{"id":371488,"date":"2025-11-08T13:25:31","date_gmt":"2025-11-08T06:25:31","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=371488"},"modified":"2025-11-08T13:25:31","modified_gmt":"2025-11-08T06:25:31","slug":"pejalan-kaki-di-bogor-dianggap-penyebab-macet-dan-selalu-dirampas-haknya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pejalan-kaki-di-bogor-dianggap-penyebab-macet-dan-selalu-dirampas-haknya\/","title":{"rendered":"Nasib Pejalan Kaki di Bogor: Dianggap Penyebab Macet dan Selalu Dirampas Haknya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika ingin jalan kaki di Bogor, saya sarankan untuk pikir dua kali. Jalan kaki di Bogor adalah kegiatan yang bahkan tidak dilakukan oleh banyak warganya. Kenapa? Karena di Bogor, berjalan kaki hanya menyusahkan diri sendiri saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski banyak pembangunan di sini, termasuk dengan transportasi umumnya, tapi nasib pejalan kaki belum diperhatikan dengan baik. Di Bogor, pejalan kaki harus berhadapan dengan banyak hal. Mulai dari siap-siap diserempet angkot sampai keamanan yang belum terjamin seutuhnya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Trotoar adalah fasilitas yang tidak pernah diutamakan di Bogor<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kamu berjalan kaki di Bogor, bisa dipastikan kamu berjalan di jalanan, bukan di trotoar. Bukan, bukannya kami nggak mau jalan di trotoar, tapi banyak jalan raya yang nggak ada trotoarnya. Jadi, ya, harus jalan kaki di jalan raya yang berisiko besar keserempet oleh kendaraan lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau pun ada, trotoarnya kemungkinan besar sudah tidak berbentuk alias hanya sisa-sisa peradaban saja. Banyak yang sudah hancur dan tidak tahu kapan akan diperbaiki oleh pemerintah daerah. Entah, ya, barangkali pejalan kaki di Bogor memang dianggap sebagai salah satu transportasi, jadi dibiarkan saja berjalan dengan angkot.<\/span><\/p>\n<h2><b>Dianggap sebagai penyebab macet jalanan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pernah suatu waktu saya terjebak macet saat naik angkot di Bogor. Supirnya mengeluh, karena macetnya jalan karena banyak orang-orang yang jalan kaki dan menghalangi kendaraan. Bahkan, supirnya sampai bilang kalau pejalan kaki ini ((penyebab macet)) di jalanan Bogor.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya cuma bisa kaget dalam hati. Kok bisa mikir begitu, ya? Padahal penumpang yang ia bawa kebanyakan adalah pejalan kaki. Kalau nggak jalan kaki, mereka nggak mungkin naik angkot. Tapi, dengan pedenya dia ngomong begitu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau pun iya dianggap sebagai<\/span><a href=\"https:\/\/www.inilah.com\/kenapa-puncak-selalu-macet?utm_source=chatgpt.com\"> <span style=\"font-weight: 400;\">penyebab macet<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, harusnya ini jadi konsen pemerintah daerah. Kok bisa sampai dianggap demikian? Karena, ya, fasilitas untuk pejalan kakinya nggak begitu memadai. Kalau fasilitas untuk pejalan kakinya bagus, nggak mungkin pejalan kaki jadi penyebab macet.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, kalau udah ada fasilitasnya, mestinya kita juga harus mikir. Jangan rampas hak para pejalan kaki, karena mereka sudah kesusahan dengan jalan kaki di daerah yang tidak ramah pejalan kaki.<\/span><\/p>\n<h2><b>Sering dirampas haknya oleh pengendara dan pedagang kaki lima<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nasib pejalan kaki di Bogor tidak hanya begitu miris, tapi jauh lebih dari itu. Pejalan kaki di Bogor sudah di tahap sering kali tidak punya hak berjalan, karena haknya sendiri sudah dirampas oleh orang lain. Ada trotoar pun, malah dipakai oleh pengendara motor dan dijadikan lapak pedagang kaki lima.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kita pakai jalan, kadang-kadang pengendara motor malah kesal karena kita dianggap menghalangi jalan. Kalau lewat trotoar yang dipakai jualan PKL, dianggap mengganggu pelanggannya. Emang nggak ada harga dirinya pejalan kaki. Sudah sial, hidup di lingkungan yang isinya pengin misuh-misuh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Paling benar sekalian naik kuda aja, biar orang-orang yang ambil hak pejalan kaki bisa disepak langsung biar jera. Kalau nunggu pemerintah suka kelamaan. Mereka kan bukan pejalan kaki, jadi nggak ngerasa hak pejalan kaki itu penting.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Buat kamu yang mau jalan-jalan menggunakan kaki di Bogor, lebih baik batasi gerakmu cukup di pusat Kota Bogor saja. Kebun Raya Bogor dan Surya Kencana tok. Jangan sampai kepikiran buat jalan kaki ke arah lain, karena kamu akan menyesal sebesar-besarnya sudah datang ke Bogor. Bisa-bisa malah jadi Ninja Warrior.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Nasrulloh Alif Suherman<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bogor-daerah-penyangga-paling-tanggung-untuk-ditinggali-di-jabodetabek\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bogor, Daerah Penyangga Paling Tanggung untuk Ditinggali di Jabodetabek<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Buat kamu yang mau jalan-jalan menggunakan kaki di Bogor, lebih baik batasi gerakmu cukup di pusat Kota Bogor saja.<\/p>\n","protected":false},"author":321,"featured_media":352792,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[30983,9819,30982,30984],"class_list":["post-371488","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-angkot-di-bogor","tag-bogor","tag-pejalan-kaki-di-bogor","tag-trotoar-di-bogor"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/371488","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/321"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=371488"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/371488\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/352792"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=371488"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=371488"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=371488"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}