur. Wajahnya nggak bisa menutupi, senyum-senyum lah Mas Pur, kumis tipisnya <em>ngewel<\/em> (gemeteran).<\/p>\n<p>Mbak Rinjani paham bahwa suaminya ini lagi mau gombal. Ia menangkap maksud terselubung suaminya. \u201cMimpi apa, sih, Mas?\u201d Mbak Rinjani <em>mesem-mesem ngampet kemekelen<\/em>.<\/p>\n<p>\u201cEh,\u201d Mas Pur kembali kaget-kaget manja setelah melihat wajah istrinya. Memegang tangannya dan mencubit-cubit kecil. \u201cJebul mas sedang ndak mimpi to.\u201d<\/p>\n<p>\u201cEmang mimpi apa sih, Mas?\u201d<\/p>\n<p>\u201cTadi itu mimpi ketemu bidadari. Eh, <em>jebul<\/em> pas bangun bidadarinya masih ada,\u201d Mbak Rinjani pun nyumpel mulut Mas Pur pakai bawang lantaran saking gemesnya.<\/p>\n<p>Adegan pun berubah ketika mereka sarapan. Mbak Rinjani masak nasi goreng untuk menu pagi itu. Mas Pur pun memakannya dengan lahap. Mulut Mas Pur membuka maksimal, seperti vacum cleaner yang sedang nyedoti ini dan itu, mulut Mas Pur melahap apa saja yang ada di depannya.<\/p>\n<p>\u201cMbok ya o pelan-pelan to, Mas, maemnya,\u201d kata Mbak Rinjani yang nggak selera setelah melihat suaminya makan seperti jaran.<\/p>\n<p>\u201cHarus cepat-cepat, Dek.\u201d<\/p>\n<p>\u201cLoh, kenapa kok cepet-cepet?\u201d<\/p>\n<p>\u201cTakut ini semua cuma mimpi.\u201d<\/p>\n<p>\u201cKenapa kok mimpi?\u201d<\/p>\n<p>\u201cTakut dimasakin sama bidadari seperti ini ternyata mimpi, makanya harus dinikmati cepat-cepat makannya,\u201d Mbak Rinjani pun nyumpeli mulut Mas Pur pakai cobek lantaran saking gemesnya.<\/p>\n<p>Adegan malam pun lebih seru. Kini Mbak Rinjani sambat karena kebutuhan sehari-hari mereka telah habis. Mulai dari bahan pokok, rupiah yang biasa mereka dapatkan dengan cara bekerja di luar sampai sumpeknya mereka karena harus tinggal di kos-kosan sempit. Pasangan baru menikah ini pun tidur bersama, saling menatap eternit yang mulai jebol dan banyak rembesan air karena bocor.<\/p>\n<p>Mbak Rinjani pun sambat, \u201cEnak ya, Mas, jadi Keluarga Pak Sofyan. Bisa tidur di rumah megah, main bola di halaman rumah juga bisa. Lagi PSBB begini adek malah sadar satu hal, bahwa kesenjangan di depan mata.\u201d<\/p>\n<p>\u201cIya, di depan mata,\u201d kata Mas Pur nimpali. Senyum-senyum tipis dan kumisnya seakan hendak mencolot.<\/p>\n<p>\u201cEmang dengerin apa yang adek omongin? Kok tiba-tiba bilang di depan mata. Apa coba yang di depan mata?\u201d<\/p>\n<p>Mas Pur pun ngadep samping, ngampet ngguyu sambil lihat mata istrinya, \u201ckebahagiaan mas yang ada di depan mata.\u201d<\/p>\n<p>Mbak Rinjani pun nyumpeli mulut Mas Pur pakai bantal karena saking gemesnya.<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kami-bersama-mas-pur-slogan-para-pria-dengan-perjuangan-cintanya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Kami Bersama Mas Pur: Slogan Para Pria Dengan Perjuangan Cintanya<\/a><\/strong>\u00a0<strong>atau tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/gusti-aditya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Gusti Aditya<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pengin gabung grup WhatsApp Terminal Mojok? Kamu bisa klik link-nya\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa saja ya yang dilakukan oleh Mas Pur dan Mbak Rinjani selama swakarantina guna mendukung PSBB untuk memutus mata rantai pandemi corona?<\/p>\n","protected":false},"author":130,"featured_media":37885,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[2597,2598],"class_list":["post-37645","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-mas-pur","tag-tukang-ojek-pengkolan"],"modified_by":"Nia Lavinia","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37645","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/130"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=37645"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37645\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/37885"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=37645"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=37645"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=37645"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}