{"id":372614,"date":"2025-11-13T13:13:52","date_gmt":"2025-11-13T06:13:52","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=372614"},"modified":"2025-11-13T13:13:52","modified_gmt":"2025-11-13T06:13:52","slug":"4-rekomendasi-kuliner-ramah-wisatawan-daerah-kotabaru-jogja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-rekomendasi-kuliner-ramah-wisatawan-daerah-kotabaru-jogja\/","title":{"rendered":"4 Rekomendasi Kuliner Ramah Wisatawan Daerah Kotabaru Jogja yang Wajib Kalian Coba!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika membayangkan Kota Yogyakarta, Malioboro selalu hadir sebagai kawasan tampak penuh sesak dengan kerumunan manusia. Tugu Jogja penuh dengan hiruk pikuk kendaraan yang melebur bersama sibuknya wisatawan yang berfoto. Dan ada pula Kotabaru Jogja, kawasan yang bertolak belakang dengan Malioboro dan Tugu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kotabarutak jauh dari keduanya. Namun, daerah Kotabaru jauh lebih tenang dan teduh, menjadikannya adem dan nyaman untuk dieksplor sembari berjalan kaki atau naik sepeda. Wisatawan pun banyak yang mampir ke Kotabaru untuk merasakan suasana nostalgik dan historis dari deretan rumah-rumah tua kolonial sekaligus menyambangi museum-museumnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi ketika sedang asyik mengeksplor Kotabaru dan tiba-tiba kelaparan, para wisatawan akan bingung untuk mampir makan di mana, mengingat lebih mudah mencari sekolah, perpustakaan, dan toko buku di Kotabaru. Mungkin kamu sebagai wisatawan pun juga begitu. Tapi jangan khawatir. Jika kamu kelaparan saat sedang main di Kotabaru, datang ke tempat-tempat makan inilah solusinya.<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 The House of Raminten, wajib ke sini kalau main di Jogja<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tempat makan yang nggak pernah salah untuk direkomendasikan ke wisatawan yang berkunjung ke Jogja adalah <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/The_House_of_Raminten\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">The House of Raminten<\/a>. Restoran ini berlokasi di Jalan Faridan M Noto Nomor 7, Kotabaru, Gondokusuman, Kota Yogyakarta. The House of Raminten bernuansakan Jawa, mulai dari dekorasi, musik, hingga pakaian yang dikenakan pelayan, sehingga kamu akan merasakan vibes khas Jogja sembari santap-santap cantik di sini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makanan yang ditawarkan di sini pun enak dengan cita rasa khas Nusantara. Harga makanannya pun masuk di kantong. Nggak ada kata overpriced di The House of Raminten. Bahkan dengan Rp10 ribu pun kamu sudah bisa mencicipi menu yang ada di sini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Walaupun termasuk terjangkau, makan di sini terasa nyaman. Walaupun The House of Raminten selalu ramai, terlebih lagi kalau kamu datangnya pada malam hari, tapi pelayanan dan cita rasa makanannya nggak pernah mengecewakan. Pantas saja sih kalau ramai, bahkan orang-orang sampai rela antre di luar. Soalnya The House of Raminten memang menyediakan hospitality dan taste ala bintang lima banget!<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Nasi Goreng Padmanaba, kuliner malam legendaris di Kotabaru<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kebetulan kamu sedang berada di Kotabaru Jogja dan kelaparan para malam hari, maka kamu wajib mampir ke Nasi Goreng Padmanaba.<\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/kuliner\/nasi-goreng-sapi-padmanaba-jogja-menyatukan-dua-kelompok-klitih\/\"> <span style=\"font-weight: 400;\">Kuliner legendaris<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> ini berada di Jalan Yos Sudarso, Kotabaru, Gondokusuman, Kota Yogyakarta. Pokoknya tempat makan ini berada tepat di depan SMA Negeri 3 Yogyakarta. FYI, Padmanaba adalah julukan SMA Negeri 3 Yogyakarta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saking legendarisnya nasi goreng yang satu ini, tiap malam antrean selalu mengular di sini. Bahkan sering kali banyak pembeli nggak kebagian kursi sehingga harus duduk di pinggir jalan. Menu yang ditawarkan nggak begitu beragam karena cuma ada nasi goreng sapi biasa dan nasi goreng jumbo. Tapi cita rasanya yang khas sekaligus cara memasaknya yang unik selalu bikin pembeli berdatangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Juru masak Nasi Goreng Padmanaba memasak puluhan hingga ratusan porsi pesanan sekali jadi di sebuah kuali raksasa. Bahkan tiap juru masak sampai harus bergantian mengaduk nasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oh ya, harga seporsi nasi goreng sapi porsi biasanya adalah Rp22 ribu, sementara porsi jumbo Rp23 ribu. Minuman yang tersedia hanya teh panas dan es teh yang masing-masing harganya Rp2ribu. Sungguh terjangkau untuk kenikmatan nasi goreng yang tiada duanya itu.<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Warung Pojok Mbak Yuni, rekomendasi untuk makan kenyang hemat budget<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wisatawan yang berlibur ke Jogja secara backpacker pasti akan cari makanan yang irit, ngenyangin, sekaligus enak. Makan di restoran sudah pasti nggak masuk ke dalam plan. Penginapan pun nggak selalu memberikan fasilitas sarapan. Kalau sudah begini, maka jawabannya adalah makan sarapan di Warung Pojok Mbak Yuni yang ada di Jalan I Dewa Nyoman Oka Nomor 3, Kotabaru, Gondokusuman, Kota Yogyakarta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kangen masakan rumahan sekaligus pengin sarapan yang sedap dan benar-benar mengisi perut, maka siap-siap datang ke sini pagi-pagi. Makanan yang tersedia antara lain ikan pindang, ikan tuna, telur, dan aneka sayur. Tapi di antara itu semua, menu yang paling terkenal dan wajib dicoba adalah telur gobal-gabul. Menu ini adalah telur dadar tepung daun bawang yang digoreng kering. Telur gobal-gabul cuma ada di Warung Pojok Mbak Yuni.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makan di sini akan menyelamatkan dompet sekaligus perutmu. Kalau kamu tertarik, datang ke sini pagi-pagi, ya. Biasanya jam 6 pagi warung ini sudah buka. Setelah agak siangan, Warung Pojok Mbak Yuni sering ramai, jadi saya lebih menyarankan untuk datang lebih awal.<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 Kalluna, cocok untuk wisatawan yang mau ngafe cantik di Kotabaru Jogja<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin kamu termasuk wisatawan yang harus ngafe ke mana pun kamu pergi. Atau mungkin kamu adalah wisatawan yang butuh tempat makan yang tenang, nyaman, dan punya banyak spot foto cantik dengan presentasi makanan yang cakep pula. Kalau kamu termasuk wisatawan yang seperti itu, maka saya rekomendasikan kamu untuk makan di Kalluna.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kafe sekaligus restoran yang berlokasi di Jalan Sajiono Nomor 13, Kotabaru, Gondokusuman, Kota Yogyakarta ini menyajikan beraneka macam masakan, mulai dari Nusantara, western, hingga signature ala Kalluna.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap sudut bagian interior Kalluna tampak bersih, rapi, dan cakep. Makanannya pun hadir dengan cantik dengan rasa yang nggak akan kamu lupakan. Keluar dari sini pasti kamu merasa puas dengan rasa makanannya sekaligus service-nya. Dan saya yakin galeri kamu juga akan penuh dengan foto-foto cantik yang bakal nongkrong di Instagram kamu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kamu bisa memilih tempat makan mana yang paling pas dengan kepribadian, preferensi, dan kebutuhanmu. Setelah selesai makan, lanjut eksplor lagi di Kotabaru Jogja!<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Noor Annisa Falachul Firdausi<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/kilas\/hiburan\/kotabaru-permukiman-orang-orang-eropa-yang-dibangun-bukan-dengan-patokan-arah-angin\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kotabaru, Permukiman Orang-orang Eropa yang Dibangun Bukan dengan Patokan Arah Angin\u00a0<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jika kamu kelaparan saat sedang main di Kotabaru Jogja, datang ke tempat-tempat makan inilah solusinya. Wajib dicoba!<\/p>\n","protected":false},"author":1077,"featured_media":289352,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[25403,31105,31104,31103,31106],"class_list":["post-372614","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-kotabaru-jogja","tag-kuliner-kotabaru-jogja","tag-nasi-goreng-padmanaba","tag-raminten","tag-warung-pojok-mbak-yuni"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/372614","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1077"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=372614"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/372614\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/289352"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=372614"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=372614"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=372614"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}