{"id":372059,"date":"2025-11-12T10:45:03","date_gmt":"2025-11-12T03:45:03","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=372059"},"modified":"2025-11-12T10:33:25","modified_gmt":"2025-11-12T03:33:25","slug":"4-ciri-penjual-cilor-gulung-yang-pasti-enak-dan-bikin-ketagihan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-ciri-penjual-cilor-gulung-yang-pasti-enak-dan-bikin-ketagihan\/","title":{"rendered":"4 Ciri Penjual Cilor Gulung yang Pasti Enak dan Bikin Ketagihan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sangat menyukai <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/15-jajanan-olahan-aci-dari-jawa-barat-murah-dan-enak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">makanan berbahan dasar aci<\/a>. Cilok, cimol, cireng, sampai cilor gulung semuanyasaya suka. Tapi, kalau ditanya apa yang paling saya suka, cilor gulung adalah pemenangnya. Jajanan ini mungkin salah satu makanan surga yang jatuh ke bumi. Saya meyakini itu karena memang benar-benar enak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, nggak semua penjual menjajakan cilor gulung yang enak. Ada beberapa yang rasanya nggak enak, bahkan nggak layak dikonsumsi. Sebagai pencinta jajanan ini, saya ingin memberitahukan ciri-ciri penjual yang enak.<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Telur puyuh adalah kunci kenikmatan cilor gulung<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ciri-ciri yang pertama adalah menggunakan<a href=\"https:\/\/mojok.co\/penjaskes\/kandungan-kolesterol-pada-telur-puyuh\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> telur puyuh<\/a> sebagai salah satu komposisinya. Biasanya telur puyuh digunakan setelah adonan cilor gulung sudah dituang di penggorengan masaknya. Setelah dipecahkan, kuning telurnya dihancurkan agar bercampur dengan adonan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Telur puyuh untuk satu gulung cilor adalah kewajiban untuk membuat cilor yang enak. Rasa yang gurih, teksturnya yang berbeda dengan telur biasa, membuat camilan berbahan aci ini menjadi sangat nikmat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya pernah coba cilor gulung yang menggunakan telur ayam, dan rasanya sangat jauh berbeda. Rasa telur ayam justru menutupi cita rasa dan wangi aci secara menyeluruh. Telur puyuh itu seimbang karena ukurannya yang tidak terlalu besar.<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Menggunakan abon bawang untuk taburan atau pelapisnya<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masih seputar komposisi. Ciri-ciri cilor gulung yang enak juga menggunakan abon bawang untuk ditaburi atau menjadi pelapisnya. Setelah matang, cilor ditaburi abon bawang yang sudah halus. Biasanya, penjual membawanya dalam wadah\/toples khusus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belakangan mulai sedikit pedagang cilor gulung yang menggunakan abon bawang untuk taburan atau pelapis. Banyak yang lebih memilih menggunakan bumbu-bumbu instan seperti balado, pedas, gurih, dan sejenisnya. Memang lebih cepat, tinggal tabur selesai. Tapi, jelas rasanya tidak senikmat menggunakan abon bawang.<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Cilor gulung tidak bau amis dan terlihat agak bening<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Aroma jajanan bisa menjadi pertanda lain. Kalau cilor gulungya tidak berbau amis telur, terlihat agak bening, dan teksturnya masih kenyal, biasanya itu enak. Tapi, kalau bau amis telur, terlalu pucat, dan teksturnya nggak kenyal, pasti agak laen.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau begini sudah pasti bahan yang digunakan tidak fresh. Perlu hati-hati, karena cilor adalah masakan yang dimasak di tempat langsung. Kalau masih berbau dan teksturnya aneh, sudah pasti bahaya untuk dimakan.<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 Menggunakan mentega, bukan minyak goreng<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terakhir, ciri penjual yang enak itu justru menggunakan mentega, bukan minyak goreng. <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/roti-tawar-mentega-tabur-gula-pasir-adalah-menu-sarapan-yang-nikmatnya-abadi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mentega<\/a> yang digunakan juga hanya berfungsi sebagai \u201cpelicin\u201d penggorengan. Karena sifat <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Aci\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">aci<\/a> yang lengket, jadi mentega digunakan agar tidak menempel. Selain itu, wangi mentega juga membuat tekstur menjadi lebih lembut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menggunakan minyak goreng justru merusak rasa. Cilor gulung itu bukan gorengan, jadi sangat tidak cocok pakai minyak goreng, apalagi sampai banjir minyaknya. Saya pernah nemu pedagang yang menggunakan minyak goreng saat memasaknya. Jujur, rasanya malah kayak makan cireng.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oh iya, cilor gulung memang enak, tapi jangan sampai makan kebanyakan. Tetap makan makanan yang sehat, jajan camilan ini cukup sesekali saja. Jangan sampai karena sudah tahu ciri-ciri cilor gulung yang enak, jadi ketagihan dan makan tanpa henti. Sudah cukup sekian, terima kasih banyak sudah baca tulisan ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Nasrulloh Alif Suherman<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-ciri-penjual-cilok-yang-dagangannya-sudah-pasti-enak\/\"><b><i>4 Ciri Penjual Cilok yang Dagangannya Sudah Pasti Enak<\/i><\/b><\/a><b><i>.<\/i><\/b><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara<\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tidak semua penjual menjajakan cilor gulung yang enak. Ini beberapa ciri mengenali cilor gulung yang enak. <\/p>\n","protected":false},"author":321,"featured_media":372339,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[12909],"tags":[15681,31075,6198,31074,10826],"class_list":["post-372059","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kuliner","tag-aci","tag-aci-telor","tag-cilor","tag-cilor-gulung","tag-jajanan-kaki-lima"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/372059","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/321"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=372059"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/372059\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/372339"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=372059"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=372059"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=372059"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}