{"id":371728,"date":"2025-11-10T10:00:59","date_gmt":"2025-11-10T03:00:59","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=371728"},"modified":"2025-11-10T09:32:24","modified_gmt":"2025-11-10T02:32:24","slug":"keanehan-di-balik-bus-trans-bangkalan-yang-berhenti-beroperasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/keanehan-di-balik-bus-trans-bangkalan-yang-berhenti-beroperasi\/","title":{"rendered":"Sederet Keanehan di Balik Bus Trans Bangkalan yang Telah Berhenti Beroperasi"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebetulnya, banyak ketidakadilan yang ada di depan mata kita. Hanya, kita dibiarkan bodoh agar tidak lantang bersuara. Itulah yang saya maksud dari fenomena pelayanan Bus Trans Bangkalan di Bangkalan Madura. Bus ini adalah bus yang direncanakan oleh <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bangkalan-madura-omong-kosong-soal-kabupaten-layak-anak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pemerintah kabupaten (Pemkab)<\/a> untuk melayani mobilitas penduduk di Bangkalan Madura. Anggarannya pun, tentu dari hasil pajak kami semua.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, tak semua berjalan sebagaimana mestinya. Akibat pemerintah Bangkalan Madura tidak becus, bus ini malah <\/span><a href=\"https:\/\/radarmadura.jawapos.com\/bangkalan\/745810327\/tak-efektif-dan-sepi-penumpang-dprd-minta-layanan-bus-trans-bangkalan-ditutup\"><span style=\"font-weight: 400;\">berhenti beroperasi<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Uang sudah keluar, eh programnya terbengkalai. Lebih dari itu, ada hal yang lebih menjengkelkan dari tarik-ulur pelayanan Bus Trans Bangkalan. Berikut saya jelaskan pada kalian, supaya kalian semua sadar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum itu, saya perjelas dahulu, saya menulis ini bukan karena iri dengki, apalagi cari sensasi. Tulisan ini hanya menyoroti masalah integritas, adil-tidak adil, dan benar-salah sebuah kebijakan! Karena kalau bukan rakyat, siapa lagi yang bisa menegur perbuatan dosa pejabat. Iya, kan?<\/span><\/p>\n<h2><b>Trans Bangkalan d<\/b><b>ibeli pakai pajak semua orang, tapi dipakai hanya untuk segelintir golongan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebetulnya, bus ini tidak benar-benar berhenti beroperasi. Ada dua bus yang masih digunakan untuk mengantar-jemput mahasiswa dari salah satu<\/span><a href=\"https:\/\/radarmadura.jawapos.com\/bangkalan\/746183477\/kendaraan-bus-trans-bangkalan-dikandangkan-komisi-i-sebut-pengoperasian-tak-maksimal\"> <span style=\"font-weight: 400;\">kampus di Bangkalan<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, yakni kampus Institut Agama Islam Syaichona Muhammad Cholil (INSYA). Nah, inilah letak masalahnya. Bus yang dianggarkan oleh pajak publik cuma dimanfaatkan untuk golongan tertentu saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apapun argumennya, bagi saya ini adalah kebijakan yang sangat tidak elok sama sekali. Meskipun ini bukan korupsi, ini adalah bentuk nepotisme. Golongan tertentu bekerja sama untuk kepentingan mereka sendiri. Padahal, anggaran yang dipakai ya berasal dari pajak publik. Oke, katanya mahasiswa INSYA bayar Rp3.000 untuk memanfaatkan layanan ini. Namun, itu tetap saja nepotisme. Warga Bangkalan lainnya kan juga pengin menikmati <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/ragam\/cara-naik-kereta-api-jogja-jakarta-cuma-82-ribu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">transportasi murah<\/a> yang cuma Rp3.000.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Harusnya, kampus INSYA buat program bus antar-jemput sendiri.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Lebih anehnya lagi, ke mana sih mahasiswa INSYA kok nggak ada yang mengkritik? Jelas ini tidak sesuai dengan nilai-nilai keadilan. Agama apa pun pasti melarang pemanfaatan yang harusnya untuk publik malah dimanfaatkan oleh golongan tertentu saja.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kalangan elit bebas pinjam, publik harus bayar perawatan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak semua bus Trans Bangkalan beroperasi untuk mengantar jemput mahasiswa INSYA, sebagian bus lainnya dimanfaatkan untuk disewakan. Nah, kebijakan penyewaan ini juga aneh. Pokoknya setiap keputusan akhir dari pemerintah Bangkalan Madura itu penuh masalah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mari saya jelaskan perlahan. Kita sepakat ya kalau bus Trans Bangkalan itu dibeli pakai uang pajak rakyat. Sehingga seharusnya, yang membeli ya yang harus menerima manfaat. Tapi, sistem penyewaan itu malah berat sebelah. Kalau rakyat yang menyewa, maka rakyat harus bayar<\/span><a href=\"https:\/\/radarmadura.jawapos.com\/bangkalan\/746421999\/trans-bangkalan-bakal-dioperasikan-lagi-tahun-depan\"> <span style=\"font-weight: 400;\">biaya perawatan<\/span><\/a> sebesar <span style=\"font-weight: 400;\">Rp200 ribu dan beli bensin sendiri. Sementara kalau instansi pemerintah yang menyewa, mereka tidak perlu bayar biaya perawatan. Aneh kan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya yakin, kalau biaya perawatan diberlakukan pada instansi yang akan menyewa, mereka pasti tetap ngambil dari rencana anggaran dari <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/menebak-motif-rakyat-indonesia-malas-bayar-pajak-tapi-rajin-donasi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">uang pajak<\/a>. Lagi-lagi, ya itu pajak kita. Lha kok, rakyatnya sendiri mau nyewa masih perlu biaya perawatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ah, sudahlah. Beginilah hidup di bawah pemerintahan yang mau enaknya sendiri. Rakyat dibiarkan bodoh, supaya pejabatnya ngatur-ngatur seenak jidat. Haduh! Tobatlah Pak\/Bu, kalau Bus Trans Bangkalan ini nanti diaudit, jangan sampai ada indikasi nepotisme, apalagi korupsi. Apalagi melibatkan instansi perguruan tinggi. Dus-nodusin Bhangkalan, Tretan!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Abdur Rohman<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/saya-tidak-pernah-memilih-lahir-di-madura-tapi-kenapa-saya-dihina\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Saya Tidak Pernah Memilih Lahir di Madura, tapi Kenapa Saya Terus-terusan Dihina? Apakah Salah Jadi Orang Madura?<\/span><\/i><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bus Trans Bangkalan yang berhenti beroperasi menyimpan keanehan, seperti dinikmati kelompok tertentu saja hingga pejabat yang bebas menyewa. <\/p>\n","protected":false},"author":2507,"featured_media":371754,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[16112,22434,31022,31023,5020,31021,31024],"class_list":["post-371728","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-bangkalan","tag-bangkalan-madura","tag-bus-bangkalan","tag-bus-madura","tag-madura","tag-trans-bangkalan","tag-transportasi-publik-madura"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/371728","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2507"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=371728"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/371728\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/371754"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=371728"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=371728"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=371728"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}