{"id":3736,"date":"2019-06-14T15:30:06","date_gmt":"2019-06-14T08:30:06","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=3736"},"modified":"2022-01-17T13:24:23","modified_gmt":"2022-01-17T06:24:23","slug":"modus-penipuan-via-sms-yang-kian-membosankan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/modus-penipuan-via-sms-yang-kian-membosankan\/","title":{"rendered":"Modus Penipuan via SMS yang Kian Membosankan"},"content":{"rendered":"<p>Saya cukup yakin diantara kita semua\u2014tak terkecuali pembaca Terminal Mojok\u2014pasti sudah pernah menerima pesan singkat berbau penipuan mengatas namakan bank tertentu atau hal lain. Hal demikian rasanya sudah usang dengan isi pesan yang itu-itu saja. Membosankan.<\/p>\n<p>Dengan kalimat awal, \u201c<em>Selamat! Anda menjadi pemenang undian &#8230;. silakan cek nama Anda di blablabla(dot)blogspot(dot)com<\/em>\u201d. Rasanya membosankan, karena saya dan mungkin bagi kebanyakan orang sudah tidak akan tertipu lagi dengan isi pesan seperti itu.<\/p>\n<p>Apalagi dengan isi pesan yang betul-betul <em>template<\/em>, dari awal hingga sekarang terlihat jelas tidak ada perubahan. Seperti tidak mengikuti zaman dan tidak dapat berinovasi. Sampai saya sering <em>misuh<\/em> sendiri jika mendapat sms yang terindikasi sebagai penipuan\u2014bukan karena niat jahat mereka\u2014melainkan SMS yang diterima kalimatnya itu-itu saja.<\/p>\n<p><span style=\"text-decoration: line-through;\">Kamu emang ngga bisa mengubah itu buat aku? Aku bosan tau ngga! Coba dong ubah isi pesan kamu biar adrenalinku terpacu.<\/span><\/p>\n<p>Para muda-mudi mungkin tidak akan tertipu dan mudah percaya jika mendapat SMS penipuan yang tak jarang <a href=\"https:\/\/mojok.co\/red\/rame\/kilas\/jokowi-siapkan-hadiah-rp200-juta\/\">hadiah yang dijanjikan<\/a> mencapai ratusan juta rupiah karena mereka akan mempertanyakan undian mana yang pernah diikuti hingga bisa mendapat hadiah sebesar itu. Apalagi jika sebelumnya tidak mengikuti undian apa pun.<\/p>\n<p>Namun siapa sangka tetap saja ada yang termakan tipuan SMS tersebut, kebanyakan dari mereka adalah para orang tua\u2014Bapak saya salah satunya. Kala itu Bapak menyampaikan rasa gembiranya karena sudah mendapat hadiah 15 juta\u2014setelah saya tanya dari mana dijawabnya dapat dari info melalui SMS. <em>Haduh, Pak, Pak~<\/em> sebelum Bapak tertipu, saya segera menjelaskan bahwa itu adalah salah satu modus penipuan yang sedang marak terjadi.<\/p>\n<p><span style=\"text-decoration: line-through;\">Semoga Bapak tidak memendam amarah karena tidak jadi mendapat uang sebesar 15 juta secara cuma-cuma. Maafkan anakmu ini ya, Pak.<\/span><\/p>\n<p>Saya yang sebelumnya bekerja di sebuah bank pun pernah mendapatkan laporan langsung dari salah satu nasabah\u2014lagi-lagi orang tua\u2014dengan kasus yang sama, beliau datang ke kantor hanya untuk menanyakan bagaimana cara mencairkan uang tunai yang dia dapat dari undian dan infonya lagi-lagi dari SMS.<\/p>\n<p>Dengan segera, rekan saya di bagian <em>customer service<\/em> langsung memberi info bahwa pesan tersebut terindikasi penipuan, jadi baiknya diabaikan saja. Namun, karena pada dasarnya nasabah terbilang cukup tua, jadi agak sulit dalam memberikan edukasi karena ke-saklek-annya. Dia beranggapan uang itu tetap haknya. Akhirnya setelah berkali-kali diedukasi secara perlahan, nasabah memahami bahwa itu termasuk penipuan.<\/p>\n<p>Para penipu menjengkelkan ini <a href=\"https:\/\/tirto.id\/polda-jabar-pembakaran-bendera-tak-ada-unsur-niat-jahat-pelaku-c8uV\">sudahlah berniat jahat<\/a>, pemberi harapan palsu, juga tanpa disadari membuat kekisruhan \u2013paling tidak antara <em>customer service<\/em> dan nasabah. <span style=\"text-decoration: line-through;\">Sungguh berpotensi memecah belah kerukunan antar warga.<\/span><\/p>\n<p>Tentu masih lekat juga dalam ingatan pesan \u201cmama\/papa minta pulsa\u201d. Awalnya mungkin terkesan mencemaskan karena banyak orang mudah percaya dengan penipuan ini, apalagi dengan embel-embel sedang berada di kantor polisi sehingga anggota keluarga yang menerima pesan akan bertanya-tanya, apa kejahatan yang sudah mama atau papa perbuat. <span style=\"text-decoration: line-through;\">Apa karena tidak sengaja meneruskan info <em>hoax<\/em> via Whatsapp?<\/span><\/p>\n<p>Lambat laun, SMS penipuan <em>mama minta pulsa<\/em> ini malah menjadi <em>meme<\/em> dan hiburan tersendiri di internet. Rasanya tidak perlu saya ceritakan secara rinci bagaimana lihainya jemari serta kreativitas netizen dalam mengolah <em>meme<\/em>.<\/p>\n<p>Tidak sedikit pula teman saya yang justru mengerjai balik si penipu dengan merespon SMSnya\u2014sampai akhirnya malah si penipu yang misuh karena merasa ditipu balik. Bagaimana wahai para penipu\u2014ditipu itu nggak enak toh? Dan lagi egois banget sih\u2014mau menipu tapi kok nggak mau kena tipu. <em>Eh, gimana?<\/em><\/p>\n<p>Satu yang paling saya sadari\u2014mungkin banyak dari kalian juga yang sadar\u2014dalam menyampaikan pesan penipuan, para penipu ini hampir selalu menggunakan provider yang sama dengan milik kita. Sampai saya dapat menyimpulkan bahwa penipu ini selain tidak dapat berinovasi, pemberi PHP kelas teri, juga tidak modal karena mengandalkan SMS gratisan, kalau pun sampai mengeluarkan biaya tidak perlu mahal karena masih satu provider.<\/p>\n<p>Terakhir, saran saya bagi para penipu bermodalkan SMS ini baiknya pensiun dini saja, karena saya cukup yakin masyarakat \u2013kita semua\u2014cukup pintar dalam menghadapi tipu muslihat tersebut. Apalagi dengan modus alibi yang sama dari awal mula kemunculan hingga sekarang.<\/p>\n<p>Mereka\u2014para penipu\u2014ini apa tidak suka <em>online<\/em> media sosial atau <em>streaming<\/em> YouTube, ya? Banyak aktivis medsos hingga YouTuber kini sedang rajin-rajinnya membuat konten prank.<\/p>\n<p>Alih-alih mendapat keuntungan yang besar dengan modal seminim mungkin melalui kejahatan yang dilakukan, sewaktu mau menipu via telepon atau SMS, jika salah memilih calon korban malah kena prank dan dikerjai habis-habisan, lho. Ya, minimal ceritanya akan dibuat <em>thread<\/em> oleh anak-anak Twitter nantinya, <em>my lov<\/em>.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sampai saya sering misuh sendiri jika mendapat sms yang terindikasi sebagai penipuan karena SMS yang diterima kalimatnya itu-itu saja.<\/p>\n","protected":false},"author":24,"featured_media":3804,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12906],"tags":[968,969,34,967],"class_list":["post-3736","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-media-sosial","tag-kasus-penipuan","tag-kriminal","tag-mahasiswa","tag-sms-penipuan"],"modified_by":"Ibil S Widodo","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3736","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/24"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3736"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3736\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3804"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3736"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3736"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3736"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}