{"id":373383,"date":"2025-11-25T11:32:56","date_gmt":"2025-11-25T04:32:56","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=373383"},"modified":"2025-11-25T11:32:56","modified_gmt":"2025-11-25T04:32:56","slug":"joglosemarkerto-mengubah-cara-saya-melihat-kereta-ekonomi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/joglosemarkerto-mengubah-cara-saya-melihat-kereta-ekonomi\/","title":{"rendered":"Perjalanan Bersama Joglosemarkerto Mengubah Cara Saya Melihat Kereta Ekonomi"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya akan dengan yakin menjawab Joglosemarkerto ketika ditanya soal kereta api favorit di Jawa Tengah dan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jogja-tetaplah-kota-terbaik-untuk-ditinggali\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jogja<\/a>. Kereta api ini berhasil mengubah pandangan soal kereta kelas ekonomi. Terlebih, setelah Joglosemarkerto menggunakan rangkaian gerbong new generation sejak 15 Desember 2024 lalu. Rasa-rasanya berat untuk pindah ke moda transportasi lain ketika ingin bepergian ke sekitar Jawa Tengah dan Jogja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jujur, sebelum naik Joglosemarkerto dengan <a href=\"https:\/\/travel.kompas.com\/read\/2024\/10\/17\/185632427\/perbedaan-kereta-ekonomi-new-generation-dan-ekonomi-stainless-steel-new\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">gerbong new generation<\/a>, bayangan saya naik kereta kelas ekonomi itu biasa aja, cenderung nggak nyaman malah. Tau sendiri kan, kereta ekonomi itu identik dengan kursi tegak 90 derajat yang bikin pundak pegal, formasi duduk 4-4 orang yang saling berhadapan sampai lutut nyium lutut orang lain.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, ternyata, Joglosemarkerto new generation ini berbeda. Kursinya pakai sistem captain seat alias kursi individual kayak di kereta eksekutif atau bahkan pesawat. Bukan lagi kursi panjang yang harus bagi-bagi tempat sama orang lain. Setiap orang dapat kursi sendiri lengkap dengan sandaran kepala dan sandaran tangan di kanan-kiri.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Satu hal yang bikin saya senang, formasi duduknya 2-2. Artinya, di satu baris cuma ada dua kursi di kiri dan dua kursi di kanan. Tidak 4-4 atau 3-2 sehingga ruang kakinya lebih lega. Saya yang badannya lumayan gede bisa duduk nyaman tanpa harus jaga-jaga supaya lutut nggak menabrak kursi depan atau kaki orang sebelah.<\/span><\/p>\n<h2><b>Tidak ada kursi berhadapan di Joglosemarkerto\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini dia salah satu hal yang bikin saya paling suka adalah kursi menghadap arah yang sama. Nggak ada lagi cerita duduk berhadapan kayak lagi wawancara kerja. Selain itu, kursi captain seat di Joglosemarkerto ini bisa diputar 180 derajat (revolving). Jadi kalau misalnya ada penumpang yang pengin duduk berhadapan sama teman atau keluarga, tinggal putar aja kursinya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sandaran kursinya pun bisa diatur kemiringannya (reclining). Jadi kalau capek atau mau tidur, tinggal sandarkan kursi dikit, langsung enak. Ini pengalaman naik kereta ekonomi yang paling mendekati naik kereta eksekutif yang pernah saya rasain.<\/span><\/p>\n<h2><b>Fasilitas yang jauh dari kata seadanya<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari luar kereta Joglosemarkerto nggak sementereng kereta eksekutif stainless steel. Tapi, percaya deh, fasilitasnya jauh lebih dari cukup.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap gerbong ada 72 kursi dengan 19 baris. Tidak seperti kereta ekonomi lama yang bisa muat 80-106 orang dan bikin sumpek. Dengan jumlah kursi yang lebih sedikit, ruangnya jadi lebih luas dan nggak berdesak-desakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">AC-nya juga adem dan merata ke seluruh gerbong. Nggak ada zona panas atau zona dingin seperti di kereta lawas. Ada juga stop kontak dan USB port di setiap beberapa kursi, jadi nggak perlu khawatir HP atau laptop mati di tengah perjalanan yang bisa sampai 6-7 jam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Toiletnya bersih dan layak pakai. Ini hal penting banget, karena pengalaman buruk di toilet kereta ekonomi lama itu bener-bener bikin trauma.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang bikin makin mewah, interiornya dimodifikasi menyerupai kereta eksekutif. Ada aksen kayu di bagian jendela yang kasih kesan klasik dan elegan. Bentuk bagasi juga lebih proper. Pokoknya, dari dalam nggak seperti naik <a href=\"https:\/\/mojok.co\/otomojok\/kereta-ekonomi-pemersatu-hati-yang-rindu-pemisah-hati-yang-tak-ingin-terpisah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kereta ekonomi<\/a> deh.<\/span><\/p>\n<h2><b>Rute keliling Jawa Tengah<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain soal fasilitas, yang bikin Joglosemarkerto spesial adalah rutenya yang berbentuk loop atau melingkar. Kereta ini menghubungkan beberapa kota besar di Jawa Tengah dan DIY dalam satu rute panjang: Solo Balapan, Purwosari, Klaten, Lempuyangan, Yogyakarta, Wates, Kutoarjo, Kebumen, Gombong, Sumpiuh, Kroya, Purwokerto, Bumiayu, Prupuk, Slawi, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Weleri, Semarang Poncol, Semarang Tawang, Brumbung, Telawa, dan kembali ke Solo Balapan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi kalau mau keliling Jawa Tengah tanpa harus gonta-ganti kereta atau pindah-pindah moda transportasi, Joglosemarkerto adalah solusinya. Saya sering banget pakai kereta ini buat urusan kerja atau jalan-jalan ke beberapa kota sekaligus.<\/span><\/p>\n<h2><b>Harga Joglosemarketo masih terjangkau\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, ini yang paling penting, harga Joglosemarkerto masih sangat terjangkau. Meski sudah upgrade ke new generation dengan fasilitas seperti ini, tiket kereta ekonomi Joglosemarkerto masih di kisaran Rp65.000-an tergantung jarak. Ada juga pilihan kelas eksekutif kalau mau yang lebih mewah lagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contohnya, kalau saya berangkat dari Solo Balapan dengan tujuan Gombong, tiketnya sekitar Rp125.000-an. Harga yang sepadan banget dengan jarak tempuh dan fasilitas yang didapat. Ada juga pilihan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sleeper-bus-mulai-jadi-favorit-jegal-popularitas-kereta-eksekutif\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kelas eksekutif<\/a> kalau mau yang lebih mewah lagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bayangin, dengan harga segitu, kita bisa duduk nyaman kayak di kereta eksekutif, nggak berdesakan, bisa tidur pulas, dan keliling beberapa kota sekaligus. Worth it banget, kan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya pernah bandingkan sama alternatif transportasi lain kayak bus atau travel. Dari segi kenyamanan dan harga, Joglosemarkerto masih menang telak. Belum lagi kita nggak perlu macet-macetan di jalan tol atau pusing cari parkir.<\/span><\/p>\n<h2><b>Joglosemarkerto bukan cuma transportasi, tapi pengalaman perjalanan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Buat saya, naik Joglosemarkerto itu bukan sekadar pindah dari kota A ke kota B. Perjalanannya sendiri udah jadi pengalaman tersendiri. Dari jendela kereta, saya bisa menikmati pemandangan sawah, gunung, perkotaan, sampai pantai utara Jawa yang cantik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap singgah di stasiun-stasiun kecil di sepanjang rute, kerasa banget nuansa lokal dari tiap kota. Ada Semarang dengan suasana kota pesisir, Pekalongan yang terkenal batiknya, Tegal dengan teh poci dan makanan khasnya, Purwokerto yang adem, sampai Jogja dengan hiruk-pikuk budayanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belum lagi sesama penumpang yang sering saya temui. Banyak yang juga pengguna setia Joglosemarkerto, jadi sering ngobrol-ngobrol ringan atau bahkan dapat rekomendasi tempat makan enak di kota tujuan. Ini yang bikin perjalanan jadi lebih berkesan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah beberapa kali naik Joglosemarkerto new generation ini, standar saya akan kereta ekonomi jadi naik.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Dari kursi captain seat yang bisa diatur, ruang kaki yang lega, formasi duduk 2-2 yang bikin nggak berdesakan, sampai fasilitas kayak USB port dan<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kereta-ekonomi-punya-penumpang-dengan-attitude-paling-buruk\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> toilet<\/a> yang bersih, semuanya bikin saya nyaman buat perjalanan jarak jauh. Dan yang paling penting, harganya masih sangat terjangkau.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi kalau kamu butuh kereta buat keliling Jawa Tengah dan Jogja, kereta api ini bisa menjadi pilihan. Kereta ini bukan cuma moda transportasi biasa, tapi teman perjalanan yang setia dan nyaman. Dan setelah upgrade jadi new generation, makin nggak ada alasan buat nggak jatuh cinta sama Joglosemarkerto!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Alifia Putri Nur Rochmah<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA<\/b> <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/saatnya-kai-menyediakan-gerbong-khusus-kerja-lebih-berguna\/\"><b><i>Sudah Saatnya KAI Menyediakan Gerbong Khusus Pekerja Remote karena Tidak Semua Orang Bisa Kerja Sambil Desak-Desakan<\/i><\/b><\/a><b><i>.<\/i><\/b><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Joglosemarkerto mengubah pandangan saya akan kereta ekonomi. Ternyata perjalanan menggunakan kelas ekonomi juga bisa nyaman dan menyenangkan. <\/p>\n","protected":false},"author":2984,"featured_media":374266,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[12903],"tags":[14583,22699,1154,17870,31306],"class_list":["post-373383","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-otomotif","tag-joglosemarkerto","tag-kelas-ekonomi","tag-kereta-api","tag-kereta-ekonomi","tag-kereta-joglosemarkerto"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/373383","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2984"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=373383"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/373383\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/374266"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=373383"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=373383"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=373383"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}