{"id":371498,"date":"2025-11-08T11:18:20","date_gmt":"2025-11-08T04:18:20","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=371498"},"modified":"2025-11-08T11:18:20","modified_gmt":"2025-11-08T04:18:20","slug":"3-soto-lamongan-yang-terbukti-enak-di-surabaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-soto-lamongan-yang-terbukti-enak-di-surabaya\/","title":{"rendered":"3 Soto Lamongan yang Terbukti Enak dan Menjadi Favorit di Surabaya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi orang Surabaya, kalau ngomongin soto Lamongan, sepertinya semua orang punya memori masing-masing. Ada yang langsung kebayang kuah kuningnya yang gurih hangat, kangen lembutnya suwiran ayam, dan rindu taburan koya yang bikin soto jadi lebih \u201cnendang.\u201d Intinya, soto Lamongan itu menu yang susah dibenci.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begitu banyak orang Surabaya punya hubungan dekat dengan soto Lamongan. Wajar kalau ada banyak opini yang bermunculan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satunya datang dari komika sekaligus aktor, <a href=\"https:\/\/www.tempo.co\/tokoh\/yusril-fahriza-soto-lamongan-instagram-1266612\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Yusril Fahriza<\/a>. Pria yang dikenal sebagai PemerSOTO Bangsa ini pernah menyampaikan pandangannya secara terbuka. Kata dia, soto Lamongan yang paling mantap, konsisten, dan bikin ketagihan itu justru bertebaran di Surabaya, bukan di Lamongan.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ah, masa iya? Omongan orang Lamongan sendiri lho ini.<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi sebagian orang, ucapan Yusril ini mungkin dianggap guyonan khas arek Jawa Timur yang sengaja memancing keributan. Tapi kalau dipikir-pikir, ada benarnya juga.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Surabaya, sebagai kota besar dengan ritme yang cepat dan persaingan yang kejam, memaksa setiap penjual soto untuk selalu menyajikan kualitas terbaik. Kalau rasanya kemarin sore, ya wassalam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Daripada kita sibuk membandingkan yang asli versus yang merantau, lebih baik kita anggap saja obrolan Yusril ini sebagai panduan lapangan. Panduan yang mengarahkan kita untuk membuktikan sendiri kenapa soto Lamongan &#8220;versi Surabaya&#8221; ini selalu sukses bikin lidah dan perut ketagihan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Soto Lamongan Cak Har di Semolowaru, Surabaya<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau mencari soto Lamongan dengan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/alasan-saya-kecewa-terhadap-soto-ayam-lamongan-yang-dijual-di-jogja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">porsi mewah<\/a> dan jam operasional yang fleksibel, nama Soto Lamongan Cak Har selalu ada di urutan teratas. Warung ini punya beberapa cabang, tapi yang paling ikonik dan jadi penyelamat lapar adalah cabang MERR, tepatnya di Jalan Dr. Ir. H. Soekarno No. 220, Semolowaru.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cabang ini buka hampir 24 jam. Atau tepatnya, dari pukul 06:00 hingga 02:00 WIB. Cak Har ini seolah jadi malaikat penolong bagi mahasiswa yang sedang begadang, sampai driver ojol yang kejar setoran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Porsi soto ini tidak kira-kira. Dengan harga yang ramah di kantong, sekitar Rp18.000 per mangkuk (tanpa nasi), isi dari soto ini cukup melimpah. Kuahnya kuningnya medok banget dan yang paling barbar, koyanya free flow. Ya, kamu boleh ambil bubuk gurih renyah itu sepuasnya sampai kuah soto kamu jadi kental kayak bubur.<\/span><\/p>\n<h2><b>Soto Ambengan Pak Sadi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kamu suka soto Lamongan yang punya karakter lebih tebal dan beraroma kuat, tempat ini biasanya masuk daftar. Berdiri pada 1971, Warung ini beroperasi dari pukul 07:00 hingga 21:00 WIB.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kuahnya kaya rempah, isiannya lebih premium (sering dicampur brutu\/jeroan), dan dari dulu sampai sekarang rasanya relatif konsisten.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tempat ini, saking legendarisnya, sampai orang tidak lagi menyebut soto Lamongan, melainkan Soto Ambengan. Lokasi berada di Jalan Ambengan No. 3A, Ketabang, Genteng, Surabaya. Harganya memang sedikit naik kelas (berkisar di atas Rp30.000), tapi buat banyak orang justru itu yang bikin pengalaman makan di sini terasa spesial.<\/span><\/p>\n<h2><b>Soto Ayam Cak To<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ingin soto Lamongan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jogja-adalah-ibu-kota-soto-indonesia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">yang rasanya njawani<\/a>? Coba cari Soto Ayam Cak To di kawasan Undaan Wetan. Meskipun harus blusukan dan jam bukanya terbatas, Cak To selalu dipadati pelanggan setia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rasanya tidak neko-neko tapi sangat kuat kaldunya, kuningnya pas, dan dipadukan dengan perasan jeruk nipis. Rasanya langsung maknyess di tenggorokan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Warung ini beroperasi hanya sampai sore hari (05:30 pagi hingga 16:30 sore) dan lokasinya lumayan ngumpet di dalam gang Undaan Wetan. Tepatnya di Jalan Undaan Wetan No. 36, Ketabang, Surabaya. Cak To adalah bukti bahwa kesetiaan pada resep kuno tetap bisa menjadi magnet terkuat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Surabaya memang bukan kota asal soto. Tapi, kota ini adalah arena pertarungan di mana soto Lamongan belajar menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri. Tugasmu cuma satu. Nikmati, dan tentukan, siapa juara soto di Surabaya versi lidahmu sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Muhammad Syifa Zamzami<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/dosa-penjual-soto-ayam-lamongan-yang-mengaku-asli-lamongan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">4 Dosa Penjual Soto Ayam yang Memasang Spanduk Bertuliskan \u201cLamongan\u201d<\/a><br \/>\n<\/b><\/p>\n<p class=\"p1\"><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Setelah membaca artikel ini, kamu akan mendapatkan rekomendasi 3 tempat makan soto Lamongan paling enak yang ada di Surabaya.<\/p>\n","protected":false},"author":1135,"featured_media":371510,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[12909],"tags":[30434,2250,30978,30977,5316,15454,30976,405],"class_list":["post-371498","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kuliner","tag-kuliner-soto","tag-lamongan","tag-rekomendasi-kuliner-surabaya","tag-rekomendasi-soto-lamongan","tag-soto","tag-soto-lamongan","tag-soto-lamongan-di-surabaya","tag-surabaya"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/371498","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1135"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=371498"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/371498\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/371510"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=371498"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=371498"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=371498"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}