{"id":370881,"date":"2025-11-05T11:12:02","date_gmt":"2025-11-05T04:12:02","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=370881"},"modified":"2025-11-05T11:08:58","modified_gmt":"2025-11-05T04:08:58","slug":"orang-jakarta-selatan-dikira-gaul-padahal-padahal-aslinya-biasa-aja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/orang-jakarta-selatan-dikira-gaul-padahal-padahal-aslinya-biasa-aja\/","title":{"rendered":"Cerita Orang Jakarta Selatan di Perantauan: Dicap Anak Gaul, padahal Aslinya Biasa Aja"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya lahir dan besar di Jakarta Selatan. Setelah lulus SMA, saya merantau ke <a href=\"https:\/\/mojok.co\/esai\/di-jawa-kenapa-sumatera-barat-selalu-dianggap-cuma-padang-doang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Padang, Sumatera Barat<\/a> untuk melanjutkan studi. Dan, di sinilah rasa kesal terkait asal-usul daerah dimulai.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap berkenalan dengan orang baru, saya pasti ditanya soal daerah asal. Mungkin kentara dari logat yang sangat tidak orang Padang ya. Saya akan menjawab singkat, &#8220;Jakarta,&#8221; ketika ditanya. Biasanya, jawaban itu akan diikuti dengan pertanyaan lanjutan, \u201cJakartanya mana?\u201d Di saat itulah saya dengan agak malas menjawab, \u201cJakarta Selatan\u201d.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan tanpa alasan, saya malas meresponnya karena tanggapan orang-orang agak berlebihan setelah tahu saya dari Jakarta Selatan. \u201cWidiiiih, anak Jaksel\u201d atau \u201cCoba tunjukin kalau anak Jaksel itu gimana sih?\u201d Begitu kurang lebih tanggapan mereka. Mungkin mereka hanya bercanda dan awalnya sih saya biasa aja, tapi lama-lama kesel juga.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Cap \u201cgaul\u201d yang terlanjur melekat ke Jakarta Selatan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejak dahulu Jakarta Selatan alias Jaksel memang pusat pusat pergaulan di Jakarta. Basecamp-nya adalah <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/ragam\/alasan-blok-m-jakarta-selatan-banyak-preman\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Blok M<\/a> yang punya berbagai tempat menarik itu. Bertahun-tahun berlalu, Jaksel masih menjadi pusat anak muda nongkrong hingga saat ini. Bahkan, capnya kian kuat dengan kehadiran media sosial.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin, itu mengapa dalam bayangan banyak orang, semua orang Jakarta Selatan pasti \u201cgaul\u201d. Termasuk mereka yang tinggal dan besar di sana alis warga lokalnya.\u00a0 \u201cGaul\u201d yang dimaksud di sini sesuai dengan citra yang beredar di medsos ya. Salah satunya, ngobrol dengan bahasa gado-gado Indonesia dan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tips-belajar-bahasa-inggris-dari-yang-awalnya-bego-banget-sampai-bisa-kuliah-ke-eropa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Inggris<\/a> yang ditandai dengan penggunaan \u201cwhich is\u201d \u201cjujurly\u201d yang berulang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Awalnya saya tidak begitu ambil pusing dengan anggapan itu. Orang bebas beranggapan. Namun, lama kelamaan kesal juga karena tidak semua orang Jaksel seperti itu, apalagi warloknya. Banyak dari warlok berbahasa Indonesia seperti pada umumnya. Banyak juga jarang nongkrong di tempat-tempat viral kawasan Blok M mengingat harganya yang kian tak bersahabat untuk kantong.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Biarlah tiap daerah menentukan standar gaulnya masing-masing<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain anggapan yang keliru dan perlu diluruskan soal Jaksel, jujur saja saya merasa agak aneh dengan penggunaan \u201c<a href=\"https:\/\/kumparan.com\/berita_viral\/bukan-bahasa-betawi-ternyata-ini-asal-kata-sapaan-lu-dan-gue-1y0XWhbbhkm\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">loe gue<\/a>\u201d di Padang. Iya, bberapa orang kemudian menggunakan kata loe dan gue ketika tahu saya dari Jaksel. Mungkin mereka ingin lebih akrab dengan menggunakan \u201cbahasa daerah\u201d dari saya berasal. Mungkin juga mereka ingin tampak gaul seperti yang tergambar di media sosial selama ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apabila alasannya yang ke-2, menurut saya, itu tindakan yang keliru. Indonesia ini luas dan biarlah tiap daerah punya definisi \u201canak gaul\u201d masing-masing. Janganlah dikit-dikit Jakarta, tiap daerah itu keren kok. Sebagai orang Jakarta, saya malah senang ketika teman-teman yang asli Sumatera Barat nongkrong dengan gaya mereka sendiri. Terdengar lebih unik dan otentik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, masih mau jadi anak Jaksel?\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Bunga Gracella Ardimay<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/hujan-bikin-jalanan-jakarta-makin-menyebalkan\/\"><b><i>Jalanan Jakarta Saja Sudah Menyebalkan, Ditambah Musim Hujan Makin Mengesalkan<\/i><\/b><\/a><b><i>.<\/i><\/b><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengalaman jadi orang Jakarta Selatan di perantauan itu unik, dikira anak gaul hingga diajak ngomong loe gue, padahal aslinya biasa aja.<\/p>\n","protected":false},"author":2953,"featured_media":370965,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[1397,9593,11537,529,2652,2211,6213,30897,9513,7264],"class_list":["post-370881","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-anak-gaul","tag-blok-m","tag-gaul","tag-jakarta","tag-jakarta-selatan","tag-jaksel","tag-padang","tag-padang-sumatera-barat","tag-sumatera","tag-sumatera-barat"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/370881","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2953"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=370881"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/370881\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/370965"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=370881"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=370881"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=370881"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}