{"id":372117,"date":"2025-11-12T15:46:19","date_gmt":"2025-11-12T08:46:19","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=372117"},"modified":"2025-11-12T15:46:19","modified_gmt":"2025-11-12T08:46:19","slug":"alasan-belanja-di-matahari-mall-tak-cocok-bagi-warga-bangkalan-madura","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/alasan-belanja-di-matahari-mall-tak-cocok-bagi-warga-bangkalan-madura\/","title":{"rendered":"Alasan Belanja di Matahari Mall Tak Cocok bagi Warga Bangkalan Madura"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya harus mengacungi jempol semua usaha yang berani melebarkan sayapnya ke kabupaten sekelas Bangkalan Madura. Sebab, tak mudah bisa membangun dan mempertahankan bisnis di sini. Salah satunya adalah bisnis Matahari Mall di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bangkalan-plaza-madura-hidup-segan-mati-tak-mau\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bangkalan Plaza.<\/a><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Harus diakui Matahari Mall di Plaza Bangkalan\u00a0terus bertahan meski kondisinya sepi pelanggan. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> Saya pribadi sejujurnya tak merasa heran dengan fenomena ini. Sebab belanja pakaian ke Matahari memang kurang cocok bagi kebanyakan warga Bangkalan Madura.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><strong>Harga pakaian di Matahari Mall Bangkalan Madura tak sesuai dengan isi dompet warga<\/strong><b><\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal pertama yang sejatinya perlu dipertimbangkan saat <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/memprediksi-5-bisnis-yang-bakal-laris-tahun-2025-jadi-pertimbangan-sebelum-buka-usaha\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">membuka bisnis<\/a> tentu potensi laris atau tidak. Nah, terkait dengan barang laris atau tidak, salah satu pertimbangannya adalah apakah sasaran pembeli punya uang atau tidak. Kalau punya, barang yang dijual kemungkinan akan laris. Tetapi kalau uangnya saja tak ada, gimana barang yang dijual bisa laris manis. Itulah masalah yang terjadi di Matahari Mall Bangkalan Madura.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bayangkan, UMR di Bangkalan Madura tak sampai Rp2,5 juta. Lebih parahnya, banyak pekerja di kabupaten ini yang gajinya bisa di bawah Rp1 juta. Jauh dari UMR. Sekarang coba dipikir, gaji Rp1 juta sebulan bisa buat apa. Jangankan untuk membeli baju di Matahari Mall, untuk biaya makan sebulan saja mesti dihemat mati-matian. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka tak heran apabila akhirnya toko sepi pelanggan. Karena daya beli warga Bangkalan memang rendah. <\/span><\/p>\n<h2><b>Orang Bangkalan Madura hidupnya sederhana<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya mengakui bahwa pakaian yang dijual di Matahari Mall memang bagus. Tentu saja ada harga ada kualitas. Jadi maklum kalau harga pakaian yang dijual di mall memang bisa semahal itu. Maksud saya mahal untuk ukuran gaji pekerja di Bangkalan Madura, ya.<\/span><\/p>\n<p>Akan tetapi alasan orang Bangkalan enggan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-orang-yang-sebaiknya-nggak-belanja-baju-di-uniqlo\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">berbelanja baju<\/a> mahal sebetulnya bukan hanya karena nggak punya uang. Okelah, uang menjadi faktor pertama. Lebih dari itu, ada alasan kedua, yakni orang Madura kebanyakan sederhana. Kami nggak harus memakai baju ratusan ribu seperti yang ada di Matahari Mall.<\/p>\n<p>Buat saya dan kebanyakan warga Bangkalan, baju yang kami pakai nyaman dan bisa dibawa keonjengan atau tahlilan. Itu adalah pertimbangan utama saat membeli pakaian.<\/p>\n<h2><b>Ukuran baju terlalu besar untuk orang Madura<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya tak bermaksud mendiskriminasi tanah asal saya sendiri, tapi rata-rata tinggi orang Madura memang lebih rendah dari orang yang tinggal di kota. Di desa saya, saya termasuk orang yang tinggi jika dibandingkan teman sebaya. Tapi setelah kuliah ke Surabaya, saya malah jadi yang paling pendek dibanding teman-teman kuliah dari berbagai kota.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>Fyi,\u00a0<a href=\"https:\/\/databoks.katadata.co.id\/layanan-konsumen-kesehatan\/statistik\/5557884dfe5cb7e\/10-wilayah-dengan-prevalensi-balita-stunting-terbesar-di-jawa-timur#:~:text=10%20Wilayah%20dengan%20Prevalensi%20Balita%20Stunting%20Terbesar%20di%20Jawa%20Timur,-Layanan%20konsumen%20&amp;%20Kesehatan&amp;text=Kabupaten%20Bangkalan%20tercatat%20sebagai%20wilayah,yakni%20mencapai%2038%2C9%25.\"><span style=\"font-weight: 400;\">tahun 2021 lalu,<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> Bangkalan Madura jadi kabupaten dengan angka prevalensi stunting tertinggi di Jawa Timur. Mungkin itu sebabnya kebanyakan warga sini memiliki badan yang lebih kecil dibanding rata-rata nasional.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>Makanya ukuran pakaian di Matahari Mall Bangkalan Madura kurang sesuai dengan ukuran badan rata-rata orang Bangkalan. Saya yang biasanya membeli baju ukuran L, eh malah terpaksa ambil ukuran M saat membeli baju di Matahari Mall. Soalnya ukuran L-nya terlalu besar. Kata pramuniaganya, ukurannya mengikuti ukuran luar, saya pun tak paham.<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah beberapa alasan menurut saya mengapa Matahari Mall di Bangkalan Madura sepi pelanggan. Semoga saja beberapa hal di atas bisa menjadi perhatian pihak Matahari Mall. M<span class=\"selectable-text copyable-text xkrh14z\">ungkin mengadakan diskon sehingga bisa menarik minat warga Bangkalan untuk berbelanja, atau melakukan perbaikan dari segi lainnya.<\/span><\/span><\/p>\n<p>Penulis: Abdur Rohman<br \/>\nEditor: Intan Ekapratiwi<\/p>\n<p><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bangkalan-plaza-madura-hidup-segan-mati-tak-mau\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bangkalan Plaza Madura, Mal Kebanggaan Orang Bangkalan yang Hidup Segan, Mati Tak Mau<\/a>.<\/b><\/p>\n<div class=\"jeg_ad jeg_ad_article jnews_content_inline_ads \">\n<div class=\"ads-wrapper align-center \">\n<div class=\"ads_code\">\n<div data-type=\"_mgwidget\" data-widget-id=\"1878400\" data-uid=\"004f6\">\n<div id=\"mgw1878400_004f6\">\n<div>\n<div class=\"mgbox width-less-650\" data-template-type=\"container\">\n<div class=\"mgheader\" data-template-type=\"header\" data-template-placed=\"before\">\n<div class=\"mg_addad1878400 mglogo\" data-template-macros=\"logo,adchoices\"><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>\u00a0ini\u00a0<\/i><\/a><i>ya.<\/i><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Matahari Mall di Bangkalan Madura akan terus sepi karena memang orang Bangkalan kurang cocok berbelanja pakaian di sini.<\/p>\n","protected":false},"author":2507,"featured_media":372461,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[13078],"tags":[16112,22434,22948,5020,31089],"class_list":["post-372117","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gaya-hidup","tag-bangkalan","tag-bangkalan-madura","tag-bangkalan-plaza","tag-madura","tag-matahari-mall"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/372117","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2507"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=372117"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/372117\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/372461"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=372117"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=372117"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=372117"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}