{"id":372463,"date":"2025-11-13T09:15:28","date_gmt":"2025-11-13T02:15:28","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=372463"},"modified":"2025-11-13T09:22:11","modified_gmt":"2025-11-13T02:22:11","slug":"4-hal-menyebalkan-di-bogor-yang-bikin-wisatawan-kapok-datang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-hal-menyebalkan-di-bogor-yang-bikin-wisatawan-kapok-datang\/","title":{"rendered":"4 Hal Menyebalkan di Bogor yang Bikin Wisatawan Kapok Datang"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bogor setiap akhir pekan dan musim liburan selalu ramai wisatawan. Wajar saja, ada Puncak dan destinasi berbau alam di Kota Hujan. Sejak dulu, Bogor memang selalu jadi destinasi wisata favorit warga <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/alasan-orang-jakarta-timur-malas-main-ke-jakarta-selatan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jakarta<\/a> dan sekitarnya karena paling dekat dan terjangkau.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nggak heran, makin ke sini makin banyak destinasi wisata yang memanfaatkan kondisi tersebut. Potensi wisata Bogor seakan-akan tidak pernah habis. Karena ini, ada saja orang yang terpikir untuk tinggal di Bogor supaya liburannya lebih dekat. Padahal mereka nggak tahu aja kenyataan aslinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi mari kita lupakan soal itu karena kali ini saya akan membahas cerita dari orang-orang yang kapok berwisata ke Bogor. Kapok karena ada beberapa hal tidak menyenangkan yang mereka alami saat berkunjung ke Kota Hujan. Niatnya mau liburan, eh, malah kecewa. Berikut beberapa hal yang bikin wisatawan kapok datang ke Bogor.<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Pungutan liar yang semakin merajalela di berbagai tempat wisata di Bogor<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masalah paling utama yang bikin malas berwisata ke Bogor, terutama ke destinasi alamnya, adalah pungutan liar (pungli) yang semena-semena dilakukan oleh oknum warga atau ormas di lokasi. Meski sudah ada pengelola resmi, oknum ini sering kali ikut campur dan mematok harga di luar nalar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di salah satu <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/curug-di-bogor-tidak-menarik-lagi-karena-pungli\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">curug<\/a> di Bogor Barat misalnya, tiket masuk yang aslinya seharga 10 ribu ditimpa dengan stiker harga lain bernilai 25 ribu. Gelo banget, naik lebih dari 100 persen. Kalau mau nimpa dipikir, Mas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belum lagi dengan pungli berupa parkir di sekitar tempat wisata. Padahal pengelola wisata menyediakan parkir resmi, tapi pelaku pungli ini sering kali mengibuli plus maksa pengunjung buat parkir di tempat mereka. Harga parkirnya? Setara nongkrong di warkop sampai 2 hari alias 50 ribu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gimana? Pasti kapok kalau berwisata malah bikin bete karena dompetmu terkuras habis, bukan. Padahal tanpa pungli tidak akan keluar uang sebanyak itu kalau berwisata di Bogor, lho.<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Jalan jelek yang bikin celaka<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jalan jelek menuju tempat wisata di Bogor acapkali membuat pengendara mengalami nasib sial. Meski sudah berhati-hati, kondisi jalan memaksakan kehendaknya supaya tetap jatuh. Padahal destinasi wisata yang dituju cukup bagus, tapi karena kondisi jalan yang jelek, rasanya dibilang kapok juga nggak cukup.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Orang-orang yang kapok ini justru lebih memilih keselamatan dibandingkan visual bagus yang dinikmati dalam waktu pendek. Buat apa berwisata tapi jantung deg-degan karena harus banyak istigfar lewat jalan yang jelek.<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Hujan yang datang tanpa diundang di Bogor<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alasan kebanyakan orang ingin berwisata ke Bogor karena alamnya yang masih asri. Jauh dari gedung-gedung tinggi, udara masih sejuk, suara burung di pagi hari, tonggeret menjelang petang, dan hal-hal alam lainnya. Tapi saat ingin menikmati keindahan alam yang indah tersebut, hujan tiba-tiba turun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bogor memang dikenal sebagai <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/depok-jawa-barat-kota-avatar-yang-menyiksa-saat-musim-hujan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kota Hujan,<\/a> hal inilah yang membuat orang-orang kapok datang berlibur ke sini. Pernah ada teman yang berlibur ke Bogor selama 3 hari, tapi dia justru hanya kehujanan dan nggak bisa ke mana-mana. Kasian banget. Wisata alam jadi gagal total.<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 Overcrowded saat liburan bikin nggak enjoy<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saking ramainya Bogor saat akhir pekan dan <a href=\"https:\/\/news.detik.com\/berita\/d-7752532\/data-dan-fakta-puncak-bogor-saat-libur-panjang-jadi-primadona\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">musim liburan,<\/a> hasilnya bikin orang-orang menumpuk dan bikin tempat wisata jadi lautan orang. Antrian jadi panjang, spot foto rebutan, gampang keringatan karena berdesakan, dan suasana tempat wisata jadi berisik karena banyaknya orang-orang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal semacam ini sering terjadi jika pergi ke Bogor saat musim liburan. Jadi, pastikan untuk liburan ke sini di luar musim liburan karena itu satu-satunya cara agar dapat menikmati Bogor.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi ngerti kan kenapa ada saja wisatawan yang kapok dengan kondisi Bogor. Kalau pemerintah daerah nggak kunjung menangani hal ini, bisa jadi makin habis wisatawan yang akan berkunjung ke Bogor. Kalau wisatawan enak, pemerintah daerah juga dapat untung, kan. Sama-sama enak.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Nasrulloh Alif Suherman<br \/>\nEditor: Intan Ekapratiwi<\/p>\n<p><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-destinasi-lokasi-yang-mirip-puncak-bogor-menurut-warlok\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Warlok Bogor Merekomendasikan 3 Destinasi Wisata yang Mirip Puncak<\/a>.<\/b><\/p>\n<div class=\"jeg_ad jeg_ad_article jnews_content_inline_ads \">\n<div class=\"ads-wrapper align-center \">\n<div class=\"ads_code\">\n<div data-type=\"_mgwidget\" data-widget-id=\"1878400\" data-uid=\"004f6\">\n<div id=\"mgw1878400_004f6\">\n<div>\n<div class=\"mgbox width-less-650\" data-template-type=\"container\">\n<div class=\"mgheader\" data-template-type=\"header\" data-template-placed=\"before\">\n<div class=\"mg_addad1878400 mglogo\" data-template-macros=\"logo,adchoices\"><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>\u00a0ini\u00a0<\/i><\/a><i>ya.<\/i><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bogor jadi salah satu destinasi wisata favorit warga Jakarta dan sekitarnya. Tetapi di sini ada sejumlah hal yang bikin kapok datang.<\/p>\n","protected":false},"author":321,"featured_media":372557,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[9819,21732,27436,14229,26348,21054,16634],"class_list":["post-372463","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-bogor","tag-bogor-barat","tag-curug-di-bogor","tag-destinasi-wisata","tag-kota-bogor","tag-kota-hujan","tag-wisata-bogor"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/372463","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/321"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=372463"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/372463\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/372557"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=372463"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=372463"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=372463"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}