{"id":371098,"date":"2025-11-06T12:40:39","date_gmt":"2025-11-06T05:40:39","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=371098"},"modified":"2025-11-06T12:40:39","modified_gmt":"2025-11-06T05:40:39","slug":"cepu-blora-kecamatan-yang-paling-pantas-dikasihani","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/cepu-blora-kecamatan-yang-paling-pantas-dikasihani\/","title":{"rendered":"Cepu, Kecamatan di Blora yang Paling Pantas Dikasihani"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melihat Kecamatan Cepu kadang bikin saya merasa prihatin. Bukan karena wilayah ini kekurangan potensi, justru sebaliknya, Cepu memiliki fasilitas yang lengkap dan lokasi yang strategis. Sayangnya, semua potensi itu bak lenyap di tangan Pemkab Blora yang kurang becus. Pemkab yang doyan umbar janji, tapi sering melempem saat eksekusi di lapangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wajar sebenarnya kalau pemerintah kabupaten menaruh perhatian lebih pada daerah paling timur ini. Mengingat, letaknya yang strategis dan infrastruktur yang relatif memadai. Tapi, sekali lagi, apa gunanya membangun harapan besar jika akhirnya tetap kandas di tengah jalan? Lak yo mung gawe loro ati tenan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin terdengar berlebihan kalau saya menyebut Cepu sebagai kecamatan paling kasihan di Blora. Namun, bagi saya pribadi, sebutan itu rasanya tepat, karena potensi besar dan janji manis pembangunan belum cukup mampu membawa kesejahteraan nyata bagi warganya. Supaya lebih jelas, berikut saya uraikan alasannya dengan nada yang lembut, tapi tetap apa adanya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Cepu Blora ada Bandara Ngloram, tapi tak jelas fungsinya hingga sekarang<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal pertama yang bikin saya kasihan dengan Kecamatan Cepu adalah punya bandara, tapi nggak jelas fungsinya. Padahal sekitar setahun lalu, saya pernah menulis di Terminal Mojok dengan harapan <\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bandara-ngloram-di-kecamatan-cepu-blora-dipaksa-mati-suri-berkali-kali\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bandara Ngloram<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> bisa segera dioperasikan kembali. Sayangnya, sejarah bandara yang terbengkalai justru sekarang terulang lagi. Dan,\u00a0 bukan sekadar tragis, tapi berubah menjadi komedi pahit Komedi uang ditertawakan pun nggak bakal tega.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hingga kini, tidak ada pembahasan konkret yang menandakan bandara ini akan \u201chidup\u201d kembali. Meski sempat terdengar kabar bahwa Bandara Ngloram akan diaktifkan kembali sesuai arahan Gubernur Jawa Tengah, rencana tersebut nyatanya tetap masih menggantung dan penuh ketidakjelasan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lebih ironis lagi, awal pemugaran bandara memaksa warga sekitar untuk menjual tanah mereka demi kelancaran operasional. Dengan alasan keselamatan penerbangan, lahan warga seluas 3,8 hektar diambil alih dengan ganti rugi total mencapai Rp14 miliar. Padahal, dulunya <\/span><a href=\"https:\/\/infopublik.id\/kategori\/nusantara\/649042\/index.html\"><span style=\"font-weight: 400;\">lahan di sekitar bandara<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah persawahan produktif, yang berarti tanah yang seharusnya bisa menghasilkan justru harus \u201cdirenggut\u201d untuk bangunan yang sekarang mangkrak. Kasihan, kan?<\/span><\/p>\n<h2><b>Diproyeksi jadi kawasan pertumbuhan ekonomi, tapi Taman Budaya Cepu saja masih mangkrak<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kecamatan Cepu sering dijanjikan bakal menjadi pusat pertumbuhan yang megah, tapi kenyataannya, janji itu hanya berhenti di papan spanduk dan berita pers. <\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/taman-budaya-cepu-bukti-pemkab-blora-terlalu-gegabah\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Taman Budaya Cepu<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, misalnya, yang seharusnya menjadi simbol kehidupan seni dan kegiatan masyarakat, justru hingga sekarang masih mangkrak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bangunan yang terbengkalai itu bukan hanya kehilangan fungsi, tapi juga menjadi monumen pengingat yang teramat pahit bagi warga. Pembangunan di Cepu sering kali berhenti sebelum benar-benar memberikan manfaat bagi penduduknya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau dipikir-pikir, akan jauh lebih tenang menjadi warga Kecamatan Sambong atau Randublatung yang jarang dipromosikan, jarang dijanjikan pembangunan, dan bahkan Pemkab Blora juga seakan enggan untuk meliriknya. Setidaknya kalau begitu, mereka tak perlu sakit hati menelan manisnya janji yang ujung-ujungnya cuma jadi proyek mangkrak, fasilitas terbengkalai, dan mimpi pembangunan yang tak kunjung datang.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kasihan, kena prank Pemkab Blora soal lokasi kampus UNY<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alasan ketiga yang bikin saya kasihan pada Cepu adalah soal drama pembangunan kampus UNY yang terasa seperti main-main. Awalnya, memang kampus baru <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/alasan-masuk-kampus-uny-hingga-betah-lanjut-sampai-s2\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Universitas Negeri Yogyakarta<\/a> direncanakan berdiri di Blora, tepatnya di Mlangsen, dekat alun-alun, di lahan seluas 5 hektar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian muncul kabar bahwa lokasi bakal dipindahkan ke Cepu. Warga pun sempat girang, membayangkan hiruk pikuk mahasiswa, peluang usaha baru, dan geliat ekonomi yang mungkin muncul. Sayangnya, euforia itu cuma sebentar saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belum lama berselang, datang kabar konfirmasi final: kampus tetap dibangun di Blora Kota, dekat Kecamatan Blora dan Pasar Induk Sido Makmur. Pola plin-plan ini jelas menunjukkan bagaimana janji Pemkab bisa dilempar begitu saja, meninggalkan warga Cepu selalu di ujung harapan mung kebagian loro, nikmatnya cuma angan-angan, sisanya kecewa berat.<\/span><\/p>\n<h2><b>Cepu Blora selalu diberi janji kosong sejak dulu<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika menelisik sejarahnya, nasib Cepu memang sudah menghadirkan rasa kasihan sejak lama. Pada era 1980-an hingga 1990-an, wacana pembentukan kota administratif tengah marak di berbagai daerah sebagai tonggak awal untuk mengembangkan wilayah yang dianggap memiliki potensi perkotaan. Cepu pun masuk sebagai salah satu calon, dan lumrah saja jika masyarakatnya sempat menaruh harapan besar bahwa perubahan nyata akan segera hadir.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada masa kepemimpinan <\/span><a href=\"https:\/\/radarbojonegoro.jawapos.com\/persepsi\/716149859\/cepu-bukan-sekedar-kecamatan-dari-usulan-kota-administratif-hingga-konsep-kawasan-cepu-raya#:~:text=Cepu%20Bukan%20Sekedar%20Kecamatan%2C%20Dari,Kawasan%20Cepu%20Raya%20%2D%20Radar%20Bojonegoro\"><span style=\"font-weight: 400;\">H. Soekardji Hardjoprawiro (1989\u20131999)<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, bahkan sudah dibangun gedung calon kota administratif di Jalan Ronggolawe, dekat Hotel Mega Bintang dan SDN Balun. Gedung itu menjadi simbol janji besar, tapi kenyataannya hanya berhenti di tahap persiapan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah Pilkada 1999 dan pergulatan politik selanjutnya, rencana kota administratif akhirnya sirna, hanya tersisa ingatan dan cerita tentang janji yang tak terwujud. Meskipun demikian, Pemkab seolah terus menebar kata-kata manis tentang pengembangan Cepu, agaknya memang ingin selalu menggantungkan harapan warganya. Hingga akhirnya Cepu pun tetap stagnan tanpa perubahan berarti: terdengar megah di rencana, namun kenyataannya selalu tertunda\u2014sejak dulu hingga sekarang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Demikian beberapa alasan yang membuat Kecamatan Cepu pantas disebut sebagai kecamatan paling kasihan di Blora. Tentu saja ini bukan karangan atau mencari sensasi semata, melainkan kondisi nyata yang menyelimuti wilayah tersebut. Sebagai orang yang dulu cukup akrab dengan Cepu, rasanya ya mangkel tenan, melihat kenyataan ini. Tapi yoweslah arep piye maneh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Dimas Junian Fadillah<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kabupaten-blora-bukan-sebatas-horor-hutan-jati\/\"><b><i>Kabupaten Blora Bukan Sebatas Horor Hutan Jati, Ini 3 Sisi Positif Blora, Kabupaten Indah yang Pesonanya Begitu Indah.<\/i><\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cepu Blora kecamatan paling kasihan. Bukan karena tidak punya potensi, daerah ini potensinya besar, tapi pemerintahannya nggak becus. <\/p>\n","protected":false},"author":2710,"featured_media":371188,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[14420,8781,12888,25758,10004,28028,30492],"class_list":["post-371098","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-bandara-ngloram","tag-blora","tag-cepu","tag-cepu-blora","tag-jawa-tengah","tag-kampus-uny","tag-taman-budaya-cepu"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/371098","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2710"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=371098"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/371098\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/371188"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=371098"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=371098"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=371098"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}